Sukses

Rambut Rontok, Sering Terjadi pada Pria atau Wanita?

Rambut rontok dapat terjadi pada pria maupun wanita. Namun, siapa yang lebih rentan?

Klikdokter.com, Jakarta Masalah rambut rontok dapat terjadi pada siapa pun, tanpa memandang jenis kelamin. Namun di antara pria dan wanita, siapakah yang lebih sering mengalami kondisi tersebut?

Perlu diketahui, rambut dapat tumbuh di seluruh bagian kulit tubuh manusia, kecuali pada telapak tangan dan telapak kaki. Rambut tersusun dari suatu protein yang dihasilkan oleh folikel, yang disebut dengan keratin.

Ketika folikel rambut memproduksi sel rambut baru, sel rambut yang lama akan terdorong keluar dan terlepas. Dalam sehari, rata-rata orang dewasa dapat kehilangan sekitar 100 helai rambut. Namun bila jumlah yang hilang lebih dari itu, maka Anda termasuk sebagai penderita rambut rontok.

Rambut Rontok, Pria vs Wanita

Rambut rontok atau alopecia dialami oleh 70% pria dan 40% wanita selama masa hidupnya. Jenis dari kerontokan rambut pada pria dan wanita yang paling umum terjadi adalah androgenetic alopecia.

Androgenetic alopecia disebabkan oleh pengaruh dihydrotestosterone (DHT), yang merupakan turunan dari hormon testosteron. Karena pria memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi, maka mereka juga akan memiliki kadar DHT yang lebih tinggi daripada wanita. Inilah sebabnya mengapa rambut rontok lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Kasus androgenetic alopecia pada pria biasanya akan menyebabkan garis rambut semakin mundur. Keadaan ini dapat menyebabkan kebotakan sebagian atau total.

Karena normalnya hormon di tubuh lebih aktif saat masa pubertas, maka androgenic alopecia dapat dialami sejak masih remaja, dan risikonya meningkat beriringan dengan bertambahnya usia. Saat memasuki usia 35 tahun, dua per tiga pria akan mengalami rambut rontok. Dan pada usia 50 tahun, sebanyak 85% pria akan mengalami penipisan rambut.

Sedangkan pada wanita, kerontokan rambut biasanya baru terjadi setelah memasuki masa menopause. Ini karena di saat tersebut, wanita akan mengalami penurunan hormon secara drastis.

Sekarang sudah jelas bahwa rambut rontok lebih sering terjadi pada pria. Namun hal ini tidak serta-merta membuat wanita ‘kebal’ terhadap keluhan rambut rontok. Karena pada dasarnya, rambut rontok tidak hanya disebabkan oleh faktor hormonal, tapi juga oleh stres, penyakit, konsumsi obat-obatan, riwayat trauma, hingga gangguan nutrisi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar