Sukses

Kiat Mengolah Daging Kambing Agar Tak Picu Penyakit

Daging kambing bahan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Simak cara memasak dan mengolah daging kambing yang sehat di sini.

Banyak masyarakat yang takut mengonsumsi daging kambing. Sebab, daging kambing diyakini sebagai makanan yang bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak benar. Agar tidak memicu penyakit, cara memasak daging kambing merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan. 

Daging kambing sebenarnya merupakan pilihan makanan yang lebih baik daripada daging sapi dan ayam. Pasalnya, daging kambing memiliki jumlah kalori, lemak, dan kolesterol total yang lebih rendah dibandingkan jenis daging lain. Selain itu, kandungan zat besi dan kalium dari daging kambing juga lebih tinggi. 

Oleh sebab itu, bila cara mengolahnya benar dan porsinya tidak berlebihan, Anda bisa mendapatkan manfaat baik dari mengonsumsi daging kambing tanpa khawatir. Yuk, ketahui bagaimana cara memasak daging kambing yang lebih sehat.

1. Batasi Penggunaan Bumbu Masakan

Daging kambing sering kali diolah menjadi campuran nasi goreng, gulai, atau sate. Cara mengolah daging kambing seperti ini sebenarnya tidak terlalu direkomendasikan.

Daging kambing tidak dianjurkan berkontak langsung dengan penyedap rasa, minyak, atau mentega. Jika diolah dengan tambahan bahan tersebut, daging kambing dapat mengandung zat yang menyebabkan kolesterol atau tekanan darah Anda melonjak.

Artikel Lainnya: Efektifkah Mengatasi Tekanan Darah Rendah dengan Daging Kambing?

1 dari 3 halaman

2. Batasi Menggoreng Daging

Daging yang diolah dengan suhu tinggi dapat berubah menjadi makanan yang mengandung zat karsinogen atau zat pemicu kanker. Daripada menggoreng atau membakarnya, Anda disarankan untuk mengolah daging kambing dengan cara direbus atau kukus.

Selain minim penyedap rasa, minyak, dan mentega, daging kambing yang diolah dengan cara direbus atau kukus biasanya tersaji bersama sayur-sayuran. Olahan tersebut merupakan menu masakan yang baik bagi kesehatan Anda.

Sekali pun ingin makan daging kambing yang dibakar, pastikan Anda tidak membakarnya sampai gosong. Sebelum menyantap, pastikan Anda telah membuang bagian daging yang gosong.

3. Gunakan Minyak yang Sehat

Jika bosan merebus, Anda sesekali diperbolehkan mengolah daging kambing dengan cara menggoreng. Tetapi, jangan menggunakan metode deep-fried, ya.

Lalu, pastikan juga Anda menggunakan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun atau kanola. Selain tidak mengandung kolesterol, minyak tersebut juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.

Artikel Lainnya: Lebih Bahaya Bakar Sate Kambing Sampai Gosong atau Setengah Matang?

2 dari 3 halaman

4. Pilih Daging Rendah Lemak

Setiap bagian tubuh hewan, termasuk kambing, memiliki kandungan lemak yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih bagian tubuh kambing yang kadar lemaknya rendah, seperti bagian paha atau has luar. 

Hal ini penting diperhatikan agar kandungan lemak di dalam masakan tidak bertambah akibat kadar lemak daging dan juga tambahan bumbu masakan seperti santan.

5. Jangan Menggunakan Garam Terlalu Banyak 

Untuk membuat masakan menjadi gurih, biasanya makanan akan diberi banyak garam. Alih-alih gurih, masakan daging kambing Anda justru dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi. 

Oleh karena itu, batasi penggunaan garam saat mengolah daging kambing. Karena sebenarnya, di dalam daging kambing sudah terkandung sodium yang dapat membantu membuat menu masakan Anda gurih dan sedap.

Nah, sekarang Anda sudah tahu cara mengolah daging kambing agar tidak memicu risiko penyakit. Meski daging kambing juga bermanfaat untuk kesehatan, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena tidak baik bagi kesehatan.

Cari tahu informasi kesehatan unik atau tips memasak makanan sehat lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar