Sukses

Kenali 5 Bahan yang Sering Diracik Jadi Miras Oplosan

Lima bahan ini sering kali ditemukan sebagai campuran miras oplosan. Kenali apa saja jenis dan bahayanya.

Klikdokter.com, Jakarta Lagi-lagi minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa. Dilansir dari Detik.com, hingga kini ada 82 korban tewas akibat mengonsumsi miras oplosan di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Tercatat di Jawa Barat ada 45 korban meninggal dunia, sedangkan di Jakarta ada 31 korban jiwa. Tak hanya itu, puluhan orang lain juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat menenggak miras oplosan.

Kasus miras oplosan yang ramai dibicarakan beberapa waktu belakangan, sebetulnya bukanlah yang kali pertama terjadi di Indonesia. Miras oplosan banyak dijadikan minuman beralkohol kalangan muda yang mendambakan efek alkohol, dengan harga yang jauh lebih murah, dengan sensasi yang mereka suka tapi tak mereka ketahui bahayanya.

Sayangnya, kasus korban jiwa yang berjatuhan akibat konsumsi miras oplosan terus saja berulang karena banyak faktor. Salah satunya adalah ketidaktahuan (atau bahkan ketidakpedulian) banyak orang mengenai kandungan-kandungan berbahaya pada miras oplosan. Hanya berpikir tentang kesenangan, tapi tak sadar bahwa miras oplosan dapat merenggut nyawa.

Berikut ini adalah beberapa bahan yang sering kali menjadi campuran miras oplosan

1. Metanol

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, miras oplosan mengandung banyak zat berbahaya, yang salah satunya adalah metanol. Metanol bukanlah jenis alkohol untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang digunakan untuk bahan bakar ataupun pelarut (misalnya pelarut cat, cairan pembersih, dan lain-lain).

Metanol juga merupakan bahan yang sangat beracun bagi manusia. Konsumsi sebesar 10 ml saja dapat menyebabkan kerusakan saraf mata. Jika dikonsumsi lebih dari itu, dapat timbul efek keracunan skala berat hingga menyebabkan kematian.

Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan aditif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri. Penambahan metanol disebut memberikan keuntungan bagi para peracik miras oplosan, karena menghindarkan pajak industri yang dikenakan ketika memakai etanol. Padahal, biasanya etanol menjadi bahan utama untuk minuman keras yang biasa dikonsumsi.

Menurut Roy Sparingga, mantan ketua Badan Pengendali Obat dan Makanan (BPOM) lewat cuitannya di Twitter, minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi atau tanpa destilasi.

Miras oplosan menggunakan alkohol technical grade yang mengandung metanol, sangat berbahaya! Apalagi miras oplosan ada yang sengaja ditambah metanol atau spiritus yang sulit dibedakan oleh masyarakat. Tidak seperti dulu, bahan ini sengaja diberi pewarna agar tidak disalahgunakan.

2. Aseton

Dalam kehidupan sehari-hari, aseton biasa digunakan sebagai pelarut seperti perlarut cat, minyak, lilin, resin, plastik, lem, dan masih banyak lagi. Selain itu, aseton juga dimanfaatkan untuk pembersihan dan pengeringan. Dalam industri rumah tangga dan kosmetik, aseton dimanfaatkan untuk beberapa produk seperti pembersih alat-alat rumah tangga, deterjen, pembersih cat kuku, pembersih cat, dan lain-lain.

Meski sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, aseton juga dapat menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh manusia. Keracunan aseton biasa disebut dengan ketoasidosis yang terjadi apabila jumlah aseton dalam tubuh melebihi ambang batas normal. Keracunan aseton juga bisa berasal dari dalam tubuh (seperti pada kondisi medis yang bersifat metabolik seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2) maupun dari lingkungan sekitar.

Keracunan aseton juga bisa terjadi ketika zat ini dihirup, ditelan, atau diserap melalui kulit. Menurut penuturan dari dr. Rio Aditya dari KlikDokter, thinner (kandungan aseton) sangat cepat diserap oleh tubuh. Idealnya tubuh dapat menyerap thinner dalam waktu 1 jam. Meski demikian, apabila merasakan adanya gejala seperti sakit kepala, sulit berbicara, sulit bernapas, gangguan koordinasi, bahkan tak sadarkan diri, segera bawa diri ke unit gawat darurat.

3. Losion anti nyamuk

Efek losion anti nyamuk jika dikonsumi akan menyebabkan keluhan pencernaan hingga gangguan saraf dan pusing. Hal ini akan sangat tergantung dari banyaknya losion yang tertelan. Perawatan medis sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mungkin timbul.

Repellent atau losion anti nyamuk digunakan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk. Di dalamnya terkandung zat kimia seperti DEET, permetrin, dan picaridin. DEET adalah bahan kimia aktif yang terdapat pada produk pembasmi serangga. Jadi, jika bahan pembasmi serangga dijadikan sebagai bahan pencampur miras oplosan, dapat dibayangkan akibat yang bisa ditimbulkan, yaitu keracunan.

Jika losion anti nyamuk yang ‘diminum’ jumlahnya banyak, dianjurkan untuk segera ke rumah sakit untuk dilakukan aspirasi cairan lambung untuk membersihkan lambung dari cairan losion anti nyamuk yang masih tersisa di lambung.

4. Ginseng

Dalam pengobatan tradisional, ginseng merupakan tanaman herbal yang diyakini punya banyak khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan dan diabetes.

Ginseng kaya akan asam folat, besi, mineral, serta enzim. Kandungan vitamin di dalam ginseng juga cukup beragam, seperti vitamin B1, B2, B12, dan C. Ginseng yang sesungguhnya dan ‘ginseng’ kerap menjadi campuran miras oplosan atau menjadi kedok miras oplosan, tidak memberikan manfaat baik sama sekali. Bahkan, ‘ginseng’ pada miras oplosan ini sama sekali tidak mengandung ginseng.

Dilansir dari laman Liputan6.com, Direktur Narkoba Polda Jabar, Kombes Enggar Pareanom menjelaskan bahwa komposisi ginseng racikan bermacam-macam. Jenis yang populer adalah campuran dari air, alkohol 70 persen, pasta kue, dan beragam perasa sintetik seperti perasa jeruk, pisang, atau nangka.

Berdasarkan pengakuan dari salah seorang saksi yang pernah meminum miras ginseng, efeknya adalah pusing. Selanjutnya peminum akan mengalami beberapa tahap keracunan, yang jika sudah sangat parah dapat mengakibatkan kematian.

5. Minuman berenergi

Umumnya, minuman berenergi yang mengandung kafein dikonsumsi tanpa dicampur apa pun. Namun, terkadang ada juga yang dicampur dengan minuman beralkohol seperti jenis minuman populer jagerbomb (campuran antara merek alkohol dan minuman berenergi tertentu).

Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa mencampur minuman yang mengandung kafein dan minuman beralkohol dalam waktu yang bersamaan bisa berdampak buruk. Karena banyak terjadi kasus keracunan karena campuran minuman ini, meminum keduanya dalam waktu bersamaan tidak dianjurkan.

Pengaruh kafein dari berbagai macam minuman berenergi memang punya komposisi yang berbeda. Namun, kebanyakan mengandung kafein tinggi dan mungkin juga sudah ditambahkan zat lain seperti taurin, ginseng, dan vitamin B untuk menambah efek stimulan.

Sebetulnya kafein sendiri bila dikonsumsi tanpa alkohol merupakan zat yang relatif aman. Namun, jika kafein yang dikonsumsi berlebihan dapat memiliki efek negatif seperti cemas, serangan panik, peningkatan tekanan darah, naiknya asam lambung, dan insomnia. Dampaknya bisa semakin buruk jika Anda punya hipertensi atau mag.

Pada miras oplosan, mencampurkan minuman energi (termasuk yang jenis bubuk) dipercaya dapat mengurangi rasa pahit. Gabungan keduanya bisa memungkinkan terjadinya gagal jantung, bahkan kematian.

Dikatakan oleh dr. Karin, minuman berenergi, minuman bersoda, ataupun obat-obatan yang dicampur dengan minuman keras dapat menyebabkan interaksi kimia yang dapat meningkatkan risiko keracunan.

Pada dasarnya konsumsi minuman beralkohol memberikan berbagai dampak negatif baik kesehatan fisik maupun mental, terutama dapat menyebabkan efek kecanduan. Apalagi miras oplosan yang jelas-jelas mengandung berbagai bahan berbahaya yang tidak seharusnya dikonsumsi manusia, bisa berujung keracunan parah, kerusakan saraf mata, hingga kematian. Pilihan terbaik, konsumsi minuman sehat yang dapat membawa kebaikan bagi tubuh.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar