Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum dan Sering Terjadi

Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum dan Sering Terjadi

Nyeri sendi bisa jadi gejala yang berdiri sendiri atau gejala kondisi lain, sehingga harus dicari tahu apa yang mendasarinya. Apa saja penyebab nyeri sendi?

Nyeri sendi bisa dialami oleh siapapun, baik usia tua maupun muda, yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, bila dibiarkan dan berlangsung lama, nyeri bisa makin parah dan mengakibatkan kerusakan sendi secara permanen.

Faktor Risiko Nyeri Sendi 

Walaupun nyeri sendi bisa dialami oleh siapa saja, tapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena nyeri sendi. Faktor risiko yang perlu diketahui antara lain:

  • Usia Lanjut

Kaum usia lanjut rentan mengalami nyeri sendi. Karena, seiring bertambahnya usia, cairan pelumas sendi pun akan berkurang, sehingga akan mudah mengalami gesekan dan nyeri.

  • Kelebihan Berat Badan

Kegemukan atau obesitas akan membuat beban sendi semakin tinggi, sehingga menimbulkan nyeri sendi.

  • Gerakan Berulang pada Satu Sendi

Pada para pekerja yang melakukan gerakan tertentu secara berulang di satu sendi, itu akan membuat sendi tersebut mudah mengalami peradangan dan timbullah nyeri.

Artikel Lainnya: Berendam Air Garam, Cara Redakan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat

  • Minim Aktivitas Fisik 

Kebiasaan duduk, berbaring, dan jarang olahraga bisa membuat sendi dan otot penyokongnya tidak terlatih dengan baik. Akibatnya, nyeri sendi pun mudah terjadi.

  • Merokok 

Kebiasaan merokok dapat mengakibatkan reaksi peradangan di seluruh tubuh, termasuk di sendi.

1 dari 3 halaman

Penyebab Nyeri Sendi yang Sering Terjadi

Beberapa hal di atas merupakan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami nyeri sendi. Adapun penyebab yang mendasari terjadinya nyeri sendi antara lain:

  1. Cedera

Cedera adalah salah satu penyebab nyeri sendi yang cukup sering. Saat cedera, sendi akan mengalami peradangan, bahkan kerusakan. Tak hanya sendi, otot dan ligamen di sekitar sendi pun turut terlibat.

Artikel Lainnya: Persendian Sering Sakit, Sudah Pasti Asam Urat?

Namun, apabila cedera sifatnya ringan dan ditangani dengan tepat, nyeri sendi akan cepat mereda dan fungsi sendi pun kembali normal.

  1. Lupus

Penyakit autoimun juga dapat menyebabkan nyeri sendi. Salah satunya adalah systemic lupus erythematosus atau lupus. Penyakit ini dapat menyerang sendi, kulit, pembuluh darah, dan organ tubuh lainnya.

  1. Infeksi Virus

Penyakit akibat infeksi virus juga erat hubungannya dengan keluhan nyeri sendi. Beberapa yang mungkin familier adalah demam berdarah dengue, chikungunya, atau rubela.

Pada kasus-kasus tersebut, nyeri sendi bisa terjadi tiba-tiba dan menyerang seluruh sendi di tubuh. Rasanya mirip dengan pegal-pegal.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebabnya Agar Dapat Meredakan Nyeri Sendi

2 dari 3 halaman

Nyeri Sendi akibat Peradangan

Selain karena sebab-sebab di atas, nyeri sendi juga dapat terjadi akibat peradangan pada sendi atau yang dikenal dengan artritis. Jenisnya ada beberapa, yaitu osteoartritis, reumatoid artritis, dan gout artritis.

  • Osteoartritis

Osteoartritis adalah terjadinya peradangan sendi karena terkikisnya bantalan tulang rawan yang melapisi ujung tulang. Hal ini menimbulkan banyak terjadi pergesekan antara tulang dan menimbulkan nyeri. 

Sendi yang biasa terkena adalah sendi yang banyak menopang bobot tubuh, yaitu sendi panggul, lutut, dan tulang belakang. Penyakit ini juga berhubungan dengan proses penuaan.

  • Rheumatoid Artritis

Rheumatoid artritis lebih banyak terjadi di usia muda dan mengenai sendi yang lebih kecil. Kaum wanita lebih rentan mengalami penyakit ini dibandingkan pria.

Artikel Lainnya: Inilah yang Dapat Dilakukan untuk Meredakan Nyeri Sendi

  • Gout Artritis

Gout artritis merupakan peradangan sendi yang terjadi karena asam urat yang menumpuk, sehingga menjadi kristal di sendi.

Proses tersebut membuat nyeri sendi dan biasa timbul di jari tangan, jari kaki, pergelangan kaki, dan lutut yang timbul tiba-tiba, diikuti sendi yang teraba hangat, merah, dan bengkak, terutama saat serangan gout. 

Karena penyebabnya yang begitu beragam, nyeri sendi harus ditangani sesuai dengan penyebab tersebut. Misalnya, bila berat badan Anda berlebih, kurangi untuk meredakan nyeri sendi yang dirasakan.

Bila sendi terasa nyeri dan bengkak, Anda boleh menggunakan kompres dingin di atas sendi. Bila tak ada ice pack, bisa pakai es yang dibungkus kain bersih. Kompres selama 15-20 menit dalam 48 jam, istirahatkan sendi, dan bila perlu konsumsi obat anti nyeri.

Apabila nyeri sendi tak kunjung membaik dan mulai mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Dokter mungkin akan melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap sendi dan pemeriksaan penunjang lainnya. Dari situ, penanganan nyeri sendi bisa ditentukan, bisa dengan pengobatan atau fisioterapi yang tepat.

Jangan biarkan nyeri sendi merenggut kenyamanan dalam beraktivitas. Segera cari tahu penyebab nyeri sendi dan tangani dengan tepat. Jangan sungkan untuk konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Anda juga bisa manfaatkan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter.

(RN/ RH)

1 Komentar