Sukses

Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit

Tak hanya merusak paru-paru, paparan polusi udara juga berdampak buruk terhadap kulit Anda.

 

Polusi udara seakan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, terlebih jika Anda tinggal di kota-kota besar. Keadaan ini tentu tidak bisa dianggap remeh. Sebab, bahaya polusi udara tidak hanya berdampak terhadap paru-paru, kesehatan kulit juga bisa terganggu.

Perlu Anda tahu, kulit merupakan organ terbesar yang dimiliki oleh manusia. Orang dewasa umumnya memiliki luas kulit hingga mencapai 2 m2, dengan berat 3,6 kg.

Karena terletak di bagian paling luar, kulit memiliki fungsi sebagai perisai tubuh. Maka dari itu, bagian tubuh ini menjadi yang pertama kali terpapar oleh substansi dari luar, termasuk oleh polusi udara.

Dampak polusi udara bagi kulit tidak main-main. Kulit yang terpapar polusi udara, baik dalam bentuk asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor, maupun debu jalanan, berisiko tinggi untuk mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

1 dari 4 halaman

1. Rusaknya Kolagen Kulit

Salah satu efek polusi bagi kulit Anda adalah rusaknya kolagen. Senyawa kimia yang berasal dari polusi udara dapat merusak struktur kolagen kulit dan menghambat produksinya.

Padahal, kolagen pada lapisan kulit berperan penting dalam menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit. Oleh karena itu, kulit yang sering terpapar polusi udara cenderung lebih kendur, keriput, dan kusam.

Artikel Lainnya: Awas, Polusi Udara Picu Penuaan Dini dan Kerutan di Wajah

2. Timbulnya Jerawat

Tersumbatnya kelenjar minyak di wajah menjadi salah satu dampak polusi udara bagi kulit. Sumbatan tersebut diakibatkan oleh debu dan kotoran yang terkandung dalam polusi udara.

Kelenjar yang tersumbat jika dibiarkan dapat menimbulkan iritasi kulit, bahkan tumbuhnya kuman di permukaan kulit, seperti bakteri atau jamur. Jika hal ini terjadi pada kulit wajah Anda, maka jerawat tak bisa dihindari lagi.

2 dari 4 halaman

3. Flek Hitam di Wajah

Udara yang tercemar dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Efek polusi bagi kulit ini dapat membuat sel tubuh memproduksi antioksidan dan melepas melanin yang berperan pada pigmentasi kulit secara berlebihan.

Melanin yang dilepas tersebut berperan dalam melawan kerusakan yang terjadi. Namun sayangnya, bila kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, flek hitam akan timbul sebagai akibatnya.

4. Memperburuk Kondisi Kulit

Jika Anda memiliki psoriasis, dermatitis, atau eksim, dampak polusi udara bagi kulit akan memperparah kondisi penyakit tersebut, terutama bila paparan terjadi secara berkelanjutan.

Tentunya paparan polusi terus-menerus dapat mengganggu usaha Anda untuk mencegah kondisi kulit yang disebutkan di atas kambuh kembali.

Artikel Lainnya: Benarkah Polusi Udara Bisa Berdampak pada Plasenta?

3 dari 4 halaman

5. Memperbesar Risiko Kanker Kulit

Kulit dapat menyerap berbagai zat berbahaya yang terhimpun di dalam polusi udara. Jika ini terjadi dalam waktu lama, maka risiko terjadinya kanker kulit akan semakin besar.

Bahaya polusi udara dapat meningkat dan memperparah kondisi jika Anda juga kerap terpapar sinar ultraviolet setiap hari.

Meski berbahaya, dampak buruk polusi udara bagi kulit sebenarnya bisa dicegah. Cara mencegah efek polusi bagi kulit cukup mudah. Anda dianjurkan untuk membersihkan kulit setidaknya dua kali sehari.

Hindari juga merokok agar dampak polusi udara bagi kulit tidak semakin buruk. Selain merusak sel tubuh bagian dalam, merokok juga dapat mengancam kesehatan kulit Anda. Selain itu, asap rokok yang dihasilkan juga akan memperburuk polusi udara yang sudah ada.

Jangan lupa konsumsi makanan kaya antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan melawan radikal bebas yang disebabkan oleh polusi udara. Anda dapat mengonsumsi bayam, wortel, tomat, jeruk, atau sayur maupun buah-buahan kaya antioksidan lainnya.

Bahaya polusi udara tak hanya melibatkan organ paru-paru. Karena nyatanya, dampak polusi udara bagi kulit pun cukup banyak. Jadi, agar kesehatan kulit tetap terjaga, segera lakukan tindakan pencegahan dengan membersihkan kulit secara teratur, menjauhi rokok, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan menerapkan pola hidup sehat lainnya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar topik terkait, tanyakan saja kepada dokter secara langsung melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar