Sukses

Inilah Penyebab Penis Bernanah dan Cara Mengobatinya

Penis bernanah dapat menjadi tanda dari adanya masalah kesehatan serius. Yuk, cari tahu penyebab kelamin pria keluar nanah dan cara terbaik mengatasinya!

 

Penis pria yang mendapat rangsangan seksual akan secara alami mengeluarkan cairan berwarna bening atau keputihan. Kondisi ini normal, dan dapat dialami oleh semua pria yang sehat.

Akan tetapi, jika yang keluar dari penis adalah cairan nanah berwarna kuning atau kehijauan, Anda mesti waspada. Faktanya, penis bernanah dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan serius.

Secara umum, kondisi penis bernanah dapat disertai keluhan nyeri saat berkemih. Kondisi ini juga mungkin disertai keluhan lain, seperti gatal atau rasa panas pada area kelamin. 

Artikel Lainnya: Inilah yang Terjadi Ketika Seorang Pria Kehilangan Penis

Penyebab Penis Bernanah

Apa penyebab kelamin pria keluar nanah? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini pembahasannya untuk Anda:

1. Gonore

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae

Gejala utama penyakit gonore adalah keluarnya cairan berwarna kuning keruh saat berkemih, yang terkadang disertai rasa gatal, panas, dan nyeri di sekitar lubang penis.

Apabila terdapat keluhan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap cairan penis dan urine untuk memastikan penyebabnya. Jika memang terbukti adanya infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae, maka dokter akan memberikan terapi antibiotik.

2. Balanitis

Kondisi ini merupakan peradangan pada ujung kepala penis, yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi penyakit menular seksual, iritasi, dan reaksi alergi.

Gejala utama penyakit balanitis adalah adanya warna kemerahan pada kepala penis, yang disertai iritasi dan luka. Jika infeksi berlanjut, akan muncul cairan kental keluar dari celah kulup penis (preputium), khususnya pada pria yang tidak dikhitan.

Penanganan balanitis tergantung dari penyebabnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan alat kelamin, terutama pria yang tidak dikhitan. 

Pasalnya, area kulup penis merupakan tempat menumpuknya kotoran kulit di area genitalia (smegma). Hal inilah yang memudahkan kuman bersarang di area tersebut apabila tidak rutin dibersihkan.

3. Chlamydia 

Bakteri Chlamydia trachomatis menyebabkan penyakit chlamydia, yang sering memicu terjadinya infeksi Nongonococcal urethritis alias peradangan pada saluran kemih. 

Sebagian besar penderita tidak merasakan gejala saat tertular penyakit ini. Namun, seiring dengan perkembangan kuman di dalam tubuh, gejala akan muncul setelah 3 minggu terinfeksi. 

Beberapa gejala yang bisa terjadi, yaitu keluarnya cairan berwarna putih kental dari ujung penis, disertai rasa terbakar atau gatal.

4. Mycoplasma Genitalium

Sama seperti chlamydia, penyakit yang disebabkan bakteri Mycoplasma genitalium ini merupakan salah satu penyebab Nongonococcal urethritis

Kondisi ini tidak selalu memberikan keluhan di awal perjalanan penyakit. Namun, dapat muncul rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil, disertai keluarnya cairan selain urine dan semen dari penis. 

5. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat. Selain menjadi penyebab penis bernanah, kondisi ini dapat pula menimbulkan keluhan BAK berbau atau berdarah, sulit atau nyeri saat ejakulasi, serta pancaran urine yang lemah.

6. Kanker Penis

Keluarnya cairan berbau dan tidak seperti biasanya, termasuk penis bernanah, dapat menandakan adanya kanker penis. 

Adanya benjolan atau sariawan yang tidak membaik dalam sebulan, ruam, perdarahan penis atau kulup (bagi yang tidak disunat), serta perubahan kulit penis juga bisa menandakan kanker penis.

Artikel Lainnya: Penis Kecil Pengaruhi Kesuburan Pria, Mitos atau Fakta? 

Cara Mengobati Penis yang Keluar Nanah

Sebagian besar penyebab penis bernanah adalah infeksi bakteri, sehingga mengobatinya perlu menggunakan antibiotik. Obat ini mesti dan wajib dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter.

Setelah obat habis, penderita penis keluar nanah mungkin akan disarankan untuk melakukan tes urine dan cairan penis kembali. Hal ini untuk memastikan apakah bakteri penyebab penyakit sudah menghilang atau belum.

Pada beberapa kasus, penis bernanah tak dapat diatasi hanya dengan pemberian antibiotik. Pada kasus kanker penis misalnya, terapi antibiotik tidak akan berguna untuk mengatasi keluhan. Oleh karena itu, penting memastikan penyebabnya sebelum melakukan terapi.

Guna menghindari penyakit yang menyebabkan penis mengeluarkan nanah, Anda harus mampu menjaga kebersihan penis dan menerapkan gaya hidup secara umum. 

Pastikan untuk membersihkan area penis dengan saksama. Terapkan juga kehidupan seksual yang sehat dengan tidak berganti-ganti pasangan.

Anda pun mesti menghindari berbagi penggunaan alat bantu seks, serta menggunakan alat pengaman seksual seperti kondom saat berhubungan seksual.

Penis merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam sistem reproduksi pria. Jika terdapat infeksi di area tersebut hingga bergejala keluarnya nanah dan tak segera diatasi, bukan tidak mungkin Anda akan terkena gangguan kesuburan (infertilitas). 

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan penis mengeluarkan nanah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Apabila Anda ingin berkonsultasi mengenai kesehatan penis atau organ tubuh lainnya, tak perlu ragu untuk chatting langsung dengan dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2022. Non-STD Causes of Penile Discharge

NHS. Diakses 2022. Penile Cancer

7 Komentar

  • Rai******rtsany

    Saya mau nanya dok Padahal saya ga pernah ngelakuin apa apa kok penis saya keluar nanah gitu y pas waktu kencing nyeri gtu gimana cara cepat sembuhin ya makasih

  • Jab**

    Dok ..saya mengalami penis keluar nanah.pdahal saya ga ganti" pasangan ..gimana cara mengatasi

  • Mic******ilson

    Dok, saya kmrin mengalami penis bernanah. Dan saya sdh suntik ke dokter. Yg saya tanyakan apakah penyakit ini bsa kambuh lagi? Dan penyakit ini ada bisa menjadi HIV gk dok? Saya jadi ke pikiran gk tenang dok. Apakah 5 tahun ke depan org yg menderita penyakit ini bsa menderita HIV? Trima kasih