Sukses

Dampak Buruk Olahraga Saat Perut Kosong

Banyak yang berasumsi bahwa olahraga saat perut kosong dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat. Siasat ini ternyata salah.

Tak sedikit orang yang percaya bahwa olahraga saat perut kosong dapat membantu membakar lemak lebih efektif. Alhasil, penurunan berat badan pun menjadi lebih cepat.

Apakah hal itu benar? Lalu, adakah bahaya berolahraga saat perut kosong? Simak ulasan berikut ini.

Anggapan Olahraga Saat Perut Kosong Dapat Mengurangi Berat Badan

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa olahraga saat perut kosong dapat membantu membakar cadangan lemak menjadi energi ketika berolahraga, sehingga mengurangi berat badan. Tak sedikit orang yang percaya dengan teori ini dan mempraktikannya.

Teori olahraga saat perut kosong memiliki banyak variasi. Misalnya ada beberapa orang yang meyakini bahwa tidak boleh makan apa pun sebelum berolahraga. Namun, ada juga orang yang hanya menghindari karbohidrat, sementara masih mengonsumsi protein seperti telur dan alpukat.

Artikel lainnya: Camilan Sehat yang Perlu Dikonsumsi Sebelum Olahraga

Tujuannya sama yaitu untuk membakar cadangan lemak menjadi energi daripada membakar kalori dari makanan yang telah dikonsumsi. Namun, apakah teori olahraga saat perut kosong bisa dibenarkan?

1 dari 3 halaman

Dampak Buruk Olahraga Saat Perut Kosong

Tubuh memasuki keadaan puasa dalam 6 jam setelah makan. Glukagon akan dilepaskan untuk menjaga gula darah dalam tubuh tetap normal. 

Glukagon adalah hormon yang dikeluarkan pankreas untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Pada saat ini, tubuh akan memecah jaringan lemak menjadi asam lemak bebas yang kemudian menjadi bentuk energi.

Proses ini adalah proses alami tubuh yang digunakan untuk bertahan hidup. Proses ini jugalah yang menjadi tujuan dasar orang untuk melakukan olahraga saat perut kosong. Namun, terdapat beberapa dampak buruk yang perlu dipertimbangkan. Beberapa hal di bawah ini akan terjadi jika Anda melakukan olahraga saat perut kosong.

1. Hipoglikemia

Ketika Anda berolahraga dengan perut kosong, Anda dapat membakar cadangan lemak yang sangat berharga bagi tubuh sehingga stamina Anda menjadi lebih sedikit. Selain itu, kadar gula yang rendah dapat membuat Anda menjadi merasa pusing, gemetar, dan merasa mual. Kondisi ini dinamakan hipoglikemia. 

Artikel lainnya: Jarak Waktu Ideal Antara Makan dan Olahraga

2. Penurunan Metabolisme Basal

Ketika Anda melakukan olahraga intens saat puasa atau perut kosong, seperti mengangkat beban atau lari jarak jauh, tubuh memang akan membakar cadangan lemak dengan cepat. Namun apabila hal ini terjadi begitu sering, lama kelamaan justru akan memperlambat metabolisme dan membakar sedikit kalori.

Hal ini didukung oleh American Journal of Clinical Nutrition, bahwa kegiatan puasa yang terlalu lama dapat menyebabkan penurunan tingkat metabolisme basal.

3. Menyimpan Lebih Banyak Cadangan Lemak

Dengan berlangsungnya proses pemecahan cadangan lemak yang sangat cepat, secara tidak langsung tubuh akan mulai menyesuaikan diri. Caranya adalah dengan menyimpan lebih banyak lagi cadangan saat Anda makan. Hal ini merupakan proses alami tubuh untuk bertahan hidup.

4. Kehilangan Massa Otot

Olahraga dengan perut kosong juga akan membuat tubuh menggunakan protein sebagai bahan bakar. Kondisi ini akan membuat tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki otot. Hal ini akan mengurangi massa otot Anda secara keseluruhan.

Artikel lainnya: Mana Lebih Baik, Makan Sebelum Olahraga atau Setelahnya?

5. Mood Menjadi Tidak Stabil

Saat puasa, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol.  Hormon ini adalah hormon yang sama yang dapat menyebabkan gangguan mood seperti cemas, mudah marah dan lain lain.

2 dari 3 halaman

Makan dalam Jumlah Sedikit Sebelum Berolahraga

Faktanya, para ahli lebih menganjurkan Anda untuk mengonsumsi sedikit makanan sebelum olahraga. Ini agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk melakukan gerakan-gerakan saat olahraga. Semakin bertenaga tubuh Anda, semakin intens dan lama sesi olahraga yang dilakukan. Jadi semakin banyak pula lemak yang bisa dibakar.

Mengapa hanya boleh makan sedikit? Karena mengonsumsi makanan yang terlalu banyak sebelum olahraga dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan sakit perut, kram, hingga mual. Kondisi ini terjadi karena di saat bersamaan otot dalam perut juga sedang bekerja keras untuk mencerna makanan yang baru Anda makan.

Sejatinya, olahraga merupakan kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jangan sampai kegiatan ini justru menjadi malapetaka bagi diri Anda sendiri karena melakukan olahraga saat perut kosong.

Sebaiknya Anda pilih makanan yang mudah dicerna sebelum berolahraga. Makanan juga harus mengandung gizi yang lengkap seperti karbohidrat, protein dan lemak. Makanlah sekitar 2-3 jam sebelum latihan. Usahakan agar selalu terhidrasi sebelum, selama dan setelah berolahraga dengan minum air putih, sport drink, atau jus.

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang dapat dikonsumsi sebelum olahraga:

  • Karbohidrat: buah-buahan, sayuran dan gandum
  • Lemak: olive oil, coconut oil, alpukat
  • Protein: dada ayam, telur dan produk susu rendah lemak
  • Boleh diberikan tambahan seperti kacang-kacangan

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang setelah berolahraga. Pilihlah makanan yang mengandung protein karena dapat mempercepat pemulihan setelah olahraga.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar