Sukses

Ini Dia Puasa yang Pernah Dijalani Beyoncé

Beyoncé pernah turun berat badan hingga 9 kg hanya dalam waktu dua minggu dengan metode “puasa”. Puasa seperti yang dijalaninya?

Klikdokter.com, Jakarta Siapa sangka, penyanyi Beyoncé Knowles pernah turun berat badan hingga 9 kg hanya dalam waktu 14 hari dengan “puasa”. Dilansir dari laman People, upaya ini dilakukan Beyoncé sebagai pendalaman karakter Deena Jones (sekaligus tampil semirip mungkin) yang ia perankan dalam film musikal Dream Girls tahun 2006 silam. Puasa seperti apa, sih, yang ia jalani?

“Saat awal masa syuting, berat badan saya normal. Sebetulnya justru berat badan saya sedikit naik, tapi setelahnya saya turun 9 kg ketika peran saya beralih dari Deena muda ke Deena tua. Saya ingin peralihan usia tersebut lebih dari hanya sekadar efek tata rias dan tata rambut. Saya ingin perubahannya benar-benar dapat terlihat,” ungkap Beyoncé yang terinspirasi Tom Hanks dalam film “Cast Away”.

Memanfaatkan metode master cleanse

Untuk bisa turun sampai 9 kg, Beyoncé menerapkan master cleanse atau lemonade diet. Di sini  cara ini kerap disebut sebagai diet lemon. Diet ini ini pertama kali dipopulerkan oleh praktisi pengobatan alternatif, Stanley Burroughs, pada tahun 1940-an, yang kemudian tren ini lahir kembali tahun 1970-an.

Awalnya, tujuan metode ini adalah untuk membersihkan usus besar dan detoksifikasi, bukan untuk menurunkan berat badan. Dilakukan minimal 10 hari (maksimal 40 hari), Anda diinstruksikan untuk mengonsumsi hanya 6-12 gelas campuran lemon “spesial”. Setiap gelas harus mengandung 2 sendok makan perasan lemon, 2 sendok makan sirup maple, 1/10 sendok teh bubuk cabai merah (cayenne pepper), dan kurang lebih 300 ml air.

Selain itu, setiap pagi Anda harus menenggak 4 gelas air garam, sedangkan setiap malam Anda mengonsumsi teh herbal yang mengandung pencahar yang ampuh. Mengonsumsi makanan padat jenis apa pun tidak diperbolehkan. Inilah puasa yang dimaksud.

Meski demikian, Beyoncé sedikit “curang”. Seperti dikutip di laman NowLoss, selain mengonsumsi banyak cairan lemon, ia mengaku tetap makan ikan, protein shake, dan sayur. Seharusnya dalam master cleanse versi asli, cara “curang” seperti itu tidak boleh dilakukan.

Dikatakan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, perasan air lemon tidak dapat memangkas lemak yang ada di tubuh. Namun, jika Anda mengganti minuman tinggi kalori Anda (misalnya segelas susu cokelat) dengan perasan air lemon, tentu berat badan dapat turun.

“Minum perasan air lemon tidak akan menurunkan berat Anda dalam sekejap. Namun, jika Anda minum secara rutin, maka ini dapat membantu mengurangi kalori pada diet Anda. Jika sebelumnya Anda rutin minum soda atau jus buah botolan lalu menggantinya dengan perasan air lemon, maka kalori yang masuk dapat lebih terkontrol,” kata dr. Nadia.

1 dari 3 halaman

Efek samping diet lemon

Dilansir dari laman Livestrong, total konsumsi cairan lemon harian adalah sekitar 650 kalori. Padahal, dikatakan oleh dr. Nadia, jumlah kalori harian yang dibutuhkan untuk wanita usia 19-51 tahun pada umumnya berkisar antara 1800-2000 kalori. Wanita yang berusia lebih muda butuh kalori lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang berusia lebih tua. Sedangkan pria usia 19-51 tahun pada umumnya membutuhkan 2200-2400 kalori. Namun, ini bisa bervariasi tergantung beban aktivitas sehari-hari.

Jika ingin menurunkan berat badan, Anda perlu mengurangi jumlah kalori harian. Pada wanita, berarti Anda perlu mengonsumsi kurang dari 2000 kalori per hari. Jangan sampai asupan kalori kurang dari 1200 kalori per hari, karena secara umum Anda butuh 1600-2400 kalori untuk menyokong fungsi dan energi tubuh.

Metode master cleanse ini seakan “mempromosikan” defisit kalori dan ini dapat berdampak buruk pada tubuh. Berat badan memang bisa turun karena defisit kalori ini, tapi turunnya berat badan tersebut juga termasuk hilangnya banyak massa otot dan air dibanding lemak.

“Jika Anda ingin diet dan membatasi kalori, pengurangan kalori harian sebaiknya tidak boleh melebihi 1000 kalori. Ini karena Anda bisa kehilangan nutrisi penting, tingkat energi turun, dan akan membahayakan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda rentan terhadap penyakit,” dr. Nadia menjelaskan.

Lebih jauh lagi, tanpa kalori yang cukup, Anda dapat merasa pusing, mual, dan lemas. Efek laksatif dan diuretik dari air garam dan campuran lemon dapat membuat Anda dehidrasi. Jika Anda punya gangguan hati atau ginjal, diet ini dapat berbahaya.

2 dari 3 halaman

Peningkatan berat badan setelah usai diet

Dijelaskan lagi oleh dr. Nadia bahwa diet terlalu rendah kalori (<1200 kalori untuk wanita atau <1800 kalori untuk pria) per hari dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sewaktu berdiet, Anda mungkin akan kehilangan beberapa kilogram. Namun, karena Anda juga kehilangan massa otot, maka metabolisme pun akan melambat dan Anda akan mengalami peningkatan berat badan lebih cepat setelah selesai diet. Faktanya, ini juga dialami Beyoncé.

“Setelah diet berakhir, berat badan saya kembali naik. Saya langsung makan segala jenis makanan ketika diet selesai. Berat badan saya meningkat, bahkan ke bobot yang melebihi berat badan ideal saya sebelumnya,” ungkap pelantun “Irreplaceable” ini.

Lalu, bagaimana rekomendasi diet yang benar?

Program diet yang dianjurkan adalah yang mencakup: 60 persen karbohidrat, 25 persen lemak, dan 15 persen protein—ditambah vitamin, mineral, dan air yang cukup. Usahakan tak memangkas kalori kebih rendah dari 1200.

Perhatikan juga kebiasaan makan atau minum Anda sehari-hari, misalkan apakah Anda sering ngemil? Atau sering makan makanan cepat saji? Jika ya, sebaiknya ganti ke makanan atau camilan yang lebih sehat.

Selain lewat diet, tentunya juga harus didukung dengan olahraga karena bermanfaat dalam membakar lemak lebih banyak, menjaga berat badan tetap stabil, mencegah stres, serta meningkatkan kualitas tidur. Tak hanya itu, metabolisme akan menurun seiring dengan berkurangnya bobot tubuh. Namun, dengan berolahraga metabolisme tersebut bisa kembali ditingkatkan.

Puasa lewat diet lemon yang dilakukan Beyoncé memang terdengar ekstrem dan berisiko—meski ia melakukannya demi tuntutan pekerjaan di bawah pantauan nutrisionis. Bagaimanapun juga, diet yang baik dan benar adalah yang tetap mengutamakan keseimbangan dan kesehatan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan nutrisionis untuk mengetahui profil dan kondisi tubuh Anda sebelum melakukan program diet apa pun.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar