Sukses

Kiat Menghadapi Anak Suka Mengadu

Jika anak suka mengadu, bagaimana cara terbaik untuk menghadapinya?

Klikdokter.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui peristiwa anak yang suka ngadu ke orang tua, kakak, atau gurunya. Kenyataannya sebagian besar anak memang pernah mengadu kepada orang yang lebih tua.

Sebenarnya, kebiasaan mengadu muncul karena anak merasa dalam posisi yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari orang yang lebih tua. Hal ini memiliki sisi positif dan negatif.

Sisi positif dari anak yang sering mengadu kepada Anda berarti ia merasa dekat dan nyaman berkomunikasi dengan Anda. Karena anak hanya akan mengadu kepada orang yang ia percayai. Selain itu, ia yakin bahwa Anda dianggap dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Namun sisi negatifnya, anak yang biasa mengadu akan terhambat perkembangan rasa percaya diri dan keberaniannya. Ia tidak dapat belajar bagaimana cara menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jika kebiasaan anak ini berlanjut hingga dewasa kelak, akan dapat berdampak buruk. Untuk mencegah ha tersebut, Anda bisa menerapkan kiat-kiat di bawah ini dalam menghadapi anak yang suka mengadu:

  1. Dengarkan dengan seksama dan berikan empati kepada anak

    Mendengarkan pengaduan anak dan berempati kepadanya menunjukkan perhatian Anda kepada anak. Hal ini dapat memupuk kedekatan antara orang tua dan anak. Menunjukkan sikap marah atau cuek saat anak mengadu bukanlah cara yang baik dalam menghadapi anak yang suka ngadu.

  2. Bantu anak mencari akar masalah

    Anak belum memiliki kemampuan mencari akar permasalahan. Bantulah mengarahkan jalan pikiran anak untuk menemukan akar masalah dari hal yang diadukannya. Usahakan agar anak Anda sendiri yang menemukan akar permasalahan yang sedang ia hadapi.

  3. Bersikap netral

    Bersikaplah netral saat anak mengadu. Jangan terus membela anak Anda. Jika memang anak Anda yang bersalah, jelaskanlah kepadanya. Tunjukkan bahwa hal itu tidak benar dan ajarkan kepadanya untuk meminta maaf atas kesalahannya itu.

  4. Bantu anak menemukan solusi, bukan mengintervensi

    Arahkan anak untuk mencari sendiri solusi masalahnya. Ajarkan pula bagaimana cara menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan langsung turun tangan dalam menghadapi permasalahan anak di sekolah maupun lingkungan rumah kecuali dalam keadaan yang menurut Anda sudah tidak dapat diatasi oleh anak sendiri.

Menerapkan kiat di atas, Anda tetap dapat membina kedekatan dengan anak serta melatih pola berpikir dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan anak suka mengadu perlahan akan berkurang.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar