Sukses

Sakit Kepala Gara-Gara Hipertensi, Apa Mungkin?

Sakit kepala sering dikaitkan dengan penyakit hipertensi. Apa benar berhubungan?

Apa hubungannya sakit kepala dan hipertensi? Sebelumnya, mari kenali dulu soal penyakit hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah pada pembuluh darah arteri meningkat. Tekanan darah normal manusia berkisar di 120/80 mmHg. Jika angka ini menginjak 140/90 mmHg atau lebih, berarti Anda mengidap hipertensi.

Waspadalah dengan hipertensi. Ada sederet komplikasi yang bisa terjadi karenanya, seperti penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksa tekanan darah secara berkala.

Lalu, apa sajakah gejala hipertensi? Banyak orang tak menyadari mereka mengidap hipertensi, karena penyakit ini tidak memiliki gejala khusus. Tak heran bila hipertensi dikenal sebagai “The Silent Killer”.

Artikel Lainnya: Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

 

1 dari 3 halaman

Sakit Kepala Bukan Gejala Awal Hipertensi

Bagaimana dengan sakit kepala? The American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa sakit kepala bukanlah gejala hipertensi. Memang penderita hipertensi dapat mengalami sakit kepala, tetapi tidak semua penderita akan mengalaminya.

Penderita hipertensi memang kerap mengalami sakit kepala hebat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekanan darah yang melonjak tinggi secara mendadak dan dapat menimbulkan kerusakan di berbagai organ tubuh dalam waktu cepat.

Jika Anda merasakan sakit kepala hebat, bisa jadi Anda mengalami hipertensi maligna. Kondisi ini merupakan tekanan darah yang sangat tinggi dan serius, sehingga memerlukan perawatan medis segera.

Selain itu, biasanya terdapat keluhan lain seperti penglihatan buram, nyeri dada, dan muntah.

Hipertensi maligna dapat menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan kematian. Jika Anda atau keluarga mengalami tanda dan gejala tersebut, segeralah ke rumah sakit.

Sakit kepala tidak selalu berkaitan dengan hipertensi. Namun tetaplah waspada, apalagi jika terjadi pada orang usia lanjut atau yang memiliki riwayat hipertensi.

Artikel Lainnya: Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi

2 dari 3 halaman

Hipertensi The Silent Killer

dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid Hipertensi yang tidak diobati dan dikendalikan dengan baik secara perlahan akan menimbulkan komplikasi pada berbagai organ. Pada otak, hipertensi dapat mencetuskan stroke serta demensia yang terjadi lebih dini. Pada jantung, hipertensi bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan gagal jantung.

Kemudian pada ginjal, tekanan darah yang tak terkontrol akan menyebabkan gagal ginjal kronik. Pada daerah kelamin, hipertensi bisa memicu timbulnya disfungsi seksual. Selain itu, tak jarang, hipertensi dapat berujung pada kematian mendadak (sudden death).

Sekitar 90 persen kasus hipertensi memang tak memiliki gejala apapun. Oleh karena itu, umumnya hipertensi ditemukan secara tak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Atau pada kondisi yang lebih berat, hipertensi baru diketahui saat berbagai komplikasi sudah terjadi.

 

Anda dapat menghindari penyakit berbahaya ini dengan cara menjalani gaya hidup sehat, dan rutin melakukan medical check up terutama jika Anda memiliki riwayat hipertensi atau gejala-gejala hipertensi. Anda bisa melakukan konsultasi Kesehatan Online dengan Install Aplikasi Klikdokter.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar