Sukses

Inilah Gejala Meningitis pada Anak dan Dewasa

Sebagai salah satu penyakit yang membahayakan, kenali gejala meningitis, baik pada anak maupun orang dewasa.

Klikdokter.com, Jakarta Sistem saraf manusia merupakan struktur yang kompleks, terdiri atas otak, medula spinalis, serta sistem saraf tepi. Otak dan medula spinalis sendiri dilindungi oleh suatu selaput tipis yaitu meninges. Sekalipun letaknya di bawah tulang kepala dan tulang belakang, selaput tersebut dapat mengalami peradangan yang disebut dengan meningitis.

Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur yang beredar melalui aliran darah kemudian masuk ke cairan otak. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tetapi anak terutama bayi dan usia lanjut adalah kelompok yang lebih berisiko mengalaminya.

Meningitis dapat disembuhkan dalam beberapa minggu tetapi tidak jarang juga dapat menyebabkan komplikasi yang serius hingga kematian.

Kenali gejala meningitis

Gejala meningitis bervariasi, bergantung pada usia penderitanya. Beberapa gejala awal muncul dengan cepat setelah keluar gejala ringan sebelumnya seperti batuk, pilek, demam, buang air besar cair (diare), atau muntah.

Pada orang dewasa dan anak di atas dua tahun, gejala klasik meningitis adalah adanya demam, sakit kepala, kekakuan di leher, serta gangguan kesadaran. Tidak semua pasien akan mengalami semua gejala klasik ini, tetapi sebagian besar pasien (95%) mengalami dua dari empat gejala tersebut.

Demam dapat terjadi secara tiba-tiba dengan suhu yang tinggi, hingga 40oC. Peningkatan suhu tubuh kemudian diikuti dengan timbulnya sakit kepala hebat serta rasa kaku di leher yang membuat penderitanya sulit untuk menundukkan kepala ke arah dada. Rasa kaku tersebut biasanya terjadi selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Pada kondisi yang lebih parah, orang yang terserang meningitis dapat mengalami gangguan kesadaran, seperti bicara ngelantur atau bahkan tidak sadarkan diri.

Selain gejala klasik tersebut, gejala lain yang dapat dialami oleh penderita meningitis juga adalah badan lemas, ruam kemerahan di kulit, merasa silau saat terkena sinar matahari, muntah-muntah, dan kejang.

Meningitis pada bayi baru lahir atau bayi di bawah satu tahun akan menunjukkan gejala yang sedikit berbeda.

Selain demam, gejala lain yang tampak pada bayi biasanya justru gejala yang tidak khas, seperti tampak lebih rewel dan tidak mau makan ataupun minum susu. Selain itu suara tangisan bayi terdengar seperti nada tinggi atau menjerit, tampak sangat lemas dan mengantuk, hingga kejang. Pada bayi yang ubun-ubunnya masih terbuka, kepala dapat tampak menonjol dan keras.

Memastikan diagnosis meningitis

Bila terdapat gejala-gejala di atas, baik pada bayi, anak, maupun orang dewasa, jangan langsung panik. Bawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan diagnosisnya. Berbagai pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan adalah pemeriksaan darah dan cairan otak (cairan serebrospinal).

Pengambilan cairan otak dilakukan melalui pungsi lumbal, yaitu mengambil cairan otak dari tulang belakang. Selama dilakukan oleh tenaga medis yang ahli, tindakan ini aman dan sangat berguna untuk mencari tahu penyebab infeksi selaput otak.

Kondisi meningitis mengharuskan penderitanya untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan penanganan yang tepat dan maksimal, umumnya dalam beberapa minggu penyakit ini dapat pulih.

Meningitis dapat dicegah

Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Kondisi meningitis sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi yaitu vaksin HiB atau Haemophillus influenza tipe B yang merupakan penyebab tersering dari meningitis.

Saat ini vaksin HiB diberikan di usia 2, 3, dan 4 bulan lalu diulang kembali di usia 18 bulan. Imunisasi ini dapat mencegah terjadinya meningitis dan mencegah penderita meningitis mengalami komplikasi serius.

Meningitis atau radang selaput otak memang kondisi yang serius bahkan mengancam nyawa. Kenali gejala meningitis pada anak maupun orang dewasa dan lakukan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar