Sukses

Waspadalah, 3 Benda Ini Lebih Kotor dari Dudukan Toilet

Meski dudukan toilet tampak kotor, namun daftar benda yang satu ini lebih kotor dibanding apapun. Simak selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Dudukan toilet yang notabene sering dipakai oleh banyak orang, sekalipun itu adalah rumah sendiri, memang tampak terlihat lebih kotor jika dibandingkan benda lain. Tak jarang, seisi toilet pun sebetulnya kerap dianggap menjijikkan dan menjadi sarang kuman.

Padahal, fakta tersebut belum tentu benar sepenuhnya. Masih ada sejumlah benda yang sebetulnya sangat kotor jika dilihat dari seberapa banyak kuman yang bersarang.

Patut Anda ketahui bahwa sebetulnya dudukan toilet tak lebih kotor dari bebek karet mainan di kamar mandi. Menurut para ilmuwan berdasarkan sebuah studi, benda kotor yang satu ini dipenuhi dengan mikro dan berpotensi membahayakan.

Sebuah jurnal yang dibuat oleh Michael Gerba, profesor dari Universitas Arizona pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dudukan toilet rata-rata memiliki 50 jenis bakteri per inci persegi yang ternyata tidak sebanyak benda-benda lain.

Bahkan, penelitian menunjukkan ada banyak barang yang akrab dengan kehidupan sehari-hari, lebih kotor daripada dudukan toilet.

Lalu benda apa saja yang kotornya melebihi dudukan toilet? Melansir dari News Week, catat daftar benda kotor berikut ini:

1. Spons

Spons yang Anda gunakan untuk menggosok piring, bisa menjadi rumah bagi sekitar 10 juta bakteri per inci persegi. Gerba lantas melanjutkan penjelasannya.

“Sebenarnya, dapur adalah tempat yang paling banyak menyimpan benda-benda kotor di dalam rumah. Nomor satu adalah spons dapur yang penuh dengan E. coli. Bahkan,  berdasarkan penelitian, sekitar 15 persen spons rumah tangga mengandung salmonela yang menyebabkan diare karena spons selalu basah dan menjadi sarang yang paling enak ditempati bakteri,” ujarnya.

2. Talenan atau alas pemotong

Selanjutnya, Gerba membeberkan bahwa talenan alias alas pemotong konon mengandung bakteri seperti E. coli bahkan 200 kali lebih banyak dibandingkan dengan kursi toilet. Penyebabnya adalah daging mentah yang bersentuhan dengan talenan  tersebut.

3. Telepon genggam

Setiap kali Anda meletakkan telepon ke telinga, Anda telah menempelkan bakteri ke wajah. Perlu dicatat bahwa banyak orang yang lupa untuk membersihkan ponsel mereka.

Penelitian Gerba tahun 2012 menunjukkan bahwa ponsel membawa bakteri 10 kali lebih banyak daripada dudukan toilet. Penelitian ini didukung oleh studi lainnya pada tahun 2011 oleh London School of Hygiene & Tropical Medicine, yang menyebut bahwa ponsel mengandung bakteri dari feses yang berbahaya.

"Anda tidak akan menemukan ini di buku medis apa pun, tetapi saya dapat mengatakannya dengan aman, jangan gunakan ponsel Anda di toilet," kata Dr. Erica Shenoy, asisten dokter di Rumah Sakit Umum Massachusetts, kepada Newsweek.

Shenoy merekomendasikan agar para pengguna ponsel mencuci tangannya setelah dari kamar mandi dengan sabun dan air. Setelah dibilas, keringkan yang benar, sehingga kebiasaan ini akan meminimalkan penyebaran kuman.

Sama seperti smartphone, pada tablet juga ditemukan bakteri berbahaya yang mengandung Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut bisa bersarang di lambung dan mengacaukan sistem pencernaan Anda, bila perpindahannya melalui wajah atau ketika sedang makan.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, cuci tangan merupakan upaya penting untuk meminimalkan penyebaran kuman dari objek apapun. Namun sayang, budaya ini kian memudar dan hanya dilakukan pada momen-momen tertentu saja, misal sebelum dan sesudah makan.

“Budaya malas cuci tangan seperti yang terjadi sekarang ini harus diberantas. Karena dengan meluangkan waktu setelah buang air untuk mencuci tangan, Anda telah berjasa untuk mencegah penularan penyakit. Mulai dari yang terdengar sepele –seperti diare, hingga yang serius –seperti flu burung,” ujarnya.

Anda patut mencatat tiga benda yang kotornya melebihi dudukan toilet di atas dan waspada agar tidak terjadi penyebaran penyakit. Karena dampak dari kontak dengan benda kotor tersebut akan sangat merugikan bagi tubuh. Yuk, jaga kesehatan dari sekarang!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar