Sukses

Ini Cara Menyemangati Penderita Kanker

Menyemangati teman atau kerabat yang menderita kanker tentu tak mudah. Pelajari kiatnya di sini agar tidak salah langkah.

Klikdokter.com, Jakarta Saat orang terdekat menderita penyakit kanker, biasanya tingkat kepedulian Anda terhadap orang tersebut pun meningkat. Namun, terkadang niat baik tersebut justru bisa membuat teman atau kerabat yang sakit semakin drop. Jadi, cermati rambu-rambunya di sini.

Menurut psikiater Dr. Dale Atkins asal New York yang juga merupakan penyintas kanker, ada kiat tertentu untuk menyemangati orang dengan penyakit kanker. Hal ini perlu diketahui agar mereka tetap termotivasi untuk pantang menyerah melawan kanker dan bersemangat mengikuti berbagai rangkaian pengobatan yang pastinya melelahkan.

Berikut ini adalah beberapa saran yang sebaiknya Anda lakukan dalam mendampingi teman atau kerabat yang menderita penyakit kanker:

1. Bertindak seperti biasa

Sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam memberikan perhatian atau justru menghindari penderita. Berlakulah sebagaimana Anda biasa berinteraksi dengannya. Terlalu prihatin atau sedih justru akan membuatnya merasa tidak nyaman.

Biasanya pasien kanker akan diberi waktu untuk disterilkan usai menjalani kemoterapi. Tapi setelah masa inkubasi selesai dan pasien dikembalikan ke kamar, artinya Anda tak perlu khawatir dalam berinteraksi dengannya.

Hal yang terpenting, saat menjenguk Anda harus dalam kondisi sehat dan tidak membawa virus. Karena jika menjenguk dalam kondisi flu atau terjangkit virus lainnya, penderita akan sangat mudah tertular dan bisa memperburuk kondisi kesehatannya.

2. Luangkan waktu

Penyakit kanker bisa berlangsung dalam waktu lama dan mungkin saja masa hidupnya tidak berlangsung lama –tergantung dari kondisi yang dimilikinya. Jadi, sebisa mungkin luangkan waktu Anda bersamanya, karena waktu adalah hal paling berharga yang dimiliki pasien kanker.

Jika ia berkenan, bawalah teman-temannya untuk mengunjunginya. Tak perlu terpaku pada diagnosis yang diberikan oleh dokter, nikmatilah waktu bersamanya selagi bisa.

3. Tidak menghakimi

Terkadang saat merasa lebih paham terhadap penanggulangan penyakit kanker, Anda akan terdorong untuk memberikan masukan atau sanggahan. Sebaiknya tahan diri dan percayakan pada dokter yang merawatnya.

Hal ini akan menghindarkan penderita kebingungan atau merasa bersalah. Tak perlu berkomentar, tetaplah dukung apa yang ia lakukan selama tidak bertentangan dengan saran dokter.

4. Jadilah pendengar yang baik

Saat ia mengeluh, dengarkan dan beri semangat. Karena beban selama menghadapi kemoterapi maupun radiasi pasti sangat menyiksa.

Terkadang, penyintas kanker perlu untuk berkeluh kesah dan menyampaikan apa yang ia khawatirkan. Dengan menjadi pendengar yang baik dan terus memotivasi, ia akan merasa mendapat dukungan.

5. Hormati privasi

Terkadang penderita bisa saja memiliki rahasia tersendiri. Jadi, jika ia tak ingin menceritakan sesuatu, jangan dipaksa. Hormati privasinya agar ia tak merasa terganggu dengan kehadiran Anda.

6. Bantu ia merasa nyaman dan bahagia

Bawakan ia hadiah untuk menyemangati, bisa berupa selimut yang hangat atau tutup kepala yang stylish.  Menurut University of Texas Health Center, penderita kanker dapat menggigil kedinginan akibat beberapa obat kemoterapi.

Jadi, topi atau kupluk untuk menutupi kepalanya yang telah kehilangan rambut karena radiasi kemoterapi adalah pilihan hadiah yang tepat.

Kiat di atas bisa Anda terapkan saat mendampingi penderita kanker. Dr. Dale berpesan, berhati-hatilah dalam mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan, karena bisa jadi topik tersebut justru membuatnya sedih karena kemungkinan ia sudah tak ada di masa tersebut.

Jika ia nyaman untuk berbagi kenangan, Anda bisa membuka album foto lama bersamanya dan membahas masa lalu yang membuatnya merasa bahagia. Dengan demikian, ia bisa melupakan penyakitnya untuk sementara.

Dokter Sara Elise Wijono, M.Res., dari KlikDokter juga menyarankan untuk melakukan hal yang disenanginya penderita saat Anda memutuskan untuk menemaninya. Misalnya menonton DVD film favoritnya, memainkan beberapa permainan yang disukainya –seperti monopoli atau kartu, atau membaca buku.

”Hal tersebut akan membantu penderita terhindar dari stres. Mereka pun bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat, daripada hanya berdiam diri dan menyesali kesehariannya di rumah sakit,” jelas dr. Sara.

Mendengar teman atau kerabat terserang penyakit kanker memang bukan berita yang menyenangkan. Tapi, jangan turut putus asa dan larut dalam kesedihan. Beri semangat dan motivasi dengan melakukan hal positif bersamanya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar