Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Makan Satai? Ini Faktanya

Satai bersama dengan bumbu saus kacang memang nikmat, apalagi bila disajikan dengan nasi hangat. Namun, bolehkah makan satai saat hamil?

Siapa yang tidak suka satai? Makanan yang sering disiram dengan bumbu saus kacang kental ini memang nikmat, apalagi jika dimakan bersama sepiring nasi putih hangat. Namun, meski menggoda selera, makan satai saat hamil tidak boleh sembarangan. Apa alasannya?

Tak cuma satai sebenarnya, ibu hamil juga harus waspada saat mengonsumsi semua daging yang dibakar, terlebih jika dibeli dari luar. 

Itu karena tingkat kematangan dan kebersihan daging tidak bisa dipastikan. Hal ini tentu berisiko bagi ibu dan kandungannya.

1 dari 3 halaman

Bolehkah Ibu Hamil Makan Satai?

Kondisi hamil memang tidak bisa disamakan dengan orang yang sedang sakit dalam hal makanan pantangan. 

Namun, tetap saja, karena kondisinya yang sedang mengandung, ada beberapa hal yang sebaiknya tetap ibu jaga.

Beberapa penelitian berpendapat kalau makan satai saat hamil boleh-boleh saja. Dengan catatan, satai dimakan tidak berlebihan dan proses pengolahan daging selalu diperhatikan.

Alasannya, daging sapi, daging ayam, ataupun daging kambing yang tidak dimasak hingga matang masih mengandung toksoplasma serta bakteri berbahaya lainnya.

Saat dikonsumsi, satai yang kurang matang ini tentu akan membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin. Risiko terburuknya, ibi dapat mengalami keguguran. 

Risiko penyakit dan gangguan kesehatan saat ibu hamil makan satai atau daging yang tidak matang, antara lain:

  1. Keracunan Bakteri 

Seperti yang sudah disinggung, daging yang dimasak kurang matang bisa membuat bakteri penyebab penyakit tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh. 

Anda pun berisiko mengalami keracunan makanan dari bakteri seperti salmonela, E. coli, dan campylobacter. Gejalanya yang ditimbulkan meliputi diare, muntah, serta kram perut.

Artikel Lainnya: Panduan Makan Sehat untuk Ibu Hamil

  1. Toksoplasmosis 

Toksoplasmosis adalah infeksi yang berasal parasit protozoa Toxoplasma gondii. Protozoa ini sering terdapat pada daging yang belum matang.

Jika Anda terinfeksi toksoplasmasis ketika hamil, khususnya di trimester 1, janin dapat mengalami masalah kerusakan mata atau otak.

  1. Listeria 

Daging yang kurang matang dapat tercemar oleh bakteri listeria. Satu-satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan memasak makanan hingga matang atau dengan cara pasteurisasi. 

Gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi listeria adalah demam, nyeri otot, mual, dan diare. Bakteri listeria ini dapat menjadi malapetaka karena dapat menyebabkan keguguran atau masalah fatal lainnya. 

Selain memperhatikan tingkat kematangan satai yang dijual, ada baiknya Anda juga memastikan daging yang digunakan masih segar. 

Mengonsumsi daging dengan kualitas rendah, sama saja memasukkan bakteri ke dalam tubuh. 

2 dari 3 halaman

Tips Aman Makan Satai saat Hamil

Jika benar-benar ngidam ingin makan satai saat hamil, Anda disarankan untuk membuatnya sendiri. Ini agar kematangan dan kebersihannya dapat lebih terjamin.

Pastikan juga untuk memasaknya hingga matang betul dengan suhu 75 derajat Celsius. Suhu yang panas dapat menghancurkan bakteri dan mikroorganisme berbahaya lainnya.

Berikut tips makan satai saat hamil lainnya yang wajib Anda tahu:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menangani daging mentah, dan sebelum makan.
  1. Simpan daging mentah dengan hati-hati di kulkas. Hindari air tetesan dari daging tersebut menetes atau mengenai makanan lain di dalam lemari pendingin.
  1. Daging beku dari freezer harus dicairkan dengan suhu ruangan terlebih dulu sebelum dimasak.

Artikel Lainnya: 7 Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil

  1. Saat menyiapkan satai, pisahkan daging mentah dari makanan lainnya yang tidak perlu dimasak, seperti nasi dan sayuran.
  1. Gunakan peralatan masak yang terpisah untuk daging mentah dan daging yang telah masak.
  1. Jangan meletakkan makanan yang sudah matang di atas piring atau permukaan yang telah digunakan untuk daging mentah.
  1. Tunggu sampai arang menyala merah sebelum mulai “menyate”.
  1. Pastikan daging tidak berwarna merah muda di bagian tengahnya. Kalau dagingnya masih berwarna agak merah atau merah jambu, artinya itu belum matang. Daging yang matang warnanya putih hingga bagian dalamnya.
  1. Jangan berasumsi bahwa daging yang hangus di luar berarti sudah matang di bagian dalamnya.
  1. Pilihan yang paling aman adalah dengan memasak daging terlebih dulu sebelum memanggangnya di arang, sehingga rasa “asap”-nya masih terasa.
  1. Satai harus dibolak-balik agar matang secara merata.
  1. Jangan gunakan saus pada makanan yang sudah matang jika sudah digunakan pada pada daging mentah.

Jadi, bolehkah ibu hamil makan satai? Tentu saja boleh makan satai saat hamil. Dengan catatan, daging satai benar-benar dimasak matang. 

Perhatikan juga tips di atas agar Anda terhindar dari infeksi bakteri, parasit, dan kuman lainnya yang berasal dari makanan. Dapatkan informasi seputar kesehatan ibu hamil dan janin di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar