Sukses

Badan Lemas Saat Diet, Ini Cara Mengatasinya

Demi mencapai berat badan ideal, orang sering melakukan diet. Sayangnya, badan lemas saat diet sering menjadi penghalang.

Klikdokter.com, Jakarta Demi mencapai berat badan ideal, orang sering melakukan diet. Sayangnya, badan lemas saat diet sering menjadi penghalang.

Anda pasti sudah tahu bahwa tidur yang cukup, rutin berolahraga, asupan makanan yang bernutrisi, dan manajemen stres adalah hal-hal yang diperlukan dalam mengoptimalkan energi. Namun, jika yang Anda rasakan justru badan lemas saat diet, Anda harus mencari solusinya.

Menurut Jennifer Sascheck, profesor nutrisi madya Friedman School of Nutrition Science and Policy, Universitas Tufts, Amerika Serikat (AS), seperti dikutip di laman BBC, tubuh bergantung pada energi dan nutrisi yang didapatkan dari makanan. Jadi, apa pun yang Anda makan dan kapan Anda memakannya, dapat berdampak pada perolehan energi.

Disampaikan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, badan lemas bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari aktivitas berlebihan, kurang istirahat, adanya kondisi anemia, gangguan hormon, tekanan darah rendah, termasuk kurangnya asupan makan dan kurang minum air putih. Nah, jika badan lemas ketika Anda melakukan diet, sudah saatnya Anda cari tahu penyebabnya dan segera perbaiki pola diet yang Anda jalankan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab badan lemas dan cara mengatasinya:

1. Tidak makan terlalu lama

Lebih dari dua jam tanpa asupan makanan dapat menurunkan gula darah, dan ini berkontribusi terhadap badan lemas. Makanan menyuplai glukosa bagi tubuh, yaitu sejenis gula yang dibawa dalam aliran darah. Sel-sel tubuh mengandalkan glukosa untuk menghasilkan “transportasi” utama tubuh, adenosina trifosfat (ATP). Otak membutuhkan ini, begitu juga dengan otot dan setiap sel dalam tubuh. Ketika gula darah turun, yang Anda dapat adalah rasa lelah, lapar, mudah tersinggung, dan tidak fokus.

Atasi dengan: makan camilan setiap 2-4 jam untuk menjaga gula darah tetap stabil.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

2. Menu sarapan tinggi gula

Menu sarapan seperti roti dengan selai stroberi, donat, panekuk dengan sirup maple, bubur ayam, bahkan seporsi nasi goreng atau nasi uduk terdengar menggoda untuk dijadikan sarapan. Menurut dr. Rio Aditya, makanan-makanan tersebut punya kandungan gula tinggi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut Anda memang akan merasa berenergi, tapi tak lama setelahnya badan akan terasa lemas karena sebagian besar glukosa dari menu sarapan tersebut telah diserap dan digunakan oleh tubuh, sehingga yang tersisa hanya sedikit.

Atasi dengan: beralih ke menu sarapan yang tinggi serat larut seperti oatmeal, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran dari batang tanaman hijau, wortel, dan buah-buhan seperti berry, pisang, apel, pir, atau alpukat. Jenis serat ini larut dalam usus dan menciptakan semacam filter untuk memperlambat penyerapan gula dan lemak. Selain mengatur kadar gula darah, serat larut dapat menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan populasi bakteri baik dalam usus, dam tentunya membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

3. Konsumsi sayuran yang “salah”

Lho, kok bisa? Sebetulnya tidak ada pilihan sayuran yang salah. Namun, saat diet utamakan konsumsi sayuran silang (cruciferous). Sayur-sayuran tersebut mengandung senyawa isothiocyanate yang dapat mengaktifkan protein Nrf2. Protein ini dapat menghasilkan mitokondria, yaitu bagian dari organel sel yang berfungsi dalam menghasilkan energi.

Menurut Dr. Mladen Golubic, direktur medis dari Center for Lifestyle Medicine di Cleveland Clinic’s Wellness Institute, AS, seperti dilansir di laman BBC, semakin banyak mitokondria di dalam tubuh, maka akan semakin baik pula kerja otot dan membantu Anda menghindari badan lemas.

Atasi dengan: konsumsi lebih banyak jenis sayuran silang seperti brokoli, kubis, kubis brussel (brussel sprout), kembang kol, dan kale.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Tidak makan daging

Apakah Anda seorang vegetarian? Apakah haid Anda sedang “banjir” atau berdurasi lebih lama? Apakah Anda penikmat sejati teh atau kopi? Jika ya, bisa jadi Anda memerlukan zat besi, yang merupakan kunci penting untuk stamina dan kekuatan tubuh. Jika Anda kekurangan zat besi, apa pun diet terbaik yang Anda jalani akan tetap membuat badan terasa lemas.

Daging sapi merupakan sumber terbaik zat besi heme (yang didapat dari makanan hewani), bentuk yang paling mudah digunakan oleh tubuh. Sedangkan sumber zat besi non-heme (zat besi dari tanaman), Anda bisa mendapatkannya lewat kacang merah dan bayam. Untuk membantu tubuh menyerap zat besi non-heme, konsumsi juga makanan yang tinggi vitamin C seperti jeruk, berry, dan tomat. Hindari teh dan kopi 1 jam setelah makan karena asam tanat pada teh dan kopi dapat menghalangi penyerapan zat besi.

Atasi dengan: perbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi (serta makanan yang tinggi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh), serta hindari teh dan kopi 1 jam setelah makan.

5. Memangkas asupan karbohidrat secara drastis

Nasi kerap dianggap sebagai biang keladi bertambahnya berat badan, sehingga banyak orang yang menghindari nasi saat diet. Faktanya, menghindari karbohidrat sama sekali justru akan membuat Anda menjadi mudah lelah dan lemas karena kurangnya sumber energi. Solusinya? Jika Anda biasa makan nasi, ganti dengan konsumsi karbohidrat kompleks.

Dikatakan lagi oleh dr. Astrid, karbohidrat kompleks mengandung gula dengan rantai yang lebih panjang, sehingga membutuhkan waktu cerna lebih lama. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks dapat membantu Anda mendapatkan pasokan energi untuk durasi yang lebih panjang.

Diet yang ideal membutuhkan 50-55 persen karbohidrat kompleks, 20-25 persen protein, dam 25 persen lemak. Karbohidrat kompleks dapat memasok energi saat dicerna, sedangkan protein dan lemak (dan juga serat) dapat memperlambat proses pencernaan sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Atasi dengan: diet dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan lemak dari makanan yang bukan dari makanan proses.

Menu yang tepat dan sehat dapat membantu Anda terhindar dari kelelahan dan badan lemas saat diet. Prinsipnya, makanlah tiga kali sehari dengan menu diet yang Anda terapkan, ditambah dua camilan sehat. Jangan lewatkan sarapan untuk menjamin Anda memiliki energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Yang tak kalah penting, imbangi dengan olahraga secara rutin. Agar diet dapat membawa hasil optimal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan pola diet yang sesuai untuk profil tubuh Anda.

[RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar