Sukses

Penderita Asam Urat Juga Harus Olahraga, Ini Alasannya

Penderita penyakit asam urat juga perlu berolahraga. Tahukah Anda mengapa demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang memiliki asam urat tinggi alias hiperurisemia, mengubah pola makan tentu sangat penting. Selain itu, penderita asam urat juga dianjurkan untuk tetap berolahraga secara rutin dan teratur, agar penyakitnya tidak bertambah parah.

Perlu diketahui, seseorang yang memiliki asam urat tinggi sangat berisiko untuk mengalami penumpukan asam urat pada sendi. Apabila terjadi peradangan akibat penumpukan ini, penderita akan mengalami penyakit sendi yang disebut dengan gout.

Seseorang yang sudah menderita gout akan sangat sulit untuk beraktivitas, apalagi berolahraga. Namun ketika keadaan ini ‘dimanjakan’, penderitanya akan semakin merasa kesakitan. Ini karena sendi yang tidak digerakkan akan menjadi lebih kaku, dan otot akan menjadi lebih lemah.

Lain halnya dengan penderita asam urat yang tetap rutin berolahraga. Ini karena berolahraga dapat membuat penderita asam urat mampu menurunkan berat badan, menguatkan otot dan tulang, serta meningkatkan pergerakan sendinya. Sederet hal ini akan membuat beban yang harus ditopang sendi menjadi semakin berkurang.

Tak hanya itu, olahraga juga membuat sendi dapat bergerak lebih bebas. Ini membuat sirkulasi pada sendi menjadi lebih lancar, sehingga dapat mengurangi risiko keparahan penykait.

Olahraga apa yang sebaiknya dilakukan?

Beberapa olahraga yang dianjurkan untuk dilakukan oleh penderita asam urat, di antaranya:

  • Olahraga yang banyak melibatkan sendi, misalnya joging, bermain bulu tangkis, berenang, dan bersepeda.
  • Olahraga untuk meningkatkan kekuatan otot, seperti angkat beban, bodyweight exercise, yoga maupun taichi.
  • Peregangan. Tindakan ini sangat baik untuk memaksimalkan fleksibilitas sendi dan otot. Seperti yang telah disebutkan, sendi yang bergerak bebas akan memiliki sirkulasi yang baik.

Namun perlu diingat, ketiga olahraga di atas hanya boleh dilakukan jika tidak sedang terjadi serangan. Pasalnya, pada keadaan sendi yang meradang, segala aktivitas yang dilakukan dapat memperburuk keadaan. Oleh karena itu, penderita harus menunggu hingga serangan menghilang, sebelum akhirnya dapat melakukan kegiatan di atas.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar