Sukses

Deretan Artis yang Meninggal karena Serangan Jantung

Inilah sederet artis luar maupun dalam negeri yang meninggal karena penyakit jantung.

Klikdokter.com, Jakarta Hanya karena para selebritas punya uang untuk menyewa koki dan pelatih pribadi, tidak berarti mereka pasti terhindar dari serangan jantung. Faktanya, serangan jantung juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sehingga, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung, penting sekali untuk menerapkan pola hidup sehat demi menurunkan risiko penyakit tersebut.

Berikut adalah daftar artis luar maupun dalam negeri yang meninggal karena serangan jantung:

1. Elvis Presley (1935–1977)

“The King of Rock and Roll” ini meninggal dunia pada usia yang masih muda, 42 tahun. Elvis diketahui memiliki sejarah panjang gangguan jantung dalam keluarganya. Ia juga pemakai obat-obatan dan pemakan segala, mulai dari daging merah, selai kacang, hingga makanan yang digoreng.

Pada saat kematiannya, Elvis memanggul catatan medis yang cukup panjang (dan mengkhawatirkan): tekanan darah tinggi, glaukoma, kolon yang membesar, kerusakan hati, dan emfisema.

2. James Gandolfini (1961–2013)

Aktor kawakan Amerika James Gandolfini terkenal dengan perannya sebagai bos mafia dalam serial televisi “The Sopranos”. Pada Juni 2013, ia ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi sebuah hotel di Roma, Italia, saat berlibur bersama keluarganya.

Sebuah laporan mengatakan bahwa makanan terakhir Gandolfini adalah udang dan foie gras. Jika ini benar, berarti ia mengonsumsi dosis lemak jenuh, sodium, dan kolesterol yang signifikan sesaat sebelum meninggal. Selain itu, ia juga memiliki berat badan yang overweight, sehingga banyak orang tak terlalu terkejut dengan penyebab kematiannya.

3. Louis Armstrong (1901–1971)

Bagi para pencinta musik jazz, pasti sudah tak asing dengan Louis Armstrong. Sebulan sebelum kematiannya, Armstrong sempat dirawat di Beth Israel Medical Center, New York, selama 10 minggu akibat gangguan jantung, hati, dan ginjal. Ia kemudian dipulangkan dan sempat melakukan wawancara untuk mengumumkan niatnya kembali ke publik.

Namun, tak lama kemudian, musisi yang terkenal dengan lagu “What a Wonderful World” ini meninggal di dalam tidurnya.

4. Benyamin Sueb (1939–1995)

Benyamin Sueb adalah seniman legendaris Betawi yang melampaui sekat-sekat. Sepanjang kariernya, Benyamin telah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film.

Benyamin meninggal dunia setelah koma beberapa hari usai bermain sepak bola, akibat serangan jantung. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, sesuai wasiat yang dituliskannya.

5. Adjie Massaid (1967–2011)

Aktor Adjie Massaid meninggal dunia pada usia 43 tahun. Ia mengalami serangan jantung usai bermain sepak bola.

Kronologisnya, setelah menjalani aktivitasnya sebagai anggota DPR, Adjie bermain sepak bola pada sore hari. Tak seperti biasanya, ia bermain tidak sampai dua babak. Setibanya di rumah, Adjie mengeluh sesak napas dan sakit pada dadanya. Hingga akhirnya, ia terjatuh saat berada di ruang keluarga.

Ada beberapa artis dalam negeri lainnya yang meninggal akibat serangan jantung, antara lain Basuki, Sys NS, Ade Namnung, dan Mike Mohede.

Membedakan Gangguan Jantung

Banyak yang menyamakan serangan jantung dengan gangguan jantung lainnya, seperti gagal jantung dan henti jantung. Padahal, ketiganya merupakan kondisi yang berbeda.

Dalam dunia medis, serangan jantung dikenal dengan istilah sindrom koroner akut. Ini merupakan suatu keadaan ketika pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan, sehingga aliran darah menjadi terhambat. 

Gagal jantung adalah suatu keadaan saat jantung tidak dapat melakukan fungsi pemompaan darah dengan baik. Sementara itu, henti jantung mendadak adalah suatu kondisi ketika jantung berhenti berdenyut.

Terlepas dari jenis gangguan jantungnya, faktor risiko ketiganya sangat mirip, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, merokok, kurangnya aktivitas fisik, diet tinggi lemak jenuh, dan riwayat keluarga. Diabetes adalah faktor risiko yang sangat besar.

Jadi, untuk menghindari serangan jantung atau gangguan jantung lainnya, waspadalah  dengan faktor risiko tersebut. Bila sudah telanjur, segera ubah jalur dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar