Sukses

Kenali Gejala Erotomania, Delusi Cinta yang Tak Nyata

Erotomania adalah sindrom delusi yang membuat seseorang percaya bahwa orang yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama. Kenali lebih jauh mengenai gejalanya di sini.

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Setiap bertemu dengan orang yang dicintai, pastinya ada rasa berbunga-bunga yang membuat Anda tersenyum sepanjang hari.

Beruntunglah, orang yang Anda taksir juga memberikan “lampu hijau” dengan perilakunya yang baik dan perhatian. Tapi coba pastikan lagi, apakah si Dia benar menyukai Anda juga atau Anda terkena gangguan mental erotomania.

Erotomania adalah sindrom delusi yang membuat seseorang percaya bahwa orang yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama. Dikenal juga sebagai sindrom de Clerambault, erotomania paling sering terjadi pada kaum wanita.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa erotomania ini berkembang karena seseorang memiliki kesehatan mental yang tidak baik. Bisa jadi penderita gagal mengelola stres atau mengalami trauma yang ekstrem terhadap suatu peristiwa.

1 dari 4 halaman

Tanda dan Gejala Erotomania

Erotomania dapat muncul secara tiba-tiba, dan gejalanya sering berlangsung lama. Individu yang menjadi objek kasih sayang si pengidap erotomania, umumnya adalah sosok yang lebih tua. Meskipun tidak selalu, biasanya, si objek dan si pengidap erotomania pernah berinteraksi sebelumnya.

Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mengalami erotomania. Untuk menentukan seseorang terkena erotomania, harus memenuhi gejala berikut ini:

  • Delusi harus melibatkan hal yang mungkin terjadi, meskipun terkadang tidak realistis. Biasanya delusi dihubungkan dengan interaksi yang pernah dilakukan bersama.
  • Khayalan hanya berlaku untuk masalah yang relevan serta berkaitan dengan semua aspek lain dari kehidupan orang yang menjadi target penderita. Sehingga, kisah yang diciptakan penderita terkesan nyata.
  • Ketika penderita juga mengalami bipolar, maka durasi delusional harus lebih lama dari durasi kambuhnya episode mania.

Artikel Lainnya: Kenali Erotomania, Sindrom “Halu” yang Berpikir Dia Dicintai Idolanya!

Selain itu, biasanya seseorang dengan erotomania akan melakukan berbagai tindakan khas yang meliputi:

  • Adanya keyakinan yang tegas atas delusi yang dimilikinya bahwa orang lain jatuh cinta, atau bahkan telah memiliki hubungan khusus kepada mereka.
  • Mengirimkan pesan, hadiah, maupun panggilan telepon kepada target, hingga mengikuti target tanpa istirahat.
  • Berusaha berkontak dengan idola melalui penguntitan, komunikasi tertulis, hingga perilaku melecehkan.
  • Cemburu terhadap idolanya jika ada orang lain yang dekat dengan idolanya.
2 dari 4 halaman

Penyebab dan Faktor Erotomania

Erotomania dapat merupakan gangguan yang berdiri sendiri atau bagian dari gangguan kejiwaan lain, seperti:

  • Skizofrenia
  • Gangguan skizo-afektif
  • Gangguan depresi mayor dengan gambaran psikotik
  • Gangguan bipolar
  • Penyakit Alzheimer

Laporan kasus menunjukkan bahwa jaringan media sosial dapat memperburuk atau bahkan memicu keyakinan delusi terkait dengan erotomania. Media sosial menghilangkan jarak dan halangan dalam melihat aktivitas orang lain.

Artikel Lainnya: 4 Cara Alami untuk Atasi Depresi

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Menyembuhkan Erotomania?

Mengobati gangguan delusi, seperti erotomania, bisa jadi sulit karena mereka yang terpengaruh tidak mampu melihat bahwa keyakinan mereka tidak berdasar. Namun, terdapat beberapa cara penanganan gangguan ini.

1. Konsultasi dengan Psikiater

Konsultasi merupakan langkah awal untuk terapi yang tepat. Penilaian psikiater dapat memberikan terapi yang sesuai, termasuk penanganan penyakit yang mendasari.

Perawatan harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan setiap orang yang terkena. Prioritas harus fokus pada pemeliharaan fungsi sosial dan meningkatkan kualitas hidup orang yang terkena dampak.

2. Konsumsi Obat Antipsikotik

Setelah pemeriksaan psikiatri, dokter dapat menentukan apakah ada gangguan jiwa lain yang menyebabkan erotomania. Jika diperlukan, obat antipsikotik dapat mengontrol gejala secara efektif dan dapat diresepkan untuk gangguan yang mendasarinya.

3. Terapi Kognitif

Jenis terapi ini bermanfaat untuk membantu penderita mengenali dan mengubah pola pikirnya, serta perilaku yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Hal yang normal jika Anda suka dengan seorang, asalkan tindakan yang Anda lakukan masih dalam batas wajar. Namun, jika perasaan suka menjadi obsesi berlebihan, tentunya hal ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan mental Anda.

Jika Anda menemukan berbagai gejala erotomania di atas, jangan ragu untuk mencari bantuan segera.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar