Sukses

Perlukah Minum Suplemen Asam Folat?

Asam folat adalah salah satu nutrisi yang diperlukan, tapi tidak diproduksi oleh tubuh. Lalu, perlukah konsumsi suplemen asam folat? d

Klikdokter.com, Jakarta Asam folat atau vitamin B12 merupakan nutrisi tambahan yang diperlukan supaya tubuh terjaga asupan nutrisinya sehingga tetap sehat. Tidak diproduksi sendiri di dalam tubuh, asupan asam folat bisa didapat dari sumber makanan alami. Namun, pada beberapa orang asupan dari makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, sehingga mereka mengonsumsi suplemen asam folat.

Siapa saja yang membutuhkan tambahan asupan asam folat?

Contoh dari kondisi ini adalah ibu hamil yang membutuhkan dosis harian asam folat sebanyak 800 mikrogram (mcg). Jumlah ini tidak bisa hanya didapat dari sumber makanan alami, jadi dibutuhkan juga asupan tambahan dari suplemen asam folat. Wanita dan pria yang sedang mengikuti program persiapan kehamilan juga membutuhkan asupan asam folat sebanyak 400 mcg setiap harinya.

Kebutuhan asam folat tambahan pada wanita yang sedang dalam program persiapan kehamilan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sel telur dan sperma, sedangkan pada wanita hamil asupan asam folat tambahan diperlukan untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada otak, saraf tulang belakang, dan tulang belakang janin pada masa kehamilan.

Di luar kondisi seperti wanita hamil atau pria dan wanita yang sedang menjalani program persiapan kehamilan, berikut ini adalah penjabaran kadar asam folat yang dibutuhkan sesuai dengan usia.

 Usia  Dosis
 Di bawah 3 tahun  150 mcg, dengan batas toleransi 300 mcg
 Usia 4-8 tahun  200 mcg, dengan batas toleransi 400 mcg
 Remaja  Batas toleransi 800 mcg

Ini yang terjadi ketika Anda mengonsumsi asam folat berlebih

Jika asam folat dikonsumsi melebihi batas toleransi tubuh sesuai usianya, maka tubuh akan bereaksi dan memicu terjadinya hal-hal berikut:

  • Terasa sensasi rasa logam di mulut.
  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung atau menjadi hiperaktif.
  • Tubuh merasakan gejala mati rasa. Salah satu dampak kelebihan asam folat adalah kadar vitamin B12 yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat terserap sempurna. Jika vitamin B12 secara terus-menerus tidak terserap, maka tubuh akan memberikan gejala mati rasa dengan gejala awal kesemutan.
  • Hipertensi. Jika kandungan asam folat meningkat di dalam darah dan penyerapannya tinggi ke dalam tubuh, maka dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Untuk menghindari dampak kelebihan asam folat tapi kebutuhannya tetap tercukupi di dalam tubuh, sebaiknya Anda mengandalkan asupan asam folat dari sumber makanan alami, bukan dari suplemen. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi sumber makanan yang mengandung asam folat.

 Sumber Makanan  Kandungan Asam Folat
 Hati ayam  578 mcg per 100 gram
 Kacang koro  358 mcg per cangkir
 Asparagus  262 mcg per cangkir
 Bayam  194 mcg per cangkir
 Kacang lentil  181 mcg per cangkir
 Kuning telur  145 mcg
 Kacang tanah  120 mcg per cangkir
 Alpukat  110 mcg per cangkir
 Bit  107 mcg per cangkir
 Jagung  76 mcg per cangkir
 Jeruk  74 mcg per cangkir
 Brokoli  63 mcg per cangkir 
 Roti gandum  65 mcg
 Kubis  43 mcg per cangkir
 Kacang hijau  42 mcg per cangkir
 Pepaya  38 mcg

Karena asam folat merupakan salah satu unsur makronutrisi yang diperlukan untuk menunjang kesehatan namun tidak dapat diproduksi sendiri di dalam tubuh, yang paling baik adalah mencukupi kebutuhan nutrisi ini setiap hari sesuai dengan dosis yang diperlukan—baik lewat sumber makanan alami maupun dengan tambahan suplemen asam folat. Kandungan asam folat pada sumber makanan dan berapa banyak kebutuhan asam folat bagi tubuh yang dijabarkan atas dapat menjadi panduan Anda agar terhindar dan konsumsi asam folat secara berlebih.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar