Sukses

Cara Menyampaikan Kritik secara Tepat kepada Anak

Memberikan kritik saat anak melakukan kesalahan bukanlah perkara mudah. Bagaimana cara menyampaikannya dengan baik?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang menerima kritikan bukan perkara yang mudah, terlebih bagi anak. Padahal, kritik diperlukan sebagai bahan introspeksi diri serta membangun karakter sang anak.

Saat masa tumbuh kembangnya, anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga membuatnya ingin mengeksplorasi dan melakukan banyak hal baru. Dari segi kejiwaan, ia juga masih belum bisa mengungkapkan isi hati dan emosi mereka dengan jelas.

Semua itu terkadang menyebabkan mereka rentan sekali melakukan kesalahan. Sayangnya, respon yang dilakukan orang tua dalam menyikapi kesalahan anak sering tidak tepat. Bahkan tak jarang orang tua melontarkan kritikan keras dengan nada suara yang tinggi.

Cara penyampaian kritik yang tidak baik dapat bedampak buruk bagi anak. Akibatnya, anak menjadi pemurung, takut mencoba hal baru, tidak percaya diri, bahkan bukan tidak mungkin anak akan mengalami sakit hati yang berkepanjangan.

Karenanya, kritik harus disampaikan dengan cara yang tepat. Lakukan hal ini saat Anda memberikan kritik kepada anak:

  • Sampaikan kritik dengan jelas

Hindari kata-kata yang menghakimi seperti “kamu bodoh” atau “kamu nakal”. Sebaliknya, nyatakan dengan jelas kesalahan yang dilakukan anak, misalnya “yang kamu lakukan itu tidak sopan” atau “memukul teman bukan hal yang baik”.

  • Berikan pujian untuk hal baik yang dilakukan anak

Salah satu cara menyampaikan kritik adalah dengan teknik “sandwich”. Berikan pujian pada anak untuk apa yang dilakukannya sebelum Anda menyampaikan kritik. Kemudian, akhiri dengan kalimat positif. Jadi  apa yang Anda sampaikan seperti “sandwich”, sebuah kritik yang diawali dan diakhiri dengan kalimat positif. Sebagai contoh “Mama senang adik bisa bermain dengan teman hari ini, tapi memukul teman saat bermain itu tidak baik. Lain waktu, main dengan lebih baik ya.”

  • Beritahu konsekuensi dari kesalahan anak

Ada saatnya anak melakukan kesalahan karena tidak mengerti akibat yang ditimbulkan dari kesalahan tersebut. Sampaikanlah hal itu dengan jelas agar anak mengerti mengapa Anda menyampaikan kritik. Contohnya dibandingkan langsung mengatakan “jangan menonton televisi terlalu dekat”, lebih baik katakan “Menonton televisi terlalu dekat bisa merusak penglihatanmu. Menonton televisinya lebih jauh ya”.

  • Sampaikan dengan penuh kasih sayang

Hindari menyampaikan kritik saat Anda masih merasa marah atau kesal terhadap anak. Rasa marah seringkali menutupi maksud baik yang Anda miliki. Sampaikan kritik kepada anak dengan tenang, lembut, dan penuh kasih sayang akan lebih mudah diterima oleh anak.

Jadilah orang tua yang dapat menjadi sahabat buat anak, sehingga dengan sendirinya anak akan menyadari kesalahannya dan lebih terbuka kepada Anda. Kritik yang baik juga dapat membentuk karakter dan kepribadiaannya tanpa membuatnya merasa sakit hati di kemudian hari.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar