Sukses

Apakah Implan Payudara Bisa Pengaruhi Kualitas ASI?

Untuk memiliki bentuk payudara yang indah, banyak wanita melakukan implan payudara. Namun apa dampaknya pada kualitas ASI?

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki bentuk payudara yang indah adalah impian banyak wanita. Hal itulah yang kemudian membuat kaum hawa melakukan pemasangan implan di payudara. Namun, benarkah metode tersebut dapat membuat wanita mengalami kesulitan saat memasuki masa menyusui? Apakah pemasangan implan di payudara dapat memengaruhi kualitas air susu ibu (ASI)?

Menurut dr. Aditya Herwandar Sastrasupena, SpBP-RE dari Bamed Healthcare, pada dasarnya implan dipasang jauh dari kelenjar payudara. Artinya, pemasangan implan relatif aman dan tidak secara langsung memengaruhi kualitas ASI. Asalkan implan yang dipasangkan telah memenuhi standar dan dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya.

Aditya menambahkan, implan yang dianjurkan untuk dipasang adalah jenis implan silikon padat, sebab memiliki risiko yang lebih rendah. Jangan sekali-kali mencoba implan payudara dengan silikon cair. Meski lebih instan dan menjanjikan, penggunaan silikon cair bisa berdampak buruk, bahkan dapat menyebabkan Anda kehilangan payudara.

“Kalau silikon cair, mau bagaimanapun tidak dianjurkan di tubuh terutama di payudara. Komplikasi yang terjadi banyak, bisa menyebabkan gangguan produksi air susu, gangguan saraf, dan lainnya,” katanya, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Silikon cair yang dimasukkan ke dalam tubuh berpotensi menyatu dengan jaringan, termasuk dengan kelenjar susu. Jika silikon cair menyatu, dan terjadi infeksi serta radang, maka harus dilakukan pembongkaran seluruh kelenjar susu, termasuk pengangkatan payudara.

Di samping itu, banyak pula orang yang menganggap bahwa implan silikon padat bisa menghasilkan ASI yang terasa seperti karet. Padahal anggapan tersebut tidak benar. Aditya mematahkan hal itu dengan mengatakan bahwa implan silikon memiliki sistem yang sudah cukup mumpuni untuk melindungi payudara – terutama ASI – dari kontaminasi.

“Karena implan sendiri, walaupun silikon, tapi di luarnya ada kapsul yang menjadi selimut. Sehingga mencegah silikon menyebar,” katanya.

Kendati demikian, Aditya tidak menutupi bahwa wanita yang memiliki payudara implan mungkin akan kesulitan dalam menyusui. Hal ini karena tekanan yang sebelumnya telah disebabkan oleh pemasangan implan, akan ditambah oleh kelenjar susu yang terisi.

“Pada saat menyusui, melahirkan, kelenjar payudara kita terisi susu, otomatis kalau ada implan di dalamnya mungkin ada sedikit nyeri-nyeri. Tapi apakah itu memengaruhi produksi air susu? Tidak. Apakah itu mengganggu proses laktasi? Tidak,” ujar Aditya.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara kualitas air susu dengan implan. Bayi yang menyusu dari payudara implan pun belum ditemukan mengalami efek tertentu.

Jadi, demikian penjelasan mengenai hubungan antara pemasangan implan di payudara dengan kualitas ASI. Masing-masing pribadi tentu memiliki alasan yang kuat dalam melakukan pemasangan implan di payudara atau tidak. Jika tertarik, Anda harus memastikan bahwa bahan yang digunakan adalah bahan implan terbaik, dan pemasangannya hanya dilakukan oleh dokter yang berkompeten di bidangnya.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar