Sukses

Narkoba Dapat Membentuk Tubuh Jadi Ideal, Benarkah?

Rhoma Irama mengatakan bahwa anaknya, Ridho Rhoma, memakai narkoba untuk membentuk tubuh menjadi ideal. Bagaimana fakta medis soal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Ada yang menarik dari kasus narkoba yang menjerat Ridho Rhoma. Usai persidangan yang digelar pada Selasa (11/7/2017), sang ayah, Rhoma Irama, memberikan pernyataan yang bersifat pembelaan.

Pedangdut senior yang berjulukan ‘Raja Dangdut’ itu mengatakan bahwa motivasi putranya untuk menggunakan narkoba bukanlah untuk kesenangan, melainkan demi membentuk tubuh.

“Ridho menggunakan itu motivasinya bukan untuk fun, bukan untuk hura-hura, bukan untuk pesta-pora. Tetapi dalam rangka katakanlah untuk membuat posturnya lebih ideal sebagai artis, penyanyi, dan bintang film. Bukan untuk hal negatif. Itu saja motifnya. Jadi tidak ada hal yang lain-lain,” ujar Rhoma setelah persidangan.

Ridho Rhoma bersama rekannya yang berinisial MS ditangkap di salah satu area hotel di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada hari Sabtu (25/3) pukul 04.00 WIB. Keduanya kedapatan memiliki barang bukti sabu-sabu seberat 0,76 gram beserta alat isapnya, serta dua butir obat penenang Dumolid.

Narkoba untuk Tubuh Ideal?

Lalu, benarkah narkoba, terutama sabu-sabu yang dikonsumsi Rhido, bisa membentuk tubuh jadi ideal? Sabu-sabu merupakan golongan obat stimulan jenis metamfetamin. Banyak orang menggunakannya untuk mendapatkan efek psikologis, seperti perasaan tenang, senang, energik, dan percaya diri.

Selain itu, sabu-sabu juga dapat membuat nafsu makan menurun sehingga dulu banyak digunakan untuk berdiet. Namun, saat ini sudah ditinggalkan karena lebih banyak mengandung efek negatif daripada manfaatnya.

Mungkin Anda berhasil kurus dengan sabu-sabu. Namun, dampaknya terhadap kesehatan akan membuat Anda berpikir ribuan kali sebelum menyentuhnya. Sabu-sabu menyebabkan kerja jantung dan pembuluh darah menjadi berlebihan. Jika ini terjadi, dibarengi dengan denyut jantung yang kencang, tentunya akan sangat berbahaya bagi pengidap hipertensi.

Tak hanya itu, sabu-sabu juga dapat menimbulkan kejang sampai perdarahan otak. Sering kali didapatkan juga efek peningkatan suhu tubuh yang tinggi sehingga penggunanya demam luar biasa. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa memengaruhi otak.

Jika melihat dampak buruk yang ditimbulkan oleh narkoba terutama sabu-sabu, apakah masuk akal jika seseorang mengonsumsinya untuk membentuk tubuh yang ideal?

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar