Sukses

Penyakit Stroke dan Jantung Dipengaruhi Pendapatan Nasional

Penyakit jantung dan stroke adalah dua penyakit yang dipisahkan oleh sebuah patologi umum. Keduanya disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke organ vital, dan dua penyakit ini...

KlikDokter.com – Penyakit jantung dan stroke adalah dua penyakit yang dipisahkan oleh sebuah patologi umum. Keduanya disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke organ vital, dan dua penyakit ini banyak sekali faktor risiko secara umum, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, aktivitas fisik dan merokok.

Namun, analisis penyakit jantung dan stroke yang dikumpulkan dari 192 negara oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa faktor dari kedua penyakit tersebut berhubungan erat dengan pendapatan nasional. Laporan analisis ini diterbitkan minggu ini dalam jurnal Circulation, di San Francisco.

Menurut para peneliti di University of California, San Francisco (UCSF), menemukan bahwa negara-negara berkembang cenderung lebih banyak memiliki kasus kematian dan cacat oleh stroke dibandingkan dengan penyakit jantung.

"Secara umum, penyakit jantung masih nomor satu di seluruh dunia penyebab kematian, namun ada cukup banyak variasi alasan tentang hal ini di setiap dunia," kata Anthony S. Kim, MD, MAS, asisten profesor neurologi di UCSF yang melakukan penelitian dengan S. Claiborne Johnston, MD, PhD, profesor neurologi dan wakil kanselir asosiasi penelitian di UCSF.

Penelitian ini menyoroti pengaruh dari pendapatan nasional. Penyakit memang berbeda dalam hal gejala, namun dari segi pendekatan perawatan penyakit, tindak lanjut pengobatan, dan durasi waktu serta biaya pemulihannya. Kesadaran perbedaan ini yang memotivasi peneliti.

Menggunakan data dari The World Health Organization’s Global Burden of Disease, Kim dan Johnston, mendapatkan analisa tentang kematian dan kecacatan akibat penyakit jantung dan stroke di setiap negara dipengaruhi oleh pendapatan nasional, dan hal ini diperoleh dari Bank Dunia.

"Kematian terkait penyakit jantung dan stroke ada hubungan yang mencolok dengan pendapatan nasional," kata Kim.

Di Amerika Serikat, misalnya, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu dan stroke pembunuh nomor empat, data ini diambil menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Serta menurut data dari WHO, hal yang sama terkait penyakit pembunuh juga berlaku di seluruh Timur Tengah, sebagian besar Amerika Utara, Australia dan sebagian besar Eropa Barat.

Namun, di banyak negara berkembang, hal ini malah sebaliknya. Stroke diklaim sebagai penyakit dengan beban yang lebih besar, hal ini terjadi di Cina dan seluruh bagian Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Secara keseluruhan, hampir 40 persen dari semua negara memiliki beban penyakit stroke yang lebih besar dibanding dengan pentakit jantung.

Lanjutnya, "hal ini penting," kata Kim, "karena mengetahui bahwa beban stroke lebih tinggi di beberapa negara dan untuk memfokuskan perhatian pada pengembangan serta pemahaman yang lebih baik. Alasan terkait hak ini untuk mengetahui pola penyakit dan informasi ini dapat membantu para pengurus kesehatan masyarakat ditiap negara untuk memprioritaskan sumber daya dengan tepat."[](SN

    0 Komentar

    Belum ada komentar