Sukses

Ukur Obesitas Cukup Pakai Indeks Massa Tubuh?

Untuk mengukur obesitas, tenaga medis biasanya menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tapi apa itu saja cukup?

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, tenaga medis kerap menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengetahui apakah seseorang termasuk obesitas, berat badan kurang, atau sudah ideal. IMT adalah metode pengukuran melalui penghitungan antara tinggi badan dalam satuan meter, dan berat badan dalam satuan kilogram.

Hasil dari penghitungan tersebut akan dikategorikan menjadi severe underweight (30 kg/m2).

IMT merupakan suatu metode yang cepat dan sangat mudah digunakan untuk mengukur obesitas. Tetapi sayang, IMT juga memiliki kekurangan yaitu tidak dapat membedakan antara massa otot dan massa lemak.

Pada beberapa orang dengan massa otot yang besar, nilai IMT yang didapatkan juga akan tinggi. Semakin besar massa otot seseorang, maka hasil IMT akan semakin tinggi. Jadi tidak heran bila seorang binaragawan yang memiliki otot besar bisa memiliki IMT lebih dari 30 kg/m2.

Pada sebuah penelitian di Amerika Serikat, suatu kelompok olahraga American Football didapatkan memiliki rata-rata IMT >31.35 kg/m2.

Menurut penghitungan IMT, mereka semua termasuk dalam kategori obesitas. Padahal, hal itu disebabkan oleh massa otot yang besar.

Apabila pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dilakukan tanpa pemeriksaan klinis lebih lanjut, hal ini dapat berujung pada kekeliruan dalam interpretasi data. Oleh karena itu, pemeriksaan lain – seperti pengukuran lingkar perut guna mengetahui kadar lemak sentral – sangat diperlukan untuk membedakan massa otot dan massa lemak.

Bila mendapatkan kategori overweight atau obesitas dari hasil pengukuran IMT, Anda perlu mencoba melihat massa otot dan massa lemak. Jika massa lemak lebih banyak daripada massa otot, Anda bisa jadi benar mengalami obesitas. Tetapi apabila massa otot ternyata lebih besar, hasil IMT yang tinggi tersebut berasal dari massa otot yang besar juga.

Jadi, untuk mengetahui apakah Anda termasuk obesitas atau tidak, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) saja tidak cukup. Anda memerlukan pengukuran lain yang dapat membedakan massa otot dan massa lemak.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar