Sukses

Tips agar Tetap Sehat Saat Renovasi Rumah

Punya rencana renovasi rumah, tapi takut prosesnya akan mengganggu kesehatan Anda dan keluarga? Ini solusinya.

Bertahun-tahun menempati rumah, pasti ada saatnya Anda harus melakukan renovasi. Bisa jadi karena Anda menginginkan suasana baru, kondisi bangunan rumah yang semakin aus, atau adanya kebutuhan ruang tambahan yang mendesak. Apa pun alasannya, Anda tentu juga harus memastikan kondisi tubuh sehat saat renovasi rumah.

Renovasi bertujuan agar penghuni rumah merasa lebih nyaman menempati huniannya. Meski tergantung pada kebutuhan atau selera pemilik rumah, renovasi tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa perencanaan yang matang. 

Tak hanya desain interior atau eksterior, estimasi biaya, dan pemilihan material, jalannya renovasi juga harus diperhatikan karena proses ini memiliki risiko kesehatan tersendiri. Simak tips sehat berikut ini agar Anda dan keluarga tetap terjaga kesehatannya ketika renovasi rumah.

  1. Pilih Material yang Ramah Lingkungan

Dari sekian banyak material bangunan, Anda harus menentukan pilihan yang tepat. Mengapa? Karena faktanya, jika bahan yang dipilih tidak sesuai dengan standar, maka nantinya akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan.

Artikel Lainnya: Puluhan Remaja di Tiongkok Menderita Leukemia akibat Cat Tembok

Salah satu contohnya adalah bahan asbes yang sering digunakan untuk genteng. Debu asbes dapat melayang di udara dan terhirup oleh Anda. Debu ini lalu akan terjebak di paru-paru dan menumpuk, sehingga menyebabkan kesulitan bernapas dan gangguan paru-paru. 

Selain itu, beberapa penelitian menemukan bahwa asbes dapat menyebabkan kanker paru-paru, laring, dan ovarium.

Untuk pencegahan, sebaiknya Anda menggunakan atap berbahan tanah liat yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Perhatikan pula penggunaan material bangunan lainnya seperti ubin, pipa, cat tembok, dan sejenisnya yang memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

  1. Gunakan Perlengkapan Pelindung

Tips sehat saat renovasi rumah lainnya adalah dengan menggunakan perlengkapan pelindung. Kecelakaan saat bekerja bisa saja terjadi. Oleh karena itu, selama kondisi sebagian atau seluruh rumah Anda tengah dalam tahap renovasi, gunakan perlengkapan yang memadai sebagai pelindung. 

Pakailah masker yang mampu menutup hidung serta mulut. Masker dapat melindungi Anda dari berbagai macam paparan zat kimia dalam cat, semen, lem, hingga debu-debu yang beterbangan. Helm, sepatu bot, hingga sarung tangan juga perlu digunakan jika Anda merenovasi rumah secara total.

Artikel Lainnya: Awas, Bahan Kimia di Perabotan Rumah Ancam Kesehatan Anak 

  1. Perhatikan Kondisi Anggota Keluarga

Pertimbangkan kondisi serta riwayat kesehatan anggota keluarga sebelum melakukan perombakan rumah. 

Pertama, perhatikan bila ada salah satu dari anggota keluarga Anda yang alergi terhadap debu. Jauhkan mereka dari pusat renovasi pada ruangan-ruangan tertentu. Memang paling baik adalah anggota keluarga yang alergi tersebut tidak ikut dalam renovasi atau menggunakan alat pelindung seperti masker.

Sebaiknya Anda menunda renovasi rumah ketika memiliki bayi. Selain kualitas udara sekitar yang menurun, polusi suara seperti bunyi dentuman palu ke dinding juga dapat membuat buah hati Anda stres serta rewel. Hal ini berakibat pada terganggunya kualitas tidur si Kecil.

Jika memang Anda memiliki bayi atau ada anak yang memiliki alergi tertentu, lebih baik ungsikan mereka selama renovasi rumah. Bisa dengan menyewa kamar di dekat rumah, untuk memudahkan pengawasan kerja tukang. Jika renovasi yang dilakukan bersifat minor, titipkan bayi dan pengasuh di rumah kerabat.

Artikel Lainnya: Tips Membuat Udara Lebih Sehat di Rumah Anda 

  1. Jaga Kondisi Tubuh dengan Baik

Tubuh Anda tentunya membutuhkan istirahat. Renovasi rumah memang biasanya memiliki target kapan selesai. Namun, janganlah terlalu memforsir tenaga Anda. 

Ketika Anda sudah lelah, sebaiknya Anda beristirahat sejenak. Terlalu lelah dapat meningkatkan risiko cedera atau kecelakaan ketika Anda merenovasi rumah. Jangan sampai Anda tiba-tiba pingsan dan jatuh tertimpa tangga pula.

  1. Pastikan Asupan Cairan Tubuh

Sehat saat renovasi rumah juga dapat tercapai jika tubuh cukup hidrasi. Tubuh Anda membutuhkan cairan untuk melakukan fungsinya dengan baik. Jika tubuh kekurangan cairan, kondisi tersebut disebut dengan dehidrasi. Dehidrasi ada yang bersifat ringan, sedang, dan berat. 

Pada dehidrasi ringan, Anda akan merasakan haus, mual, dan sulit untuk melakukan aktivitas fisik. Pada dehidrasi sedang, tubuh mulai kesulitan untuk berkonsentrasi dan lemas. 

Artikel Lainnya: Hati-hati! 5 Sudut Rumah Ini Rawan Jadi Sarang Kuman

Sementara pada dehidrasi berat, akan terjadi kebingungan, kram otot, bahkan bisa tidak sadarkan diri. Karena itu, minumlah air putih secara cukup selama merenovasi rumah.  

  1. Matikan Sumber Listrik

Ketika sedang mengerjakan bagian listrik, selalu ingat untuk mematikan daya sumber listrik. Hal ini dapat menurunkan risiko kesetrum bahkan luka bakar listrik. 

Luka bakar listrik merupakan luka bakar yang parah dan membutuhkan pertolongan medis. Selain itu, luka bakar listrik dapat memengaruhi irama jantung.

  1. Pedulikan Kesehatan Mental

Renovasi rumah dapat menguras pikiran, emosi, dan tenaga. Akibatnya Anda akan merasa stres dan tertekan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menyelipkan aktivitas normal dan tidak terlalu fokus akan renovasi rumah. 

Misalnya dengan berolahraga, yoga, meditasi, berkumpul dengan teman-teman, melakukan hobi, dan lainnya. Kegiatan-kegiatan ini dapat membuat Anda tetap sehat secara mental. 

Silakan renovasi rumah Anda sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Namun, jangan sampai proses tersebut mengganggu kesehatan Anda dan segenap anggota keluarga, ya!

Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini? Yuk, tanya langsung kepada dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar