Sukses

Minyak Kelapa, Kawan atau Lawan?

Ada yang percaya minyak kepala baik, ada juga yang bilang buruk bagi kesehatan. Bagaimana faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Anda salah satu pengguna minyak kelapa? Ya, minyak ini tentu sudah akrab di telinga Anda karena sering dipakai untuk menggoreng, menumis, atau kadang untuk memanggang. Bahkan, minyak kelapa dianggap lebih sehat daripada minyak kelapa sawit.

Memang ada yang percaya minyak kelapa baik bagi tubuh, tetapi ada pula yang menolak memakainya karena kandungan lemak jenuh di dalamnya.

Bicara soal dampak dari konsumsi minyak kelapa, terdapat pendapat yang berbeda-beda di antara para ahli. Sampai sekarang pun tidak banyak penelitian yang dilakukan mengenai hal tersebut.

Minyak kelapa mengandung 84% lemak jenuh. Lemak jenis ini tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, karena tubuh pun memerlukan lemak agar sel-selnya berfungsi dengan baik. Bila dikonsumsi secara berlebihan, lemak jenuh berpotensi untuk meningkatkan kolesterol “jahat” dan risiko penyakit jantung.

Pedoman Diet Amerika 2010 menyarankan Anda untuk mengonsumsi tidak lebih dari 10 persen kalori yang berasal dari lemak jenuh. Misalnya, Anda makan 2.000 kalori per hari, berarti harus membatasi asupan lemak jenuh di bawah 22 gram.

Sementara itu, minyak kelapa sebanyak 1 sendok makan mengandung sekitar 11,8 gram lemak total, atau hampir 90 persen dari kebutuhan lemak jenuh sudah terpenuhi.

Jadi, tak dimungkiri bahwa minyak kelapa masih tinggi lemak dan kalori. Minyak kelapa juga tidak terlalu banyak mengandung mineral penting di dalamnya, seperti besi, vitamin K, dan vitamin E.

Meski demikian, minyak kelapa masih memberikan manfaat jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Karena minyak kelapa merupakan agen antijamur, ini membuatnya dapat menangani beberapa penyakit infeksi akibat jamur.

Jadi, gunakanlah minyak kelapa sewajarnya. Tidak disarankan untuk mengonsumsi minyak kelapa lebih dari satu sendok makan. Untuk alternatif yang lebih sehat, Anda dapat mengganti minyak kelapa dengan minyak kanola, minyak biji matahari, dan minyak zaitun.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar