Sukses

5 Gangguan Gigi dan Mulut Ini Muncul Akibat Stres

Stres tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan jantung, namun juga bisa menyebabkan gangguan pada gigi dan mulut.

Klikdokter.com, Jakarta Menurut Academy of General Dentistry (AGD), kecemasan secara emosional dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda. Kondisi seseorang yang mengalami stres berpengaruh terhadap daya tahan tubuh atau sistem imunitas. Turunnya imunitas tubuh membuatnya tak mampu melawan bakteri penyebab penyakit periodontal, yang dapat menjadikan seseorang menjadi rentan terhadap infeksi gusi.

Pada sistem imunitas yang menurun biasanya terjadi mekanisme peningkatan hasil steroid dari kelenjar yang memproduksi makrofag, yaitu sel darah putih yang membersihkan tubuh dari partikel mikroskopis yang tidak diinginkan seperti bakteri dan sel-sel mati. Pada kasus ini, makrofag menjadi lemah sehingga tubuh menjadi rentan terhadap serangan bakteri dan menimbulkan gangguan-gangguan.

Beberapa gangguan yang dapat terjadi antara lain:

  1. Gingivitis

Gangguan pada mulut ini merupakan peradangan pada gusi akibat ketidakmampuan tubuh untuk melawan bakteri penyebab radang gusi. Peradangan ini meliputi jaringan penyangga gigi pada bagian gusi. Hal ini sering ditandai tanpa penampakan gusi yang berwarna kemerahan, gusi bengkak dan mudah berdarah seperti radang gusi pada orang yang tidak stres.

  1. Periodontitis

Dalam kondisi ini terjadi peradangan pada jaringan penyangga gigi pada bagian jaringan periodonsiumnya, yang meliputi tulang alveolar (tulang yang membentuk dan mendukung soket gigi). Periodontitis merupakan gangguan lanjutan apabila keadaan gingivitis tidak diberikan perawatan. Jika tahap periodontitis dibiarkan, maka akan menyebabkan gigi goyang lalu lepas.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Kebiasaan grinding dan clenching

Orang yang mengalami kebiasaan grinding (menggesek-gesekan gigi-gigi antara rahang atas dan bawah dan clenching (mengatupkan gigi-gigi pada rahang atas dan bawah dengan tekanan yang berlebihan), sebagian besar tidak menyadarinya karena terjadi saat tidur. Tak hanya di malam hari, kondisi ini juga bisa terjadi di siang hari. Pada penderita grinding dan clenching mengalami kekuatan kunyahnya 10-20 kali lipat dibanding orang normal. Pada orang normal biasanya gigi hanya berkontak 20-30 menit per hari, sedangkan pada penderita grinding dan clenching, gigi bisa berkontak lebih dari 1 jam per hari.

Kebiasaan ini bisa mengakibatkan beberapa kondisi antara lain :

  • Otot pengunyahan menjadi lelah dan tegang sehingga sering menyebabkan sakit kepala di pagi hari.
  • Kerusakan pada sendi rahang (TMJ), ditandai dengan bunyi “klik” saat membuka dan menutup mulut.
  • Kerusakan otot yang berlanjut sehingga otot pipi yang terkena dapat membesar, sehingga membuat wajah tampak asimetris.
  • Kontak terus-menerus antara gigi atas dan bawah dapat menyebabkan permukaan email gigi menjadi atrisi atau terkikis, yang menyebabkan mahkota gigi menjadi lebih pendek.
  • Kerusakan gusi dan jaringan periodontal dapat menyebabkan gigi goyang dan gigi patah.
  • Patahnya tambalan gigi atau mahkota tiruan seperti mahkota tiruan porselen maupun gigi palsu lainnya.

Penanganannya harus dilakukan dari berbagai sisi, seperti pemberian obat muscle relaxant atau obat penenang, night guard, penyesuaian gigitan pada gigi yang bersangkutan, fisioterapi, bedah sendi TMJ dan perawatan dari sisi psikologis.

  1. Sariawan

Stres juga dapat memengaruhi rongga mulut sehingga menyebabkan sariawan. Terjadinya sariawan memang multifaktorial, antara lain karena faktor keturunan dari keluarga, iritasi lokal, kekurangan nutrisi, alergi terhadap makanan tertentu, gangguan imunitas tubuh, kebiasaan merokok, dan faktor stres itu sendiri.

  1. Mulut kering

Setiap orang sesekali pernah mengalami mulut kering bila merasa gugup, sedih atau stres. Pada mulut kering terjadi produksi air ludah yang cenderung sedikit, serta ditandai dengan mulut terasa lengket dan kering. Selain itu juga sering terjadi kesulitan dalam mengunyah, menelan, merasa, dan berbicara. Ada rasa terbakar dalam mulut, rasa kering di tenggorokan, bibir pecah-pecah, lidah kasar dan kering, dan lain-lain.

Orang yang mengalami stres cenderung untuk melupakan kebiasaan rutin untuk menjaga kebersihan giginya. Selain itu juga kurang memperhatikan asupan nutrisi. Sedangkan kebiasaan merokok dan alkohol justru meningkat.

Inilah yang menyebabkan stres dapat sangat memengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut. Karenanya, penting bagi Anda untuk senantiasa merasa bahagia dan bebas stres. Keadaan yang kondusif ini akan berdampak baik pada kesehatan gigi dan mulut.

[RN/ RVS]

 

2 Komentar