Sukses

Gejala HIV Dapat Menyerang Bagian Tubuh Ini

Virus HIV dapat menyerang berbagai organ tubuh penderitanya. Apa saja bagian tubuh yang bisa terkena?

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menginfeksi tubuh manusia dan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang mengalami gejala HIV akibat penurunan sistem imun, rentan terkena infeksi. Akibatnya, mereka dapat memiliki berbagai keluhan pada tubuhnya. 

Lalu, apa saja bagian tubuh yang terserang HIV? Mari simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

  1. Area Kelamin

HIV erat kaitannya dengan infeksi menular seksual. Karena itu, sering kali area kelamin menjadi bagian tubuh yang terserang HIV. Berikut ini tiga gangguan kelamin yang dapat timbul bersamaan dengan infeksi HIV:

  • Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah pertumbuhan jaringan pada daerah kelamin. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Pasien kutil kelamin akan mengeluhkan adanya jaringan berukuran beberapa milimeter yang tumbuh pada daerah sekitar kelamin. Kutil ini dapat tumbuh dan bergabung sehingga menyebabkan massa yang besar.

Artikel Lainnya: Tahapan Fase Gejala HIV yang Wajib Anda Tahu

  • Infeksi Jamur

Seseorang dengan infeksi HIV juga rentan mengalami infeksi jamur pada kelamin, yang disebabkan oleh jamur candida. Infeksi jamur dapat menyebabkan keluhan gatal pada kelamin dan keputihan yang tak biasa (seperti susu yang kental dan menggumpal).

  • Infeksi Saluran Kencing

Pasien dengan HIV juga dapat mengalami infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing erat kaitannya dengan infeksi menular seksual. Beberapa gejalanya berupa nyeri saat buang air kecil, demam, dan anyang-anyangan.

  1. Sistem Saraf Pusat

Seseorang dengan sistem imun yang menurun seperti infeksi HIV, memiliki peningkatan risiko mengalami infeksi otak. Misalnya infeksi oleh toksoplasma atau kuman tuberkulosis. Pasien dengan infeksi otak akan mengalami gejala yang sangat bervariasi, mulai dari nyeri kepala, kelemahan tubuh, dan gangguan penglihatan.

Pada keadaan yang berat, seseorang dengan infeksi otak akan mengalami penurunan kesadaran atau koma yang memerlukan penanganan cepat.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala HIV Tahap Awal Berikut Ini

  1. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem organ yang sering mengalami gangguan pada penderita HIV. Seseorang dengan HIV dapat mengeluhkan diare yang sulit sembuh. Walau sudah diobati dengan berbagai antibiotik, namun diare tetap terjadi. Infeksi saluran cerna ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman, dimulai dari bakteri, virus, maupun jamur.

Pasien yang mengalami diare berkepanjangan rentan terkena gangguan elektrolit, yang memicu kelemahan tubuh. Diare juga menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita HIV. Pemberian obat-obatan yang tepat diperlukan untuk menurunkan kejadian diare.

  1. Sistem Pernapasan

Selanjutnya, bagian tubuh yang terserang HIV sering kali ditemukan pada sistem pernapasan. Gejala yang dapat terjadi adalah batuk, keringat malam, dan sesak napas. Selain itu, paru-paru penderita HIV juga rentan terkena infeksi oleh berbagai kuman lain, dan ini bisa mengancam nyawa jika tidak diobati dengan tepat.

  1. Penglihatan

Pasien dengan HIV dapat mengalami gangguan penglihatan. Misalnya, penurunan lapang pandang yang bisa disebabkan oleh infeksi susunan saraf pusat atau infeksi di dalam mata.

Jadi, infeksi HIV dapat menyebabkan gangguan pada berbagai sistem organ. Mulai dari area kelamin, pencernaan, hingga mata. 

Penanganan yang tepat merupakan kunci utama untuk mengatasi berbagai infeksi pada penderita HIV. Salah satunya dengan minum obat anti-HIV secara rutin. 

Akan lebih baik lagi apabila diagnosis HIV dilakukan sejak awal, sebelum muncul gejala. Dengan demikian, penderita dapat mengonsumsi obat sejak dini dan diharapkan dapat menunda kemunculan infeksi-infeksi ini. Jadi, bagi Anda dengan faktor risiko terinfeksi HIV, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Masih memiliki pertanyaan seputar infeksi HIV atau masalah kesehatan lainnya? Silakan tanya langsung kepada dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis! 

[FY/ RS]

1 Komentar