Sukses

Cari Tahu di Sini Risiko Sedot Lemak

Ingin langsing dengan sedot lemak? Tunggu dulu. Cari tahu tahu manfaat dan risikonya di sini.

Tubuh indah dan langsing adalah impian sebagian besar orang. Tak jarang, banyak orang bersedia merogoh kocek lebih dalam demi hasil yang lebih cepat. Salah satu yang dijadikan pilihan adalah sedot lemak.

Sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu “jalan pintas” menuju bentuk tubuh ideal. Namun, sebelum melakukannya, Anda perlu tahu risiko sedot lemak yang dapat timbul. 

1 dari 3 halaman

Prosedur Sedot Lemak

Sedot lemak adalah salah satu tindakan pembedahan yang bertujuan untuk membuang lemak yang sulit dikurangi melalui diet dan olahraga. Tindakan ini termasuk ke dalam tindakan kosmetik dan biasanya dilakukan oleh dokter bedah plastik.

Tak semua orang boleh melakukan liposuction karena ada beberapa prosedur sedot lemak yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Orang dewasa yang berat badannya berada di kisaran 30% dari berat ideal dan memiliki kulit yang elastis dan kekuatan otot yang baik.
  • Tidak memiliki penyakit kronis tertentu yang dapat menghambat proses penyembuhan.
  • Bukan perokok.

Artikel Lainnya: Fakta Sedot Lemak, Cara Instan Hilangkan Lemak di Tubuh

Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan tindakan sedot lemak pada mereka yang memiliki gangguan jantung, masalah aliran darah, diabetes mellitus, dan daya tahan tubuh yang lemah. Pasalnya, kondisi-kondisi tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping sedot lemak. 

Tindakan liposuction dapat dilakukan dalam beberapa teknik. Teknik yang paling sering adalah dengan menggunakan alat kecil yang disebut kanula dan dimasukkan dalam tubuh melalui sebuah sayatan kecil. Kanula terhubung dengan vakum untuk menyedot lemak dari daerah tersebut. 

2 dari 3 halaman

Efek Samping dan Risiko Sedot Lemak

Layaknya tindakan kedokteran yang lain, sedot lemak pun memiliki sejumlah risiko. Beberapa risiko liposuction yang dapat terjadi, antara lain:

  1. Pendarahan Saat Tindakan 

Pada umumnya tindakan sedot lemak tidak menimbulkan banyak perdarahan. Akan tetapi, tercatat sebanyak 2,5% pasien yang menjalani tindakan liposuction mengalami kehilangan darah yang cukup signifikan dan memerlukan transfusi. 

Artikel Lainnya: Sedot Lemak untuk Atasi Pipi Tembam, Efektifkah?

  1. Hipotermia 

Salah satu risiko sedot lemak yang lain adalah penurunan suhu tubuh atau hipotermia. Hipotermia adalah kondisi suhu inti tubuh kurang dari 35 0C. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi lain, seperti gangguan jantung, infeksi, penyembuhan yang lambat. 

  1. Bengkak dan Lebam di Bagian Sayatan

Bengkak adalah salah satu efek samping sedot lemak yang paling umum dan sering terjadi. Bengkak tersebut biasanya juga disertai lebam. Fenomena ini merupakan reaksi normal dari jaringan tubuh manusia terhadap tindakan pembedahan.

Bengkak biasanya muncul dalam 24-48 jam setelah tindakan, menetap atau meningkat dalam 10-14 hari, dan akan berangsur berkurang tanpa tanda peradangan apa pun. 

  1. Infeksi 

Semua tindakan kedokteran memiliki risiko infeksi, termasuk liposuction. Gejalanya adalah demam disertai nyeri di bagian sayatan.

Artikel Lainnya: Beginilah Prosedur Sedot Lemak pada Lansia

Selain pada pasien yang memang memiliki faktor risiko seperti diabetes, infeksi juga dapat timbul karena buruknya perawatan luka bekas operasi. Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menjadi masalah serius. 

  1. Kerusakan Kulit 

Risiko sedot lemak lainnya adalah kerusakan kulit terutama kulit di atas luka bekas sedot lemak. Jaringan kulit di daerah tersebut dapat mengalami nekrosis atau kematian jaringan yang ditandai dengan kulit terlihat menghitam dan terasa nyeri.

Kondisi ini paling sering terjadi pada pasien dengan kebiasaan merokok. Selain itu, bekas luka seperti keloid juga bisa saja muncul. 

  1. Kerusakan Saraf

Salah satu efek samping sedot lemak adalah gangguan sensori atau hipestesi. Pasien akan merasa baal di daerah tindakan. Kondisi ini biasanya akan berangsur membaik seiring berjalannya waktu. 

  1. Emboli Lemak

Tindakan liposuction juga meningkatkan risiko terjadinya pelepasan lemak dan masuk ke dalam pembuluh darah. Lemak tersebut dapat menyumbat pembuluh darah di berbagai organ tubuh seperti paru, jantung, dan otak. 

Tentu tidak semua orang yang menjalani liposuction pasti akan mengalami berbagai kondisi di atas. Akan tetapi, beragam risiko sedot lemak tersebut bisa terjadi pada siapa pun. Karena itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter ahli mengenai tindakan yang akan diambil.

Bila Anda memutuskan untuk melakukan tindakan liposuction, pastikan pula prosedur tersebut dikerjakan oleh tenaga ahli yang profesional. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai prosedur sedot lemak lewat aplikasi KlikDokter.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar