Sukses

Seorang Bayi di India Lahir dengan Dua Penis

Lahir dengan kondisi yang tidak umum, bayi dengan dua penis menjadi sorotan banyak mata. Lantas, bagaimana nasibnya?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap pasangan pasti bahagia dengan kehadiran si buah hati di tengah keluarga. Begitu pula dengan Lalitamma dan Chennabasava, pasangan muda dari India. Sayangnya, kebahagiaan itu harus terganjal karena bayi mereka lahir dengan dua penis dan empat kaki.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah polymelia. Ini adalah salah satu jenis kelainan genetik yang melibatkan organ kaki. Seseorang dengan polymelia memiliki banyak kaki yang dapat melekat ke bagian tubuh mana pun –seperti kepala, tulang belakang, dada, atau panggul.

Pada sebagian kasus, kelebihan kaki ini akan menyusut seiring dengan perkembangan janin, kemudian luruh. Sedangkan pada sebagian lainnya, kelebihan ini terus tumbuh hingga janin lahir.

Kelebihan itu kemudian menjadi parasit. Parasit ini turut mengambil jatah nutrisi dari tubuh bayi. Inilah yang terjadi pada bayi dengan dua penis yang berasal dari India.

Sebenarnya kondisi langka ini juga pernah menimpa seorang bayi perempuan bernama Lakshmi Tatma di India. Hanya saja, Lakshmi baru dioperasi ketika berusia 2 tahun. Hal tersebut tentu saja mengganggu tumbuh kembangnya.

Berbeda dengan Lakshmi, bayi dari pasangan Lalitamma dan Chennabasava langsung dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Jarak tempuh yang jauh membuat bayi tersebut dehidrasi. Beruntung, bayi tersebut dapat segera ditangani oleh 20 tim yang beranggotakan dokter dan para medik.

Setelah melalui operasi yang panjang dan melelahkan, dokter dan paramedik berhasil memulihkan kondisi sang bayi. Hebatnya lagi, kedua orangtua sang bayi tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun.

Pengetahuan dan kepedulian orangtua, dokter, serta orang- orang sekitarnya tidak hanya menyelamatkan kondisi bayi dengan dua penis tersebut, namun juga masa depannya. Kini, kesempatan untuk tumbuh menjadi anak normal terbuka lebar di depannya.

(BA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar