Sukses

Bantal Harus Diganti Secara Berkala, Ini Alasannya

Bantal tidur harus diganti secara berkala. Apa alasannya? Apakah bahayanya jika kita jarang mengganti bantal? Yuk, simak lengkapnya di sini.

Bantal merupakan salah satu perlengkapan penting untuk mendapatkan tidur berkualitas. Oleh karena itu, mengganti bantal secara berkala penting dilakukan karena dapat mencegah penumpukan alergen sekaligus meningkatkan kualitas tidur. 

Aturan umumnya adalah bantal diganti bantal setiap 1-2 tahun sekali. Sering mencuci bantal dapat memperpanjang umur pakai, tapi tetap ada batasan berapa lama bantal dapat menopang kepala dan leher. Menggunakan bantal lebih dari 1 atau 2 tahun bisa pengaruhi kesehatan dan menyebabkan gangguan tidur.

1 dari 3 halaman

Tanda Bantal Harus Diganti

Kapan mengganti bantal yang dianjurkan? National Sleep Foundation menganjurkan Anda untuk mengganti bantal minimal 1 kali dalam setahun. Bahkan, penelitian menyebutkan bahwa ada beberapa kondisi yang membuat Anda harus mengganti bantal setiap 6 bulan sekali, yaitu:

  1. Bantal Tidak Menopang Kepala dan Leher dengan Baik

Bantal yang tidak mampu menopang kepala dan leher dengan baik membuat Anda mengalami kaku dan nyeri leher di pagi hari. 

Tenaga pun tidak akan pulih sepenuhnya. Akibatnya Anda akan mengalami kesulitan untuk menjalankan aktivitas selanjutnya.

  1. Bentuk Bantal Sudah Tidak Beraturan

Semakin tidak beraturan, semakin sulit bantal untuk disesuaikan dengan posisi kepala dan leher. Jika Anda tidur menggunakan bantal jenis ini, bukan tidak mungkin Anda akan merasakan berbagai keluhan yang tidak diinginkan saat bangun.

  1. Penampilan Bantal yang Kurang Bersih

Selain yang sudah disebutkan, bantal juga harus dijaga kebersihannya. Sebab, Anda menggunakannya setiap hari dan benda ini bersentuhan langsung dengan kulit kepala dan wajah.

Jika sudah mulai tampak kusam, usang, dan sulit dibersihkan, pertimbangkan untuk mengganti bantal tersebut dengan yang baru.

Artikel lainnya: 11 Benda di Kamar Tidur yang Jadi Sarang Kuman Penyakit

2 dari 3 halaman

Bahaya Jika Tidak Mengganti Bantal

Mengabaikan bentuk, penampilan, dan fungsi bantal justru akan mengurangi kualitas hidup Anda. Berikut adalah beberapa alasan yang membuat bantal Anda harus diganti secara berkala:

  1. Menyebabkan Jerawat

Kebersihan bantal yang buruk akan menjadikan bantal sebagai tempat penyimpanan debu, lemak atau jaringan kulit mati. Bila terus menggunakannya, potensi Anda terkena jerawat atau alergi akan semakin besar.

  1. Pencetus Alergi

Tungau debu rumah atau Arthropoda bisa memakan serpihan kulit yang kita lepaskan setiap hari. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, masing-masing kita melepaskan kulit setiap hari. jumlahnya cukupl untuk memberi makan 1 juta tungau debu rumah.

Tungau debu tidak berbahaya, tapi dapat memicu mata berair, tenggorokan gatal, hidung meler, bersin, hidung tersumbat, dan kesulitan bernapas pada orang alergi. Seiring waktu, gejala ini dapat memburuk, yang menyebabkan kualitas tidur yang buruk.

Mikroorganisme ini dianggap sebagai pemicu paling umum alergi dan asma. Jika bantal Anda tidak diganti secara berkala, bukan tak mungkin malah menjadi sarang berbagai penyebab penyakit tadi.

Dalam menjaga kebersihannya, Anda dapat meletakkan pelapis di antara bantal dan sarungnya. Jangan lupa untuk mencuci sarung dan mengganti pelapis tersebut secara rutin.

Artikel lainnya: 7 Benda di Kamar Tidur yang Berbahaya bagi Kesehatan

  1. Tidak Bisa Menopang Kepala dan Leher

Saat bantal dicuci, semua penyangga berbulu di dalamnya akan rusak. Busa atau bahan pengisi bantal bisa menggumpal dan membuat bantal kian menjadi datar. 

Bantal yang tidak sesuai postur tak akan maksimal menopang kepala dan leher. Hal ini yang akan menyebabkan cedera otot dan saraf pada area kepala serta leher.

National Sleep Foundation menyarankan dilakukan tes untuk menguji apakah bantal Anda masih layak. Lipat menjadi dua, kemudian lepaskan. Jika tetap terlipat, sudah saatnya mengganti bantal.

Ketika mencuci bantal, perhatikan petunjuk yang tertera di bantal sehingga lebih awet.

  1. Higienitas yang Buruk

Keringat, rambut, air liur, minyak tubuh, dan sel kulit mati semuanya diserap oleh bantal saat digunakan, meski ada sarung bantal.

Semua cairan dan serpihan ini dapat menyebabkan jamur, lumut, dan alergen lainnya menumpuk, plus memicu bau tak sedap. Mencuci bantal dan sarung bantal bisa menghilangkan bau, tapi tidak pada alergen yang bersarang di bantal.

Ingat, bantal yang baik sangat berperan dalam memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan tubuh Anda seutuhnya. Jangan korbankan dua hal ini dengan tetap mempertahankan bantal lama.

Segera ganti bantal Anda secara berkala, jika terdapat beberapa tanda-tanda yang disebutkan di atas.

Jangan ketinggalan informasi seputar kesehatan lainnya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar