Sukses

Saat Haid, Amankah Menstrual Cup untuk Vagina Perawan?

Menstrual cup ramai dibicarakan sebagai alternatif pengganti pembalut saat haid. Namun, amankah digunakan bagi vagina perawan?

Klikdokter.com, Jakarta Haid atau menstruasi merupakan salah satu bagian dari kehidupan wanita usia reproduksi. Untuk menampung cairan haid, wanita dapat menggunakan beberapa jenis alat seperti pembalut, tampon, ataupun menstrual cup. Untuk menstrual cup yang kini kembali menjadi tren, amankah digunakan oleh wanita dengan vagina perawan?

Hal ini adalah salah satu yang sering menjadi pertanyaan bagi para wanita, terutama wanita yang masih perawan. Untuk menjawab pertanyaan ini, yuk bahas terlebih dahulu mengenai keperawanan serta penggunaan menstrual cup. Simak ulasan dibawah ini.

Keperawan seorang wanita

Secara tradisional, perawan diartikan sebagai wanita yang masih memiliki selaput dara yang utuh. Selaput dara pada wanita merupakan jaringan tipis pada vagina dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita lain.

Selaput dara memiliki lubang, sehingga memungkinkan darah dari rahim keluar saat terjadi menstruasi.

Masyarakat umum beranggapan hilangnya keperawanan hanya terjadi saat melakukan hubungan seksual pertama kali, yaitu saat masuknya penis ke dalam vagina dan ditandai dengan keluarnya darah setelah robeknya selaput dara.

Tetapi sebenarnya, berbagai aktivitas fisik berat seperti naik sepeda, berolahraga berat, memasukkan jari atau benda asing ke dalam vagina, atau kecelakaan seperti jatuh juga dapat menyebabkan robeknya selaput dara.

Tidak adanya darah saat pertama kali melakukan hubungan seksual lantas juga bukan berarti wanita tidak lagi perawan. Karena ada jenis selaput dara yang bersifat elastis dapat menyebabkan seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan seksual.

Penggunaan menstrual cup

Penggunaan menstrual cup saat menstruasi pada wanita Indonesia belum terlalu populer. Sebagian besar wanita Indonesia lebih memilih menggunakan pembalut saat sedang menstruasi. Dengan adanya tren menstrual cup ini, wanita pun berbondong-bondong untuk mencobanya.

Menstrual cup merupakan penampung cairan haid yang terbuat dari bahan elastis dan berbentuk seperti mangkuk atau cawan. Saat menstruasi, menstrual cup dimasukan ke dalam vagina melalui lubang vagina dengan cara menguncupkan permukaan menstrual cup yang elastis.

Setelah masuk ke dalam vagina, menstrual cup yang tersedia dalam berbagai ukuran ini akan mengembang ke posisi semula. Selama menstruasi, cairan haid akan tertampung dalam menstrual cup dan dapat dilepas setelah beberapa jam dengan menarik menstrual cup keluar vagina.

Dengan demikian, cairan haid yang tertampung dapat dibuang dan menstrual cup dapat dibersihkan untuk digunakan kembali.

1 dari 2 halaman

Menstrual cup bagi wanita perawan

Telah dijelaskan bahwa selaput dara memiliki lubang yang memungkinkan keluarnya darah menstruasi dari rahim. Secara teori menstrual cup yang dikuncupkan dapat masuk melewati selaput dara tanpa menyebabkan kerusakan selaput dara jika dilakukan dalam keadaan rileks, dengan teknik yang benar dan ukuran menstrual cup yang sesuai.

Akan tetapi, ada beberapa alasan dan pertimbangan mengapa wanita perawan perlu ekstra hati-hati saat menggunakan menstrual cup.

  • Belum cukup lazim digunakan wanita Indonesia. Sehingga jika Anda ingin menggunakannya, pastikan benar-benar mengerti cara menggunakannya, terutama saat memasukkan dan melepaskan menstrual cup agar tidak merusak selaput dara. Anda juga harus mengetahui ukuran menstrual cup yang sesuai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
  • Kondisi selaput dara. Di antara banyak jenis selaput dara, terdapat jenis selaput dara dengan lubang multipel seperti jarring. Jenis selaput dara ini bukan yang berupa satu lubang di tengah, seperti sebagian besar jenis selaput dara.

Pada jenis selaput dara ini, penggunaan menstrual cup tidak memungkinkan karena akan merusak selaput dara. Untuk itu, sebaiknya Anda memeriksa bagaimana bentuk selaput dara Anda terlebih dahulu sebelum menggunakan menstrual cup.

  • Harus selalu higienis. Menstrual cup harus benar-benar dicuci bersih sebelum digunakan kembali. Jangan sampai terjadi iritasi atau infeksi pada vagina akibat pembersihan menstrual cup yang tidak baik.

Tren menstrual cup memang menarik untuk dicoba. Namun, jika Anda takut menstrual cup dapat merusak selaput dara – apalagi bagi vagina perawan - gunakan alat lain yang lebih aman. Anda bisa menggunakan pembalut yang lebih mudah, dan aman digunakan, tanpa perlu memasukkan benda asing ke dalam vagina Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar