Sukses

Sisi Gelap di Balik Cinderella Weight Challenge

Cinderella weight challenge bisa sangat membahayakan kesehatan Anda. Ini penjelasan medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Berbicara soal Cinderella weight challenge, orang pasti langsung membayangkan Cinderella. Putri cantik dari dongeng tradisional ini memang diidolakan oleh hampir seluruh anak perempuan di dunia. Tak hanya parasnya yang menawan, Cinderella digambarkan sebagai sosok anggun yang memiliki tubuh sempurna dengan pinggang kecil dan lekukan tubuh bak jam pasir.

Bentuk tubuh yang demikian dinilai paling sempurna oleh kebanyakan wanita. Maka tak heran, belakangan ini sedang populer diet menurunkan berat badan bak Cinderella atau Cinderella weight challenge.

Apa itu Cinderella weight challenge?

Cinderella weight challenge adalah tantangan untuk menurunkan berat badan hingga mencapai indeks massa tubuh 18. Formula untuk mencapai berat badan Cinderella adalah dengan menghitung tinggi badan dalam meter, lalu dikalikan 18. Misalnya tinggi badan 156 cm, maka diubah dalam meter menjadi 1,56 x 1,56 = 2,4336. Lalu 2,4336 x 18 dan didapatkan hasil 43,8. Maka Cinderella weight orang tersebut adalah 43,8 kg.

Pada dasarnya, berat badan dikatakan ideal jika sesuai dengan perbandingan berat dengan tinggi badan, yang hasilnya selaras dengan nilai normal klasifikasi indeks massa tubuh (IMT).

Cara menghitung indeks massa tubuh adalah Berat Badan (kg)/ (Tinggi Badan x Tinggi Badan (M)). Indeks massa tubuh yang ideal untuk orang Asia adalah dalam rentang 18–22,9. Indeks masa tubuh kurang dari 18 dianggap underweight atau berat badan kurang, sementara indeks massa tubuh lebih dari 23 dianggap overweight atau kelebihan berat badan. Sedangkan indeks massa tubuh lebih dari 25 tergolong obesitas.

Menurut The National Health Service di Inggris, bila IMT Anda di bawah 18,5 berarti berat badan Anda sudah tergolong terlalu rendah. Memiliki berat badan yang kurang dapat berdampak buruk untuk kesehatan Anda, seperti sistem kekebalan tubuh yang rendah, mudah lelah, dan tulang menjadi lebih rapuh. Sistem kekebalan tubuh yang menurun akan menyebabkan seseorang rentan terkena berbagai penyakit infeksi, seperti flu atau infeksi lainnya.

Untuk mencapai berat badan Cinderella ini, banyak remaja wanita melakukan diet sangat rendah kalori (very low calorie diet) hingga kurang dari 800 kalori per hari. Kalori yang dibutuhkan seseorang memang bergantung dari IMT, jenis kelamin, usia, dan aktivitasnya. Namun, bagi wanita usia produktif dengan IMT ideal, asupan kalori harian yang dibutuhkan adalah dalam rentang 1500–2000 kalori.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang melakukan diet sangat rendah kalori selama 4–16 minggu dilaporkan mengalami beberapa efek samping, seperti kelelahan, konstipasi, mual, muntah dan diare. Bahkan pada beberapa wanita, jika dilakukan dalam jangka panjang dapat mengganggu siklus menstruasi menjadi tidak teratur, bahkan berhenti haid.

Banyak remaja wanita yang mengikuti Cinderella weight challenge rentan mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Mereka tampak berupaya keras agar mencapai berat badan Cinderella. Padahal, memiliki berat badan Cinderella tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Untuk itu, orang tua sebaiknya lebih waspada dan memotivasi anak perempuannya agar lebih percaya diri dengan bentuk badannya dan menjalankan pola diet yang sehat dan seimbang. Olahraga rutin juga tak boleh dilupakan jika ingin menurunkan berat badan. Selain membakar kalori, aktivitas ini juga bermanfaat bagi kesehatan, seperti dapat menguatkan jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan mood. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. Dengan diet bergizi seimbang, olahraga teratur, dan pola hidup sehat lainnya, berat badan ideal pun dapat tercapai tanpa perlu melakukan Cinderella weight challenge.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar