Sukses

Tips Jitu Agar Anak Tak Ngompol Lagi

Anak mengompol sebenarnya wajar. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar anak tidak terus-menerus ngompol. Salah satunya dengan toilet training.

Mengompol merupakan hal yang wajar pada anak. Sesekali anak bisa ngompol walaupun sudah mulai masuk usia sekolah. Namun, jika anak sering ngompol, pastinya orang tua akan kewalahan membereskan semuanya.

Nah, bagaimana cara agar anak tidak ngompol terus-menerus? Salah satu tips yang cukup terkenal untuk mengatasi anak mengompol adalah toilet training. Simak ulasan di bawah ini mengenai manfaat dan cara toilet training.

Toilet Training, Ampuhkah Atasi Anak Sering Ngompol?

Tak sedikit para orang tua yang bertanya, seberapa efektifkah toilet training untuk anak? Sebelumnya, mari kita ketahui dulu apa itu toilet training.

Toilet training merupakan proses melatih anak dari mengompol atau buang air kecil di popok menjadi buang air kecil di toilet.

Metode ini juga dapat diajarkan kepada anak yang sebelumnya sudah dapat buang air kecil/besar di toilet kemudian menjadi sering mengompol kembali. Pada anak yang mengalami kesulitan BAB (konstipasi), toilet training juga dapat dilakukan.

Lalu, ampuhkah toilet training sebagai cara mengatasi anak ngompol? Jawabannya iya. Namun, toilet training tidak ampuh pada anak yang memiliki masalah kesehatan tertentu,  misalnya masalah tulang belakang yang menyebabkan ia sering mengompol.

Toilet training bertujuan untuk membentuk kebiasaan anak dalam mengatur waktu buang air besar dan buang air kecil. Langkah pertama adalah mengajarkan anak untuk mengutarakan keinginannya jika ingin buang air besar dan buang air kecil. 

Kemudian, ajarkan anak untuk mau duduk di kursi pipis atau kloset toilet. Ajarkan hal ini setiap dua sampai tiga jam sekali setiap hari, agar anak terbiasa mengatur pola berkemihnya.

Pada malam hari, sebelum anak tidur, temani ia ke toilet agar buang air kecil terlebih dahulu. Ajarkan pula kepada anak untuk tidak ragu membangunkan Anda jika ia merasakan keinginan untuk berkemih tengah malam.

Pada awalnya, mungkin anak masih boleh menggunakan popok di malam hari. Namun, lama kelamaan anak perlu dilatih untuk tidur tanpa menggunakan popok.

Artikel Lainnya: Umur Berapa Seharusnya Anak Berhenti Mengompol?

1 dari 3 halaman

Kapan Waktu yang Tepat Kenalkan Toilet Training pada Anak?

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa toilet training bisa menjadi cara agar anak tidak ngompol lagi. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk toilet training?

Toilet training dapat dimulai secara bertahap sejak anak berusia 2 tahun. Namun, tentunya orang tua harus melihat terlebih dahulu kesiapan anak. Misalnya, kemampuan bicara dan pemahaman si Kecil untuk proses toilet training tersebut.

Proses toilet training ini juga memakan waktu yang berbeda-beda, tergantung pada seberapa sering toilet training dilakukan dan lainnya. Umumnya, anak mulai dapat mengatur keinginan berkemih dan buang air besar dengan baik pada usia 5 tahun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat toilet training adalah menghindari pemaksaan agar anak tidak trauma pada proses toilet training. Berikan apresiasi jika anak dapat mengatakan ia ingin berkemih atau berkemih di toilet atau kursi pipis.

Kemudian, perhatikan suasana kamar mandi agar tidak licin guna menghindari anak terpeleset. Lampu kamar mandi juga harus terang agar anak tidak ketakutan saat ke kamar mandi.

Artikel Lainnya: Anak Sering Ngompol? Jangan-Jangan Diabetes!

2 dari 3 halaman

Cara Lain Agar Anak Tidak Mengompol

Selain toilet training, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah anak mengompol. Berikut tips agar anak tidak ngompol:

  1. Hindari Minuman Manis. Ini penting karena minuman manis memiliki sifat diuretik, artinya dapat merangsang pengeluaran buang air kecil lebih cepat dan lebih banyak dari biasanya.
  2. Jangan Minum Teh dan Kopi. Kedua minuman ini juga memiliki sifat diuretik yang dapat membuat anak buang air kecil lebih sering.
  3. Singkirkan Obat-obatan yang Memiliki Sifat Diuretik. Nah, hal ini dapat Anda tanyakan ke dokter. Jika anak sakit dan diberikan obat oleh dokter, minta kepada dokter untuk tidak memberikan obat yang memiliki sifat diuretik.

Jadi, sudah siapkah Anda dan si Kecil untuk menjalani toilet training? Praktikkan cara-cara di atas agar anak berhasil tak ngompol lagi.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar toilet training untuk anak atau cara agar anak tidak ngompol, silakan bertanya melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar