Sukses

5 Kesalahan yang Dilakukan Saat Olahraga Lari

Olahraga lari memang bermanfaat, namun jangan sampai melakukan kesalahan seperti di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak lama, olahraga lari telah menjadi pilihan aktivitas sebagian besar masyarakat untuk menjaga kesehatan. Selain sederhana dan tak membutuhkan banyak perlengkapan, lari juga memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Hal ini dijelaskan secara lengkap oleh dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter.

“Lari merupakan olahraga yang membutuhkan usaha yang lebih berat daripada jalan kaki dan tentunya dapat membakar kalori jauh lebih banyak daripada jalan kaki. Waktu melakukan olahraga ini tidak dibatasi, hanya perlu disesuaikan dengan kemampuan individu, ujarnya.

Menurut dr. Nitish, setiap jenis olahraga, termasuk lari, membantu tubuh Anda menjadi lebih sehat dan juga meningkatkan stamina tubuh Anda.

Sementara itu, menurut dr. Nadia Octavia, olahraga lari memiliki sejumlah manfaat yang signifikan, antara lain meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan berat badan, menguatkan struktur tulang, menstimulasi otak, hingga meningkatkan kesehatan emosional serta psikis.

Namun, tahukah Anda bahwa lari justru akan menimbulkan efek negatif jika dilakukan dengan cara yang salah?

Berlari adalah cara terbaik untuk mendapatkan bentuk tubuh dan hampir semua orang dapat melakukannya karena tidak perlu fasilitas dan tempat mewah.

Namun, mengingat begitu mudahnya olahraga ini, tak sedikit yang langsung melakukan olahraga lari begitu saja tanpa benar-benar memahaminya. Kesalahan umum kerap terjadi, yang dapat mengganggu pelatihan hingga menyebabkan cedera.

Jika Anda baru memulai olahraga lari dan tidak melakukan petunjuk secara benar, maka ada banyak dampak negatif yang mengintai. Berikut ini adalah kesalahan yang sering terjadi dalam melakukan olahraga lari, saat orang baru memulainya:

1. Lari secara berlebihan

Salah satu kesalahan terbesar pelari adalah melakukannya secara berlebihan. Memilih hobi baru seperti berlari tidak diragukan lagi keseruannya, namun Anda mesti membangun basis jarak tempuh sebelum meningkatkan jarak, intensitas, serta frekuensinya.

Porsi lari yang pas mampu membantu mengurangi risiko cedera. Banyak ahli menyarankan, peningkatan jarak tempuh Anda dari minggu ke minggu sebaiknya tidak lebih dari 10 persen.

2. Tanpa beristirahat

Anda mungkin berpikir untuk berlari setiap hari demi memenuhi target kebugaran atau menurunkan berat badan, meski nyatanya hal ini bukan hal yang  baik. Lari memiliki dampak yang signifikan jika otot dan tulang Anda belum dikondisikan untuk latihan secara intens. Jadi, penting untuk tubuh Anda beristirahat di sela-sela latihan.

3. Perlengkapan kurang memadai

Meski lari tidak memerlukan peralatan yang mahal, namun penting bagi Anda untuk menggunakan peralatan yang tepat. Pastikan untuk memilih sepatu lari yang ideal baik dari segi kenyamanan hingga ukuran kaki, tak perlu yang mahal. Khusus untuk perempuan, menggunakan bra khusus olahraga turut direkomendasikan.

4. Menahan rasa sakit

Berlari terkadang terasa tidak nyaman, terutama bagi yang baru melakukannya. Kelak, rasa tersebut nantinya akan menjadikan seorang pelari lebih baik dari yang sebelumnya.

Namun jika Anda merasa sakit pada bagian tubuh tertentu di tengah aktivitas lari, maka Anda harus berhenti dan mengobati rasa sakitnya. Bila dipaksakan, ia bisa menimbulkan rasa sakit yang bahkan lebih hebat lagi.

5. Membandingkan diri dengan pelari lain

Ketika baru memulai olahraga lari, pastinya sulit bagi Anda untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain. Karena bersemangat untuk berlari, Anda akan mengikuti segala arahan dari manapun, termasuk segala bahan bacaan hingga orang yang sudah profesional. Daripada terkesan memaksakan, lebih baik fokus pada diri sendiri dan memulainya dari tahap ke tahap.

Olahraga lari memang menjadi sangat bermanfaat bila Anda melakukannya dengan baik dan benar. Namun ingat, jangan sampai kesalahan lari di atas terjadi ya!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar