Sukses

Manfaat Musik untuk Tumbuh Kembang Anak

Mengenalkan musik pada anak, selain menghibur ternyata juga bermanfaat untuk tumbuh kembang mereka.

Klikdokter.com, Jakarta Hampir setiap orang gemar mendengarkan musik, tak terkecuali mereka yang masih anak-anak. Secara naluriah, orang tua kerap menggunakan musik untuk menghibur atau menenangkan anak. Namun ternyata, mengenalkan musik pada anak juga dapat memberikan berbagai manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar menghibur. Salah satu manfaatnya adalah berguna untuk tumbuh kembang anak.

Lalu, apa saja manfaat musik untuk anak?

1. Menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak

Studi menyebutkan, bayi-bayi prematur yang diberikan stimulasi musik klasik mengalami pertambahan berat badan yang lebih signifikan daripada yang tidak. Ini karena musik klasik membuat bayi-bayi merasa lebih nyaman, sehingga bisa tidur nyenyak.

“Proses pertumbuhan fisik dan perkembangan otak terjadi saat anak tidur pulas. Musik klasik membuat bayi nyaman sehingga tenang dan bisa tidur pulas,” ujar terapis musik, Irene Felicia Simanjuntak, MAM-MT., di SLB C Kyriakon, Jakarta.

2. Membantu mengajarkan anak berbagai hal baru

Tak hanya musikalitas, bermusik ternyata juga membantu mengembangkan area otak yang terlibat dalam keterampilan berbahasa, matematika dan berlogika, serta kemampuan visuospasial. Karenanya, musik bisa digunakan untuk mengajari anak hal-hal baru.

Ketika anak sedang suka mengoceh, mengajarkan hal kecil seperti menyanyi kepada anak, merupakan aktifitas menyenangkan, Di saat bersamaan bisa mengajarkannya konsep atau kosakata baru, serta cara mengucapkannya,” kata Irene.

3. Meningkatkan kerja otak, daya ingat dan kemampuan berpikir

Hasil studi menemukan bahwa jumlah sinaps atau hubungan antar sel otak pada musisi atau orang yang aktif bermusik jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak. Hal yang sama juga berlaku pada anak yang diberikan stimulasi musik sejak dini, atau belajar musik dengan yang tidak. Bermusik pun dapat meningkatkan jumlah sinaps dan aktivitas antar kedua belahan otak, sehingga kerja otak menjadi lebih cepat, efektif dan kreatif.

Hal itu terjadi karena otak dilatih untuk multi-tasking, khususnya bila seorang anak terlibat aktif dalam bermusik. Banyak area otak, baik bagian kiri maupun kanan, yang akan aktif oleh stimulasi musik.

“Hasil penelitian dan gambaran rekam otak memperlihatkan bahwa hampir seluruh bagian otak aktif ketika mendengarkan musik. Dan jauh lebih aktif ketika seseorang memainkan alat musik atau terlibat dalam aktivitas bermusik. Bagian otak, khususnya area visual, auditorik, dan motorik akan aktif secara bersamaan. Bahkan, pada orang yang mengalami cedera otak, musik mampu mengaktifkan neuplastisitas otak, yakni kemampuan otak untuk membentuk sinaps baru,” sambung Irene, yang menyelesaikan pendidikan terapi musiknya di Filipina.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Meningkatkan konsentrasi

Mendengarkan musik tertentu, misalnya musik klasik atau yang menenangkan, akan membantu meningkatkan konsentrasi. Sedangkan, belajar memainkan alat musik akan melatih anak untuk bisa fokus terhadap suatu aktivitas dalam satu periode tertentu. Hal tersebut akan bermanfaat pula di bidang lain, misalnya saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

5. Mengembangkan karakter dan keterampilan sosial

Saat anak memainkan alat musik atau terlibat dalam aktivitas bermusik, ia akan berinteraksi dengan orang dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, keterampilan sosial dapat terasah melalui koordinasi dan kerja sama untuk menghasilkan harmoni yang indah.

Tak hanya itu, bermusik juga turut mengasah pengendalian diri, kesabaran, dan ketekunan, sebab anak harus konsisten dan bekerja keras untuk mendapatkan reward yang konkret. Sifat-sifat tersebut tentunya penting untuk dimiliki anak saat dewasa kelak.

6. Mengembangkan rasa percaya diri

Menurut Irene, musik adalah tempat yang paling aman untuk belajar. Walau ada satu nada yang salah dimainkan, musik masih bisa terdengar indah. Tidak seperti matematika atau bahasa yang lebih rumit. Pada akhirnya, hal itu akan membuat anak tidak takut untuk mencoba serta berani mengambil risiko.

Adanya dorongan positif guru musik serta antusiasme orang tua saat anak belajar bermusik juga akan menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri. Apalagi ketika anak berhasil mencapai sesuatu. Bermusik juga melatih anak tampil di depan banyak orang, sehingga ia bisa sekaligus belajar mengatasi rasa takut yang dimilikinya.

7. Media quality time yang menyenangkan

Bernyanyi dan bermusik memberikan rasa senang dan kebahagiaan, baik bagi orang tua maupun anak. Ikatan batin dan emosi antara orang tua dan anak pun dapat menjadi lebih kuat saat menikmati musik bersama-sama. Semua ini akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak yang lebih optimal, karena anak merasa diperhatikan dan mendapat cukup kasih sayang.

2 dari 3 halaman

Waktu yang tepat mengenalkan musik pada anak

Sejak dalam kandungan, janin sudah bisa merasakan getaran yang dihasilkan oleh musik dan berespons terhadap hal itu. Anda pun mungkin pernah merasakan bayi yang dikandung menjadi lebih tenang atau malah bergerak sebagai respons terhadap musik tertentu. Karena itu, stimulasi sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

Mendengarkan musik kepada anak itu baik. Tetapi, memainkan alat musik atau melibatkannya dalam aktivitas bermusik, seperti bernyanyi, memainkan alat musik sesuai tahap perkembangan anak, atau mengekspresikan musik melalui gerakan, akan jauh lebih baik,” menurut Irene, yang juga aktif mengajar di Canzona Music School, Jakarta.

Irene pun menggarisbawahi bahwa pendidikan musik pada anak usia dini atau pra-sekolah paling baik dilakukan melalui metode belajar sambil bermain, dimana cara ini paling sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Sedangkan, pendidikan musik yang formal bisa dimulai saat anak berusia 5 tahun, yakni saat anak telah memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian atau konsentrasi yang lebih baik.

Orang tua harus terlibat aktif

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari musik, orang tua juga perlu terlibat aktif. Ingatlah bahwa dalam bermusik, Anda adalah guru pertama dan terpenting bagi si Kecil.

Bila Anda mendaftarkan si Kecil ke dalam kelas musik, pastikan itu sesuai dengan tahapan usianya. Durasi kelas musik anak balita umumnya tak lebih dari 45 menit, dan harus berupa aktivitas yang melibatkan Anda serta si Kecil.

“Menurut metode Suzuki, peran orang tua jelas sangat penting dalam mengasah musikalitas dan tumbuh kembang anak. Pembentukan karakter, kemampuan belajar, serta kemampuan bermusik anak akan jauh lebih optimal jika ada peran positif dan dorongan orang tua di setiap proses pembelajaran,” pungkas Irene.

Anda tak perlu menjadi seorang ahli musik untuk mengajar anak mencintai dan menikmati musik. Yang terpenting, kenalkan anak dengan musik yang sesuai sesering mungkin. Pastikan pula anak dapat terlibat aktif dalam bermusik. Dengan cara ini, seluruh aspek tumbuh kembang anak akan terasah dengan lebih optimal. Yuk, bermusik!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar