Sukses

Jangan Biasakan Multitasking Saat Makan Siang, Ini Alasannya

Makan siang sambil melakukan beberapa hal yang lain sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Makan adalah kegiatan sehari-hari yang tidak boleh dilupakan. Baik itu sarapan, makan siang, makan malam ataupun makanan ringan (snack). Pasalnya, waktu makan siang sering dijadikan waktu yang tepat untuk multitasking seperti rapat, mengerjakan tugas, berkumpul bersama teman, menonton televisi atau hanya sendiri sambil main gawai.

Sebuah survei mengatakan, 86% orang Indonesia ternyata mencuri kesempatan untuk makan saat beraktivitas. Nyatanya, seorang ahli gizi mengatakan bahwa kebiasaan ini justru tidak dianjurkan, karena dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan. Melakukannya akan meningkatkan risiko obesitas.

Misalnya, ketika makan sambil beraktivitas, terkadang Anda lupa bahwa makanannya sudah habis dan tidak sadar berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, Anda tidak merasa kenyang, bahkan cenderung menambah porsi makan.

Hal ini akan memicu orang makan lebih banyak dari porsi biasanya. Dengan berat badan yang tidak terkendali, hal ini dapat memicu terjadinya obesitas.

Hal ini juga berlaku bagi mereka yang tengah berkumpul bersama teman-temannya atau hanya sekadar membaca koran atau bermain gawai. Sebuah penelitian secara acak mengatakan bahwa kegiataan ini semakin meningkatkan rasa lapar selagi mendengarkan cerita dari rekan atau berita dari layar televisi.

Sehingga, makanan yang tersedia di depan mata akan selalu dinikmati sambil melakukan aktivitas lain seperti menonton atau membaca koran. Alhasil, berat badan akan lebih cepat meningkat dan nilai obesitas akan terus bertambah.

Bagi para pekerja, padatnya jadwal sehari-hari terkadang membuat makan siang di meja kerja selalu menjadi salah satu pilihan untuk menghemat waktu. Dengan harapan waktu kerja Anda lebih efisien, makan siang tidak terlewatkan dan pekerjaan pun terselesaikan.

Namun perlu diketahui, meja kerja bukanlah tempat yang bersih untuk makan. Risiko terpapar bakteri dari meja pun lebih tinggi dan ancaman penyakit semakin meningkat.

Di samping itu, ketika makan sambil bekerja, konsentrasi pun akan terbagi. Biasanya Anda akan lebih terpusat dan fokus pada pekerjaan yang sedang Anda lakukan dibanding makan, sehingga berdampak buruk pada sistem pencernaan.

Hal ini dikarenakan makanan yang seharusnya diserap dalam tubuh dan pengumpulan suplai darah yang seharusnya di bagian pencernaan menjadi terbagi dan lebih banyak diarahkan ke otak serta jantung. Selain itu, pekerjaan yang dikerjakan pun belum tentu terselesaikan dengan baik karena harus membagi fokus antara makan dan bekerja.

Untuk itu, Anda sebaiknya pergi makan siang ke luar. Hal ini juga akan memberi efek relaksasi dari pusingnya pekerjaan dan kebiasaan sibuk di kantor. Manfaat lainnya adalah untuk membantu sirkulasi peredaran darah lebih lancar dengan berjalan kaki.

Menjauhkan diri dari pekerjaan selama satu jam juga dapat membantu menyegarkan kembali pikiran Anda. Saat kembali ke kantor, Anda akan merasa lebih membaik dan pekerjaan pun dapat dilanjutkan kembali.

Jadi, mulai sekarang sisihkan waktu untuk menikmati jam makan siang Anda jauh dari meja kerja dan laptop. Menikmati makanan tanpa harus membagi konsentrasi dengan pekerjaan akan membantu mengurangi stres yang pada akhirnya juga akan membuat sistem pencernaan Anda bergembira. Selamat makan!

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar