Sukses

Fakta di Balik Janin Gagal Berkembang

Apa penyebab janin gagal berkembang dan bagaimana mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan mungkin merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu sejak awal pernikahan. Sayangnya, tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar. Janin dapat gagal berkembang sehingga terjadi kematian janin ataupun keguguran.

Pada kehamilan yang berjalan lancar dan sehat, janin akan bertumbuh dan berkembang setiap minggunya hingga siap dilahirkan. Namun, hal ini tidak terjadi pada semua kehamilan.

Mungkin banyak dari Anda yang pernah mengalami atau mengenal seseorang yang mengalami janin gagal berkembang. Apa sajakah hal-hal yang menjadi penyebabnya?

  1. Blighted Ovum

    Blighted Ovum sering dikenal juga dengan kehamilan kosong. Kondisi ini terjadi jika sel telur yang sudah dibuahi menempel pada dinding rahim, tetapi tidak berkembang lebih lanjut menjadi embrio dan janin. Blighted ovum merupakan setengah dari penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan trimester satu.

    Pada wanita yang mengalami kehamilan kosong, pemeriksaan kehamilan dengan test pack akan memberikan hasil positif. Tanda-tanda kehamilan lainnya juga umumnya dirasakan. Namun, pemeriksaan dengan USG akan memberikan gambaran rahim kosong atau kantong kehamilan yang kosong.

  2. Insufisiensi Plasenta

    Plasenta atau ari-ari merupakan organ yang memberikan suplai nutrisi dan oksigen pada janin. Insufisiensi plasenta terjadi jika plasenta tidak terbentuk sempurna atau rusak sehingga mengurangi aliran darah dari ibu ke janin. Walaupun jarang terjadi, hal tersebut merupakan komplikasi serius pada kehamilan.

    Berbagai macam faktor dapat menyebabkan kondisi ini. Beberapa kondisi yang diketahui berhubungan dengan insufisiensi plasenta adalah diabetes, tekanan darah tinggi kronis, anemia, merokok, dan penggunaan obat-obatan (seperti pengencer darah, heroin, dll). Insufisiensi plasenta dapat mengakibatkan cacat pada janin bahkan kematian dalam rahim.

  3. Kelainan Kromosom

    Kromosom adalah unit pembentuk DNA, materi yang mengatur struktur genetik Anda. Pada saat pembuahan dan awal kehamilan, dapat terjadi berbagai kelainan kromosom, misalnya jumlah kromosom yang terlalu sedikit atau banyak. Kelainan kromosom ini umumnya menyebabkan janin gagal berkembang hingga terjadi keguguran.

  4. Faktor Risiko Lainnya

    Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan janin gagal berkembang serta keguguran, terutama pada awal kehamilan. Faktor-faktor risiko tersebut adalah obesitas pada ibu, kebiasaan merokok, penyalahgunaan obat-obatan, konsumsi lebih dari 200 mg kafein/hari, dan konsumsi lebih dari 2 unit alkohol per minggu.

Meskipun beberapa penyebab janin gagal berkembang tidak dapat dicegah, terdapat juga faktor risiko yang dapat dihindari. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan kehamilan Anda. Bagi para pasangan baru, jangan hanya fokus pada program hamil tetapi juga persiapan sebelum kehamilan. Semoga kehamilan Anda selalu sehat dan lancar.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar