Sukses

Kapan Konsumsi Antibiotik Benar-Benar Dibutuhkan?

Anda tidak harus mengonsumsi antibiotik setiap kali sakit! Kapan waktu yang tepat?

Klikdokter.com, Jakarta Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan di tengah masyarakat. Perkembangan antibiotik dinilai sebagai salah satu kemajuan di dunia kedokteran modern. Sejak antibiotik digunakan pada tahun 1940-an, angka harapan hidup manusia menjadi meningkat.

Fungsi Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Saat ini, jenis antibiotik yang ada biasanya bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab infeksi, atau menghambat bakteri dalam memperbanyak diri di dalam tubuh.

Pada umumnya, antibiotik digunakan oleh dokter untuk mengobati berbagai jenis penyakit, antara lain infeksi telinga, infeksi sinus, infeksi gigi, infeksi kulit, infeksi pada selaput otot, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi saluran kemih.

Infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti influenza tidak akan efektif bila diobati dengan antibiotik. Biasanya bila diperlukan, dokter akan memberikan obat antivirus untuk infeksi yang disebabkan oleh virus.

Salah Kaprah Soal Antibiotik

Sayangnya, saat ini penggunaan antibiotik di masyarakat masih belum bijak. Masih banyak orang yang minum antibiotik tidak sesuai indikasi pengobatan dan tanpa resep dokter, apa pun jenis penyakit yang dialami.

Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 didapatkan 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dari 35,2% tersebut, 86,1% di antaranya memperoleh obat antibiotik tanpa resep dokter.

Padahal, penggunaan antibiotik tertentu secara sembarangan dapat menghasilkan pengobatan yang tidak efektif dan menyebabkan resistansi bakteri (bakteri kebal terhadap antibiotik tertentu). Resistansi bakteri dapat timbul karena penggunaan antibiotik secara berlebihan.

Seiring berjalannya waktu, bakteri dapat beradaptasi dengan antibiotik yang diberikan secara berlebihan sehingga lama-kelamaan kebal terhadap antibiotik. Parahnya, kondisi resistansi bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Jika bakteri di tubuh seseorang sudah resistan terhadap suatu antibiotik, tentu akan lebih sulit untuk menentukan pilihan antibiotik yang tepat untuk pengobatan.

Karena itu, penting sekali untuk mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dan dalam pengawasan dokter. Selain karena harus sesuai indikasi, penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping dan reaksi alergi pada tubuh.

Efek samping antibiotik meliputi muntah, mual, diare, perut kembung, nyeri perut, dan turunnya nafsu makan. Pada perempuan, dapat timbul keluhan seperti gatal dan sensasi terbakar di area vagina, serta keluarnya cairan vagina abnormal dan nyeri saat berhubungan seksual.

Pada beberapa orang bisa juga terjadi reaksi alergi, seperti ruam gatal, batuk, napas berbunyi (mengi), hingga gangguan pernapasan. Selain itu, penggunaan antibiotik dapat memengaruhi kerja obat lain di dalam tubuh, contohnya pil kontrasepsi.

Ingat, antibiotik harus diminum sesuai anjuran atau resep dokter. Aturan pakainya pun wajib diperhatikan secara saksama dan tepat. Tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat waktu. Ketika sakit, selain mengonsumsi antibiotik, Anda juga dapat mencegah penyebaran penyakit dengan menjaga kebersihan diri, seperti mandi dan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar