Sukses

Benarkah Anak Picky Eater karena Faktor Keturunan?

Picky eater biasa terjadi saat anak-anak memasuki usia tiga tahun. Apakah genetik alias keturunan berperan pada kondisi ini?

Klikdokter.com, Jakarta Picky eater merupakan kondisi saat seorang anak sangat pilih-pilih makanan. Hal ini kerap membuat orang tua pusing dan kebingungan. Pasalnya, menu makan yang diinginkan anak tidak bisa ditentukan dengan pasti, karena selalu berubah dari waktu ke waktu. Kondisi ini dituding akibat pengaruh genetik atau keturunan. Benarkah demikian?

Untuk menjawab itu, sejumlah peneliti dari University of Illinois di Amerika Serikat melakukan riset. Penelitian dilakukan pada 153 anak pra-sekolah, dan membandingkan dengan survei yang dijawab oleh orang tua tentang pola asuh anak-anaknya.

Studi tersebut menyimpulkan, walaupun ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak sulit makan, susunan genetik atau faktor keturunan ternyata juga berperan dalam hal ini.

Picky eater umum terjadi pada anak-anak pra-sekolah dan dikaitkan dengan risiko kekurangan gizi dan kelebihan berat badan. Persepsi sinyal kimia yang memengaruhi indera perasa manusia seperti rasa dan bau (chemosensory perception) mungkin berperan dalam perilaku anak-anak,” kata para peneliti.

Meski penelitian itu dapat mengaitkan antara picky eater dengan faktor keturunan, sebenarnya terdapat alasan lain yang membuat seorang anak terlalu pilih-pilih makanan.

Menurut UCSF Benioff Children's Hospital di San Francisco, picky eater bisa terjadi akibat anak menirukan cara makan orang tua mereka. Oleh karena itu, jika Anda kerap pilih-pilih makanan, kemungkinan hal ini bisa diteruskan ke anak Anda.

Untuk menarik minat anak pada makanan, orang tua sebaiknya menggunakan berbagai makanan yang mempunyai tekstur cerah. Sementara itu, jika anak-anak makan siang bersama di sekolah, Anda bisa membelikan kotak makan yang menarik agar waktu makannya menjadi lebih seru.

Anda tidak perlu khawatir dengan anak yang picky eater. Ini karena kebiasaan tersebut bukanlah suatu masalah besar jika tumbuh kembang anak terpantau baik. Tapi tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi pada dokter terkait hal ini.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar