Sukses

Ini yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Garam

Selain kelebihan garam, kekurangan garam pun dapat mendatangkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Garam merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan air di dalam sel tubuh manusia. Dalam kadar cukup, garam berperan untuk menjaga fungsi otot dan saraf, yang pada akhirnya membuat tekanan darah tetap stabil.

Namun, tidak sedikit orang yang mengurangi konsumsi garam. Entah karena alasan medis tertentu, atau hanya sekadar tidak suka. Padahal, kekurangan garam dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Bahaya kekurangan garam bagi tubuh bisa berpengaruh terhadap kualitas hidup Anda. Oleh sebab itu, yuk ketahui kadar kebutuhan garam harian dan dampak kekurangan garam bagi kesehatan.

1 dari 3 halaman

Kebutuhan Garam dalam Tubuh

Agar tidak mengalami kekurangan garam, ada baiknya Anda mengetahui batasan maksimal konsumsi garam per hari. Dengan begitu, fungsi tubuh tidak akan terganggu.

Perlu Anda ketahui, salah satu penyusun garam dapur yang dikonsumsi setiap harinya adalah sodium. Nah, dalam satu hari, sodium yang direkomendasikan adalah 3.000-5.000 mg atau 7,5–12,5 gram dalam bentuk garam dapur, setara dengan 1,5–2,5 sendok teh.

Artikel Lainnya: Diet Tinggi Garam Picu Sakit Lambung? Ini Faktanya

Sementara itu, untuk bayi dan balita, garam sebaiknya dihindari sama sekali. Ini karena ginjalnya belum ‘matang’ sehingga belum mampu mengolah zat-zat yang terkandung pada garam dengan sempurna.

Terkadang beberapa makanan atau minuman yang dibeli sudah mengandung sodium juga. Oleh karena itu, selalu cek kemasan makanan atau minuman untuk mengetahui berapa jumlah sodium yang terkandung di dalamnya, ya!

2 dari 3 halaman

Dampak Kekurangan Garam

Apabila kebutuhan garam per harinya tidak terpenuhi, maka fungsi tubuh dapat terganggu. Berikut adalah beberapa dampak kekurangan garam pada tubuh yang penting untuk Anda ketahui:

1. Meningkatkan Risiko Hiponatremia

Kurangnya kadar garam dalam tubuh dapat meningkatkan risiko hiponatremia. Penyakit ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah Anda di bawah batas normal.

Hiponatremia dapat menyebabkan gejala seperti mual dan muntah, mudah lelah, kejang, koma, dan berbagai kondisi kesehatan lain.

Artikel Lainnya: Manfaat Garam untuk Kesehatan, Apa Saja?

2. Gangguan Kognitif

Sebagian besar jaringan tubuh dapat menangani sel yang berkembang akibat hiponatremia. Namun, otak tidaklah demikian. Bahaya kekurangan garam bisa menurunkan kondisi otak akibatnya penderita mengalami iritabilitas dan halusinasi. 

Lambat laun, tingkat kesadaran penderita akan menurun hingga akhirnya masuk dalam kondisi koma. Kejadian ini meningkatkan risiko kematian, khususnya saat kadar natrium dalam darah di bawah nilai normal.

3. Gangguan Fungsi Otot

Seseorang yang kekurangan garam akan mengalami komplikasi yang melibatkan gangguan fungsi otot di dalam tubuh.

Gejalanya meliputi lemah otot, kejang, ataupun kram. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara garam yang keluar dan masuk sel sehingga kontraksi otot terganggu.

4. Meningkatkan Risiko Resistensi insulin

Dampak kekurangan garam yang lain adalah meningkatnya risiko resistensi insulin. Akibatnya, sinyal yang dilepaskan insulin untuk mengontrol gula darah tidak dapat direspons dengan baik. Hal ini dapat berujung pada diabetes melitus.

Artikel Lainnya: Benarkah Konsumsi Garam Bermanfaat untuk Olahraga?

Perlu diketahui bahwa penyakit diabetes berkaitan dengan penyakit berbahaya lain, seperti stroke dan gangguan jantung. Nah, apabila diabetes tidak tertangani dengan baik, maka risiko kematian akibat penyakit ini pun akan meningkat.

5. Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Gagal Jantung

Kekurangan garam berarti ada ketidakseimbangan ion-ion yang berperan dalam kontraksi otot jantung. Dengan kurangnya garam dalam tubuh, jantung tidak mampu memompakan darah secara optimal.

Kondisi tersebut dapat memperparah sirkulasi darah pada pasien dengan gagal jantung. Bila darah yang masuk ke jantung tidak cukup, pasien dapat mengalami serangan jantung.

6. Nyeri Kepala

Nyeri kepala merupakan gejala kekurangan garam yang cukup sering. Hal ini terjadi karena pada kondisi hiponatremia otak akan menyerap air sehingga bengkak. Namun, nyeri kepala baru dapat dirasakan ketika hiponatremia terjadi dalam derajat berat.

Demikian beberapa bahaya kekurangan garam yang perlu Anda perhatikan. Pastikan garam yang Anda konsumsi sesuai batas aman yang dianjurkan. Konsumsi garam dalam jumlah yang cukup akan menghindarkan Anda dari kondisi hiponatremia akibat kekurangan garam.

Informasi menarik lainnya seputar dunia kesehatan dapat Anda peroleh di aplikasi KlikDokter. Anda juga dapat berkonsultasi secara langsung kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam. Jangan lupa unduh aplikasinya di sini!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar