Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Awas, Efek Samping Jahe Bisa Berakibat Buruk pada Kondisi Ini

Awas, Efek Samping Jahe Bisa Berakibat Buruk pada Kondisi Ini

Pada sebagian orang, konsumsi jahe bisa berakibat buruk. Ini daftar kelompok orang yang tidak boleh mengonsumsi jahe.

Jahe adalah rempah yang umum ditemui dalam makanan dan minuman sehari-hari. Tidak hanya enak dan hangat, jahe juga bisa membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Salah satu manfaatnya yang paling terkenal adalah untuk meredakan mual.

Meski demikian, ada sebagian orang yang tidak boleh minum jahe karena dapat memicu efek samping, seperti alergi, diare, rasa terbakar di ulu hati, dan iritasi pada area mulut.

Selain itu, konsumsi jahe juga tidak dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Efek samping jahe pada mereka bisa saja berakibat buruk.

Berikut adalah kelompok orang yang tidak boleh mengonsumsi jahe sebelum berkonsultasi dengan dokter:

1. Orang yang Memiliki Kelainan Darah

Berdasarkan teori, jahe dapat mengurangi kemampuan sel darah (trombosit) untuk berkumpul dan menutup luka sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Namun, penelitian menemukan bukti yang masih saling bertentangan. 

Jika Anda memiliki kelainan pembekuan darah, misalnya saja hemofilia, berkonsultasilah dulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi jahe, terutama dalam bentuk suplemen.

Apabila Anda mengonsumsi jahe dan timbul keluhan seperti mudah memar, mudah berdarah, atau perdarahan yang sulit berhenti, segera hentikan.

Artikel Lainnya: Ini Bedanya Manfaat Jahe Merah, Jahe Putih, dan Jahe Emprit

1 dari 4 halaman

2. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat Tertentu

Anda termasuk orang yang tidak boleh mengonsumsi jahe bila sedang mengonsumsi obat tertentu. Interaksi obat akan terjadi jika Anda menggunakan obat-obatan bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu.

Interaksi obat dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas obat untuk menyembuhkan penyakit.

Berikut ini adalah daftar obat-obatan yang dapat menimbulkan interaksi dengan jahe:

  • Antiplatelet, obat untuk penyakit jantung (misalnya clopidogrel).
  • Antikoagulan, obat untuk menghambat pembekuan darah (misalnya warfarin).
  • Antiradang nonsteroid/ OAINS (misalnya aspirin).
  • Antihipertensi (misalnya kaptopril).
  • Obat diabetes (misalnya metformin).

Jika Anda menggunakan obat-obatan tersebut, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi jahe dalam bentuk apa pun.

3. Ibu Hamil

Jahe banyak disarankan untuk wanita hamil, terutama pada trimester pertama. Pasalnya, bahan alami ini diyakini dapat mengurangi mual dan muntah. Lalu, mengapa ibu hamil termasuk orang yang tidak boleh minum jahe?

Ternyata sebelum konsumsi jahe, ibu hamil harus memperhatikan beberapa hal, termasuk banyaknya jahe yang dikonsumsi.

Bagi ibu hamil, dosis jahe yang disarankan adalah 1.000–1.500 mg per hari, yang dibagi dalam 2–4 kali konsumsi. Lebih dari itu, jahe dikhawatirkan dapat berdampak negatif, seperti rasa terbakar pada lambung.

Artikel Lainnya: Inilah Sederet Manfaat Jahe untuk Ibu Menyusui

2 dari 4 halaman

4. Penderita Diabetes

Jahe memiliki efek mengurangi kadar gula darah. Oleh karena itu, penderita diabetes harus memantau gula darah setelah mengonsumsi jahe.

Penderita diabetes yang terlalu banyak mengonsumsi jahe dapat merasa lemas atau pusing. Jika kondisi ini tidak kunjung membaik, segera cari bantuan medis.

Apabila penderita diabetes memang ingin mengonsumsi jahe secara rutin, mereka harus berdiskusi dengan dokter tentang obat yang tepat untuk mengurangi kemungkinan penurunan kadar gula darah.

5. Penderita GERD

Sebenarnya dengan jumlah yang kecil, jahe bisa membantu meredakan keluhan GERD, seperti rasa tidak nyaman di perut serta dada dan kembung.

Kandungan antioksidan di dalam jahe diduga membantu mengurangi kontraksi lambung, sehingga mengurangi risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. 

Namun pada penderita penyakit GERD, hal yang perlu diperhatikan adalah Anda tidak boleh minum jahe secara berlebihan. Jika dikonsumsi terlalu banyak dan dalam keadaan perut kosong, maka tidak mengherankan akan terjadi efek samping. Misalnya nyeri perut, terasa bergas pada perut, hingga panas pada dada. 

6. Orang yang Akan Melakukan Tindakan Medis

Bagi Anda yang gemar mengonsumsi jahe dan akan melakukan tindakan medis seperti operasi, sebaiknya mulai menghentikan kebiasan ini beberapa saat sebelum hari H. 

Pasalnya, jahe dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saat tindakan. Jadi, jangan lupa untuk memberi tahu dokter Anda mengenai kebiasaan Anda yang satu ini, ya.

Artikel Lainnya: 7 Alasan Sehat untuk Mengonsumsi Jahe Saat Sarapan

3 dari 4 halaman

7. Orang dengan Kekurangan Berat Badan

Salah satu kondisi yang tidak boleh mengkonsumsi jahe adalah orang yang kekurangan berat badan atau underweight.

Jahe sendiri dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat membantu menurunkan berat badan. Jahe diduga bekerja pada enzim pencernaan di lambung dan menekan nafsu makan. Alhasil, berat badan pun turun.

Apabila seseorang memiliki kondisi kurang berat badan—yang ditandai dengan indeks massa tubuhnya kurang dari normal—mengonsumsi jahe terus-menerus, maka ia dapat semakin kehilangan nafsu makan dan kekurangan berbagai nutrisi penting. 

8. Memiliki Penyakit Jantung

Jika Anda memiliki penyakit jantung dan mengonsumsi obat-obatan jantung, sebaiknya hindari mengonsumsi jahe dalam jumlah yang banyak dan jangka waktu yang lama.

Hal ini karena kandungan pada jahe dapat menurunkan efektivitas obat, sehingga tidak menutup kemungkinan kondisi penyakit jantung yang dialami bisa lebih buruk. 

9. Memiliki Batu Empedu

Pada dosis besar, jahe dapat meningkatkan produksi cairan empedu dan kontraksi pada saluran empedu.

Jika Anda memiliki batu empedu, baik di kantong mapun saluran empedu, adanya peningkatan kontraksi akibat konsumsi jahe berlebihan dapat meningkatkan risiko batu akan tertahan dan menghalangi aliran empedu.

Demikian daftar orang yang tidak boleh mengonsumsi jahe. Meski efek samping jahe belum terbukti secara ilmiah, sebaiknya orang-orang dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tetap waspada. Terlebih jika Anda mengonsumsi jahe dalam jumlah besar, misalnya dalam bentuk suplemen.

Pada umumnya, jahe yang dikonsumsi sehari-hari dalam bentuk makanan atau minuman jarang sekali menimbulkan efek samping, atau hanya menimbulkan efek samping ringan. Efek samping baru akan timbul bila jahe dikonsumsi berlebihan. Secara umum, Anda tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar manfaat jahe atau informasi kesehatan lainnya, gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi Klikdokter untuk konsultasi langsung dengan dokter.

[WA]

1 Komentar

  • Ama******amsiah

    Sy suka mnggodok jahe lalu pki gula merah sk d.minum pg n dore.bgimna apakah ada efek samping krna kdg2 kolesterol n adam urat sy sk naik mohon jawabanya?