Sukses

Perhatikan Ini Saat Memilih Metode Kontrasepsi

Apakah Anda menggunakan metode kontrasepsi tertentu untuk mencegah kehamilan? Awas, jangan sampai salah pilih!

Klikdokter.com, Jakarta Kontrasepsi merupakan jalan keluar terbaik untuk pasangan yang ingin menunda kehamilan. Selain praktis dan efisien, kontrasepsi juga tersedia dalam banyak pilihan. Namun di balik itu, tahukah Anda ternyata kontrasepsi juga dapat mendatangkan sederet dampak buruk bila digunakan secara tidak tepat?

Faktanya, penggunaan kontrasepsi harus disesuaikan dengan keadaan setiap pasien. Jika tidak, bukan tak mungkin Anda justru akan merasakan efek samping yang mengerikan.

Atas dasar itu, Anda tidak bisa sembarang pilih dan memutuskan secara sepihak. Adapun beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih dan menentukan metode kontrasepsi yang hendak digunakan, yakni:

1. Hormonal atau non-hormonal

Dalam memilih jenis kontrasepsi, Anda harus memperhatikan apakah kontrasepsi tersebut mengandung hormon (hormonal) atau tidak (non-hormonal). Contoh kontrasepsi hormonal: pil KB, suntik, implan, dan IUD hormonal. Sedangkan, contoh kontrasepsi non-hormonal: spiral atau kondom.

Kontrasepsi hormonal umumnya lebih berdampak bagi tubuh, sehingga harus benar-benar dipertimbangkan, terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit metabolik seperti tekanan darah tinggi atau diabetes melitus.

Kontrasepsi hormonal memiliki efek samping berupa perdarahan yang tidak teratur, mulai dari munculnya flek hingga perdarahan berkepanjangan. Bahkan, sebanyak 70% pengguna kontrasepsi suntik tidak mengalami siklus menstruasi.

Tak hanya itu, kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, tekanan darah meningkat, dan risiko osteoporosis di kemudian hari.

2. Jangka panjang atau jangka pendek

Dalam memilih suatu metode kontrasepsi, Anda juga perlu memperhatikan jangka waktu penggunaan. Jika hanya ingin menunda kehamilan selama 1 atau 2 tahun, Anda disarankan untuk menggunakan kontrasepsi jangka pendek–seperti kondom, pil KB, suntik atau implan.

Sedangkan, jika Anda bermaksud menunda kehamilan lebih dari 2 tahun, metode kontrasepsi yang dapat dipilih adalah suntik atau spiral. Sementara itu, jika Anda benar-benar tidak ingin hamil sepanjang hidup, Anda dapat memilih metode kontrasepsi permanen, yaitu dengan vasektomi atau tubektomi.

3. Waktu kontrol

Bagi Anda yang tidak suka repot atau sering lupa, pemilihan kontrasepsi  jenis pil sebaiknya dihindari. Ini karena kontrasepsi pil membutuhkan kedisiplinan yang tinggi untuk dapat mencapai efektivitasnya.

Bagi Anda yang sibuk dan tidak punya banyak waktu, pilihlah metode kontrasepsi spiral (IUD), implan atau suntik dengan jangka waktu 3 bulan.

Sedangkan, jika Anda memiliki pekerjaan khusus yang menggunakan tangan secara aktif, pemilihan kontrasepsi jenis implan sebaiknya dihindari. Ini karena gerakan berlebihan pada area tangan dapat membuat implan bergeser dari tempat yang semestinya, sehingga efektivitasnya bisa hilang sama sekali.

Sejatinya, kontrasepsi dapat membantu Anda dan pasangan mengetahui waktu yang tepat untuk memiliki momongan. Karena itu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan bidan atau dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Salam sehat!

[NB/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar