Sukses

Bayi Rentan Terkena Infeksi Paru-Paru

Virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan disebut juga Respiratory syncytial virus (RSV) dalam bahasa kedokteran. Bagi kebanyakan orang tua...

KlikDokter.com -- Virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan disebut juga Respiratory syncytial virus (RSV) dalam bahasa kedokteran. Bagi kebanyakan orang tua, RSV bukan merupakan istilah asing. Tapi merupakan penyebab umum dari infeksi pernafasan serius dengan dampak yang cukup besar pada kesehatan bayi dan anak-anak diseluruh dunia, menurut sebuah Journal Pediatric Infectious Disease edisi Juni. Jurnal ini diterbitkan oleh Lippincott Williams & Wilkins, bagian kesehatan Wolters Kluwer.

Menurut Drs. Gayle Langley Fischer dan Larry J. Anderson dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Akan dilakukan secara rutin untuk memperlajari penyakitnya, faktor risikonya, dan pencegahan infeksi RSV pada bayi dan anak-anak. Sementara langkah-langkah itu diambil untuk mencegah bayi dan anak-anak yang berisiko tinggi terinfeksi RSV yang sebelumnya sehat dan tidak ada masalah medis.

Wabah infeksi RSV terjadi setiap tahun, paling sering saat musim gugur dan awal musim semi. Virus ini dapat menyebabkan infeksi pneumonia dan infeksi bronkiolitis atau disebut juga saluran kecil di paru-paru. Faktor risiko terkena infeksi RSV itu rendahnya antibodi maternal terhadap RSV, dan bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI).

Drs. Langley dan Anderson menjelaskan, bahwa anak-anak dengan kondisi medis sakit paru-paru berisiko tinggi terkena RSV yang parah, terutama pada bayi premature dan bayi pengidap jantung bawaan. Bayi dan anak-anak dengan adanya gangguan bawaan akan berisiko tinggi terkena RSV.

Namun, Drs. Langley dan Anderson menekankan, “dari dua pertiga anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi RSV, kematian terjadi 80 persen pada anak-anak yang tidak memiliki kondi risiko tinggi yang mendasarinya”.

Peneliti telah menunjukkan dengan vaksin RSV yang aman dan efektif dapat dikembangkan, vaksin tidak mengobati namun mencegah inveksi RSV. peneliti juga merekomendasikan untuk anak-anak berisiko tinggi seperti bayi prematur, bayi dengan jantung bawaan untuk melakukan imunisasi. Bentuk imunisasi pertama yang efektif adalah sebuah produk imun yang disebut RSV imunisasi globulin. Baru-baru ini, serangkaian produk antibodi telah dikembangkan untuk pencegahan RSV pada bayi dan anak-anak berisiko tinggi.

Lanjutnya, Penelitian ini juga telah menunjukkan bahwa pencegahan secara efektif mengurangi risiko infeksi RSV yang parah diperlukan rawat iniap secara kelompok sesuai status penyakit penderita. Jadi, sampai vaksin RSV yang tepat ditemukan, cara terbaik untuk mengurangi risiko infeksi RSV pada bayi dan anak dengan cara membiasakan mencuci tangan dengan baik, menghindari tempat-tempat yang berisiko terkena RSV meningkat, seperti pusat penitipan anak.

“Dokter anak dan orang tua harus lebih peka menyadari ‘musim’ dan kondisi anak agar pencegahan cepat dilakukan, serta mengurangi risiko yang lebih besar,” ujarnya.[](SN

    0 Komentar

    Belum ada komentar