Sukses

Panduan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Penyakit Hati

Tidak banyak yang menyadari bahwa pola hidup juga berhubungan dengan penyakit hati.

Klikdokter.com, Jakarta Pola hidup yang banyak duduk, sedikit berolahraga, dan makan makanan tinggi kalori, dapat memicu berbagai macam penyakit. Selain penyakit pembuluh darah jantung dan otak, pola hidup seperti ini juga dapat menyebabkan penyakit hati, yaitu perlemakan hati (fatty liver).

Lantas, bagaimana pola hidup yang tepat yang dapat membantu mencegah perlemakan hati? Yuk, simak panduan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit hati berikut ini.

  1. Jaga pola makan

    Salah satu penyebab perlemakan hati adalah pola makan yang tidak sehat. Makanan yang digoreng dengan kalori yang tinggi berpotensi menyebabkan peningkatan kadar salah satu jenis kolesterol, yaitu trigliserida.

    Selain itu, makanan tinggi kalori seperti makanan cepat saji, juga berpotensi meningkatkan berat badan. Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Alkohol merupakah salah satu penyebab perlemakan hati yang berpotensi menyebabkan kerusakan hati lebih lanjut.

  2. Awasi berat badan

    Selain pola makan sehat, Anda perlu mengontrol berat badan. Anda dapat berolahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan. Anda dapat berlari, berenang atau bersepeda.

    Olahraga secara rutin sebanyak tiga sampai lima kali seminggu merupakan cara baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, olahraga rutin juga dapat menurunkan risiko kegemukan dan perlemakan hati.

  3. Tangani diabetes dengan baik

    Salah satu faktor penyebab gangguan perlemakan hati adalah penyakit metabolik seperti diabetes, kegemukan, dan kolesterol. Bila menderita diabetes, berat badan berlebih, dan kolesterol, Anda perlu menangani penyakit tersebut untuk menurunkan risiko penyakit hati.

Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit hati. Ingat, terapkan pola hidup sehat dengan mengurangi porsi makan, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, dan berolahraga secara teratur. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar