Sukses

Penyebab Benjolan di Anus dan Cara Mengatasinya

Jangan sepelekan benjolan di anus. Pasalnya, kondisi itu dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Berikut ini penyebab benjolan di anus.

Benjolan di anus dapat terjadi akibat kondisi tertentu, misalnya infeksi. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan rasa nyeri ketika duduk atau berjalan.

Anus sendiri merupakan bagian dari saluran pencernaan tempat tinja keluar dari tubuh. Anus terhubung dengan rektum, yaitu tempat untuk penyimpanan tinja sebelum keluar.

Struktur anus terdiri atas jaringan lunak yang bisa mengeras. Anus ada benjolan pun bisa saja terjadi.

Ada bermacam-macam penyebab benjolan di anus atau dekat lubang dubur. Berikut di antaranya:

 

1 dari 5 halaman

1. Hematoma Perianal

Benjolan yang disebabkan oleh hematoma perianal muncul di luar anus, bukan di dalam. Kondisi ini dipicu oleh pembuluh darah kecil yang pecah.

Jika tak segera ditangani, hematoma perianal bisa membuat darah membeku. Alhasil, seseorang yang mengalami kondisi ini akan merasakan nyeri.

2. Moluskum Kontagiosum

Moluskum kontagiosum memicu terbentuknya bintil-bintil kecil di area sekitar anus. Kondisi ini diakibatkan oleh infeksi virus. 

Biasanya penyakit ini dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

Untuk mengobati benjolan di dekat lubang dubur akibat kondisi ini, caranya dengan memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan memberikan salep yang mengandung asam salisilat atau potasium hidroksida. Bisa juga dengan tindakan laser atau krioterapi.

Artikel Lainnya: Bengkak di Anus? Waspadai Gejala Abses Anus

2 dari 5 halaman

3. Kutil Anus

Benjolan di pantat yang satu ini disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), yang juga merupakan pemicu kanker rahim.

Pengobatan kutil anus tergantung dari jumlah dan ukurannya. Apabila tergolong ringan, dapat diatasi dengan pemberian salep yang mengandung podofilin. Jika besar dan banyak, bisa dihilangkan dengan tindakan krioterapi.

4. Kanker Anus

Benjolan di anus yang disertai perdarahan, nyeri, dan gatal bisa menjadi gejala kanker anus. Kanker ini dipicu oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

Pengobatan kanker anus dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari stadium kanker tersebut.

Ada beragam pilihan pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

3 dari 5 halaman

5. Ambeien

Ambeien atau wasir muncul akibat pembengkakan pembuluh darah di anus. Benjolan bisa tumbuh di dalam maupun di luar anus, sesuai ukurannya.

Biasanya penyakit ini timbul pada orang yang sering mengejan, sering angkat berat, sering duduk lama, ataupun kelebihan berat badan. Gejala yang timbul berupa keluar darah saat buang air besar, ada benjolan pada anus, dan rasa nyeri serta gatal.

Untuk mengatasi wasir, Anda dapat meningkatkan asupan serat yang bisa diperoleh dari sayuran dan buah. Cukupi juga kebutuhan cairan harian agar tidak sembelit.

Selain itu, Anda dapat menggunakan obat khusus untuk wasir dan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Artikel Lainnya: Ketahui Penyebab Bokong Sakit, Akibat Penyakit di Anus?

6. Abses Anus

Abses anus merupakan benjolan berisi nanah yang berkembang di sekitar anus. Daerah sekitar anus yang memiliki abses akan membengkak, merah, dan nyeri.

Umumnya penyebab abses anus karena adanya sumbatan, sehingga timbul infeksi pada kelenjar glandular di anus. Sumbatan ini membengkak dan terinfeksi sehingga terjadi abses anus.

Karena berisi nanah, tentu saja cara menghilangkan benjolan di anus akibat kondisi ini adalah dengan mengeluarkan nanah tersebut.

Selain itu, pasien biasanya diminta untuk berendam dengan air hangat untuk membantu meredakan bengkak dan nyeri.

4 dari 5 halaman

7. Fisura Anus

Fisura anus merupakan kondisi robekan kecil di dalam lubang anus. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tinja yang keras sehingga saat melewati lubang anus. Pada akhirnya, menyebabkan terjadinya robekan kulit anus.

Ketika fisura sembuh, maka penyembuhannya dapat berupa jaringan parut yang menyerupai benjolan di pantat.

Fisura anal dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti perdarahan, rasa terbakar, serta nyeri saat BAB.

8. Jerawat

Salah satu penyebab benjolan di dekat lubang dubur, yaitu adanya jerawat. Jerawat disebabkan karena adanya sumbatan di kelenjar minyak.

Nah, ketika produksi kelenjar minyak berlebih, dapat menyebabkan sumbatan dan terbentuk jerawat berupa benjolan. Penyebabnya bisa karena hormonal, faktor genetik, dan higienitas.

Benjolan di anus dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas. Jika Anda mendapati pada anus Anda ada benjolan, jangan disepelekan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dapat diatasi.

Untuk mencegah benjolan di anus, jagalah selalu kebersihan dan tidak lupa untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar kesehatan dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[WA]

1 Komentar