Sukses

Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Letusan Gunung Merapi

Waspada, letusan gunung berapi seperti Gunung Merapi memiliki dampak bagi kesehatan. Apa saja yang mungkin muncul?

Klikdokter.com, Jakarta Gunung Merapi di Yogyakarta mengalami erupsi pada Jumat (11/05/2018) pagi pukul 07.43. Letusan yang terjadi bersifat freatik, meski statusnya masih normal atau level 1. Warga diimbau untuk menjauhi lokasi sekitar radius 3 kilometer agar lebih aman.

Letusan Gunung Merapi memang memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu peringatan untuk menjauhi lokasi harus dipatuhi demi keselamatan masing-masing.

Letusan freatik merupakan letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan. Beberapa gas yang terkandung dalam debu vulkanik adalah karbon dioksida, sulfat (sulfur dioksida, asam hidroklorik, dan asam hidrofluorik).

Terhirupnya debu vulkanik oleh manusia dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Berikut beberapa penyakit yang bisa terjadi akibat letusan gunung berapi:

1. Gangguan saluran pernapasan bagian atas

Letusan gunung berapi dapat memengaruhi organ pernapasan manusia, dan memicu munculnya gangguan saluran pernapasan bagian atas. Beberapa gejala yang dapat timbul adalah batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, iritasi hidung, dan sebagainya. Kondisi ini lebih mengancam pada bayi, anak-anak, dan lansia, serta pada mereka yang memiliki riwayat asma.

2. Gangguan pada paru-paru

Tidak hanya menyerang saluran pernapasan bagian atas, partikel-partikel kecil dalam debu vulkanik dapat terhirup masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat menyebabnya radang bahkan hingga kematian jika tidak segera ditangani. Jangka panjangnya dapat muncul penyakit silikosis yang merupakan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru akibat paparan partikel silika.

3. Iritasi mata

Debu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang apabila mengenai mata dapat menyebabkan iritasi. Iritasi pada mata ditandai dengan mata merah, gatal, kadang disertai nyeri. Yang sangat ditakutkan adalah partikel ini dapat merusak kornea dan menyebabkan kebutaan permanen.

4. Iritasi pada kulit

Paparan debu vulkanik dapat menimbulkan iritasi pada kulit berupa ruam kemerahan dan gatal. Selain itu, kontaminasi abu vulkanik pada air yang digunakan untuk mandi dan kegiatan warga lainnya juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh warga sekitar agar terhindar dari dampak buruk letusan gunung merapi? Berikut ini beberapa tips yang harus diperhatikan:

  • Menjauhi lokasi letusan sesuai dengan instruksi pemerintah.
  • Menggunakan alat pelindung diri lengkap, yaitu pelindung mata, wajah, dan tubuh dengan menggunakan pakaian yang protektif. Jika tidak tersedia, minimal gunakan kacamata dan masker serta baju yang menutupi kulit.
  • Menutup pintu dan jendela di rumah.
  • Menutup sumber air agar tidak terkontaminasi debu vulkanik.
  • Lebih banyak berdiam diri di rumah, dan hindari terlalu lama berada di ruangan terbuka.
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Jika Anda salah satu warga sekitar letusan Gunung Merapi dan mengalami berbagai keluhan seperti sesak napas, iritasi pada mata, gangguan penglihatan, serta masalah kesehatan lain yang tidak menunjukkan perbaikan kondisi, segera konsultasi dengan dokter. Selanjutnya dokter akan mendiagnosis gangguan kesehatan yang Anda alami serta mencari penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar