Sukses

Mengapa Anda Harus Menunda Pekerjaan Saat Sakit?

Ketika tubuh mendapatkan sinyal sakit, jangan memforsir diri Anda untuk tetap bekerja. Ini alasan mengapa menunda pekerjaan saat sakit perlu dilakukan.

Pekerjaan sering kali menguras energi dan pikiran. Kadang, kesehatan pun dikorbankan demi menyelesaikan tugas yang menumpuk. Apabila Anda sedang sakit, ada baiknya Anda beristirahat dan menunda pekerjaan. Jika Anda memaksakan bekerja saat sakit, Anda tak hanya bisa membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh NSF International, seperempat orang Amerika tetap bekerja meski kondisi tubuhnya tidak sehat. Survei ini juga mengungkapkan bahwa hal ini lebih banyak dilakukan oleh pria ketimbang wanita. 

Sebanyak 25 persen orang merasa atasan menginginkan mereka untuk tetap bekerja, tidak peduli situasinya. Sementara itu, 13 persen lainnya sama sekali tidak percaya bahwa rekan mereka dapat menjaga segala sesuatunya dengan lancar tanpa kehadirannya.

1 dari 3 halaman

Mengapa Harus Menunda Pekerjaan saat Sakit?

Terdapat beberapa alasan mengapa orang tetap memaksakan diri bekerja di kala sakit, di antaranya banyaknya beban pekerjaan atau adanya tekanan atasan. Namun, berdasarkan beberapa penelitian, hal ini tidak baik dilakukan karena dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan.

Artikel Lainnya: Kenali 7 Tanda Tubuh Perlu Istirahat

Berikut ini beberapa alasan mengapa menunda pekerjaan diperlukan bagi Anda yang sedang sakit:

  1. Virus Dapat Merajalela di Kantor

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), flu dapat menyebar kepada rekan kerja meski jarak antar meja sejauh 2 meter. Tak hanya menular melalui bersin dan batuk, virus juga dapat ditularkan melalui peralatan-peralatan yang ada di kantor.

Sakit saat bekerja dapat membuat Anda berisiko membuat rekan sekantor tertular penyakit yang sama. 

  1. Lebih Sering Sakit

Jika Anda tetap bekerja saat sedang sakit, risiko Anda sering sakit di waktu mendatang dapat meningkat. Sebuah studi tahun 2009 menemukan, orang-orang yang tetap bekerja saat sakit lebih dari enam kali dalam setahun, berisiko 74 persen lebih tinggi untuk absen karena penyakit tertentu di kemudian hari. 

  1. Uang Perusahaan Keluar Lebih Banyak

Sakit saat bekerja ternyata juga dapat merugikan perusahaan. Sebuah studi dari Universitas Queens di Kanada menunjukkan, perusahaan membayar dua kali lipat kerugian produktivitas saat seorang pekerja yang sakit tetap menjalankan aktivitasnya.

Artikel Lainnya: Tips Menjaga Kesehatan agar Tidak Mudah Sakit

  1. Tubuh Perlu Istirahat

Alasan menunda pekerjaan ketika sakit lainnya adalah karena tubuh Anda butuh istirahat. Sebuah studi dari Universitas Pennsylvania menunjukkan, tubuh akan merasa lebih lelah saat sakit.

Kondisi tersebut terjadi karena sel-sel di tubuh Anda sedang stres, yang pada akhirnya mengakibatkan perasaan lelah. Ini adalah tanda bahwa yang Anda butuhkan adalah istirahat. Tinggal di rumah untuk beristirahat adalah “obat” terbaik yang bisa Anda lakukan.

2 dari 3 halaman

Kapan Waktu Terbaik untuk Kembali Bekerja?

Ketika Anda merasa sakit, saran terbaik adalah menunda pekerjaan untuk sementara waktu. Ketika tubuh memberikan sinyal sakit, Anda harus segera beristirahat. Istirahat saat sakit dapat membantu tubuh memulihkan diri sendiri.

Anda dapat memaksimalkan waktu istirahat dengan mengonsumsi nutrisi yang baik untuk tubuh. Selain itu, jangan buru-buru mengonsumsi obat. Kadang, istirahat sudah cukup untuk memulihkan kembali kondisi tubuh yang sakit.

Salah satu tanda bahwa Anda siap kembali bekerja adalah ketika demam Anda sudah mereda tanpa penggunaan obat penurun panas selama lebih dari 24 jam. Kondisi lain yang menandakan Anda siap bekerja, yaitu hilangnya gejala batuk dan pilek.

Akan tetapi, jika Anda mengalami keluhan demam tinggi, sesak napas atau batuk berkepanjangan, segera periksakan diri Anda ke dokter. Anda juga dapat berkonsultasi mengenai sakit yang Anda alami dengan dokter kami melalui fitur Live Chat 24 jam di KlikDokter.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar