Sukses

Fakta Medis di Balik Janin Gagal Berkembang

Janin gagal berkembang merupakan suatu kondisi yang menjadi momok bagi ibu hamil. Cari tahu faktanya di sini.

Janin gagal berkembang atau blighted ovum adalah kondisi medis yang sangat tidak diinginkan oleh wanita mana pun, terutama yang sedang mengharapkan kehadiran anak. Pasalnya, kondisi ini menjadi penyebab utama keguguran yang sering tidak disadari. Sebenarnya, apa penyebab janin gagal berkembang?

Janin gagal berkembang merupakan istilah umum yang digunankan untuk blighted ovum (BO) atau kehamilan kosong. Sayangnya, kondisi ini tidak dapat dicegah dan dapat terjadi menimpa wanita mana saja.

Pada kondisi blighted ovum, telur yang sudah dibuahi di dalam rahim tidak berkembang ke tahap selanjutnya. Padahal seharusnya, pada wanita yang sedang hamil, sel telur yang telah dibuahi dan menempel di dinding rahim berkembang menjadi embrio dalam waktu 5-6 minggu.

Di sisi lain, pada kasus blighted ovum kantung kehamilan tetap terbentuk. Maka dari itu, kondisi ini sering disebut sebagai kehamilan kosong.

Penyebab blighted ovum belum diketahui secara pasti. Namun kemungkinan, kondisi ini disebabkan oleh adanya kelainan kromosom pada telur yang sudah dibuahi.

Wanita yang mengalami blighted ovum juga merasakan gejala hamil, yang salah satunya adalah hasil pemeriksaan test pack positif. Hasil test pack positif itu sendiri adalah akibat dari plasenta yang sudah berkembang dan menghasilkan hormon human Chorionic Gonadotropin (hCG). Kemudian, kadar hormon tersebut akan turun dan muncul gejala keguguran. Berupa:

  • Nyeri atau kram perut.
  • Bercak darah atau perdarahan dari vagina.

Untuk membuktikannya, Anda perlu melakukan pemeriksaan ultrasonography (USG). Jika Anda mengalami kondisi blighted ovum, maka hasil pemeriksaan akan menunjukan kantung gestasi yang kosong.

Beberapa wanita yang mengalami keguguran akibat blighted ovum, jaringan dapat keluar dengan sendirinya melalui vagina. Namun pada kasus tertentu, penggunaan obat-obatan atau tindakan kuretase untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim mungkin diperlukan.

Wanita yang mengalami blighted ovum tidak perlu berkecil hati berlebihan. Karena kemungkinan untuk hamil selanjutnya masih terbuka lebar. Namun sebelum itu, dokter biasanya akan menyarankan untuk menunggu sekitar 3 bulan setelah tindakan kuretase.

Mulai saat ini, sangat penting bagi Anda untuk memantau kehamilan sejak hari pertama dinyatakan hamil. Jangan sampai kasus janin gagal berkembang atau blighted ovum terjadi tanpa disadari.

(NB/MFW)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar