Sukses

Bahaya Makan Nasi Goreng Terlalu Sering

Nasi goreng yang digemari banyak orang bisa berbahaya apabila dimakan terlalu sering. Ini dampaknya bagi kesehatan tubuh.

Siapa yang tak kenal nasi goreng? Rasanya yang khas membuat makanan yang satu ini memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya. Namun jangan salah, ternyata nasi goreng tidak boleh dimakan terlalu sering, lho!

Nasi goreng merupakan makanan nasional yang banyak digemari masyarakat dari dalam maupun luar negeri. Karena banyak yang suka, nasi goreng sering dijumpai di hampir setiap restoran yang Anda kunjungi.

Meskipun nasi goreng menjadi salah satu makanan favorit, tidak sepantasnya Anda menjadikannya sebagai menu wajib sehari-hari. Salah satu alasan mengapa nasi goreng tidak boleh dimakan terlalu sering adalah kenaikan berat badan. 

Selain itu, adakah dampak negatif sering makan nasi goreng lainnya?

1 dari 3 halaman

Dampak Makan Nasi Goreng Terlalu Sering

Bagi Anda salah satu penggemar nasi goreng, mungkin Anda harus menahan diri agar tidak mengonsumsinya terlalu sering. Hal ini dilakukan guna menghindari efek samping makan nasi goreng bagi kesehatan. Berikut ini beberapa dampak makan nasi goreng terlalu sering yang perlu Anda ketahui:

Artikel Lainnya: Pola Makan Ini Dianjurkan untuk Penderita Kolesterol Tinggi

  1. Tinggi Kalori

Umumnya, makanan yang digoreng lebih sering diolah dengan menggunakan minyak. Hal itu akan mengurangi kadar air pada makanan, sehingga lemak akan mudah diserap oleh makanan tersebut. Kadar kalori di dalamnya secara otomatis akan meningkat.

Makanan yang digoreng lebih kaya akan lemak dan kalori dibandingkan dengan makanan yang tidak digoreng. Contohnya, 1 kentang rebus (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak, sedangkan dalam 100 gram kentang goreng mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak. Berbeda sekali, bukan? 

Bagaimana dengan kalori dalam nasi goreng? Ternyata, 100 gram nasi goreng mengandung 168 kalori dan 6.23 gram lemak. Celakanya lagi, biasanya nasi goreng yang dikonsumsi adalah sebanyak 300 gram. Jadi, bisa dijumlahkan, kan, berapa kalori dan lemak yang Anda peroleh dari makan satu porsi nasi goreng?

  1. Tinggi Akan Kadar Lemak Trans

Lemak trans terbentuk ketika lemak jenuh mengalami proses yang disebut hidrogenasi. Pada nasi goreng, hal ini terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi.

Proses yang mengubah struktur kimiawi menjadi lemak, akan membuat tubuh Anda kesulitan dalam memecahnya. Kondisi ini dapat memicu efek negatif terhadap kesehatan. 

Artikel Lainnya: 7 Makanan yang Tak Disangka Mengandung Lemak Trans

  1. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Kronis

Lemak trans sudah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, serta obesitas. Karena di dalam nasi goreng terdapat lemak ini, tentu Anda akan masuk ke dalam golongan yang berisiko jika terlalu sering mengonsumsinya.

2 dari 3 halaman

Cara Kurangi Risiko Terkena Penyakit Akibat Nasi Goreng

Apabila Anda sangat menggemari nasi goreng hingga harus mengonsumsinya beberapa kali dalam seminggu, ada beberapa kiat untuk mengurangi risiko bahaya makan nasi goreng, di antaranya: 

  1. Gunakan Minyak yang Lebih Sehat 

Pada umumnya, minyak yang sebagian besar mengandung lemak jenuh serta lemak tak jenuh tunggal merupakan yang paling stabil ketika dipanaskan. Berikut ini beberapa pilihan minyak yang dapat Anda gunakan:

  • Minyak kelapa: lebih dari 90 persen asam lemak di dalamnya merupakan lemak jenuh, sehingga sulit dan tahan akan suhu panas.
  • Minyak zaitun: sebagian besar mengandung lemak tak jenuh tunggal, membuatnya relatif stabil untuk menggoreng dalam suhu tinggi.
  • Minyak alpukat: komposisi dari minyak alpukat mirip dengan minyak zaitun, dan dengan toleransinya akan suhu yang tinggi, dapat digunakan pula untuk melakukan deep frying
  1. Atur Jumlah Nasi yang Dikonsumsi

Jika ingin mengurangi efek samping makan nasi goreng, perhatikan pula porsi nasinya. Kurangi takaran nasi yang akan Anda gunakan untuk membuat nasi goreng, sehingga jumlah kalori dan lemak pun akan berkurang.

Setelah mengetahui bahaya makan nasi goreng terlalu banyak, Anda perlu mengurangi risiko tersebut dengan menerapkan tips di atas. Adanya bahaya makan nasi goreng tidak lantas membuat Anda berhenti mengonsumsinya.

Konsumsilah nasi goreng dengan bijak dengan mengatur porsinya, juga memilih minyak yang lebih sehat ketika memasak. Bahaya makan nasi goreng terjadi apabila Anda tidak memperhatikan beberapa hal tersebut. Pastikan untuk mengonsumsi nutrisi lainnya dengan seimbang agar kesehatan Anda terjaga.

[WA/ RS] 

0 Komentar

Belum ada komentar